Lanny Jaya, nirmeke.com — Departemen Pemuda Baptis West Papua menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 dan Natal 2025 yang dipusatkan di Koordinator Beorwubi Wunume, Distrik Gamelia, Kabupaten Lanny Jaya, pada Selasa (9/12/2025). Kegiatan besar ini diikuti oleh peserta dari 27 wilayah kepemudaan, 353 gereja, serta dua gereja otonom di bawah wilayah Wunume.
Acara ini dibuka dengan ibadah khusyuk yang dipimpin oleh Ketua Wilayah Tabi, Patinus R. Wenda, S.Th, melalui khotbah dari 1 Timotius 1–14. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penentu masa depan gereja dan bangsa.
“Perempuan adalah kunci perubahan masa depan bangsa dan gereja. Karena itu, jagalah iman, karakter, dan pengetahuan, sesuai motto Pemuda Baptis West Papua,” tegas Patinus Wenda.
Ia juga mengajak pemuda meneladani kesederhanaan serta kesetiaan Yusuf dan Maria.
Dalam laporan pertanggungjawaban sekaligus sambutan, Ermanus Tabuni selaku panitia penyelenggara menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemuda, pemerintah, dan para intelektual yang telah berkontribusi.
Tabuni menjelaskan bahwa perayaan kali ini mengusung konsep kemandirian.
“Kami tidak siapkan kue, tetapi menggantinya dengan petatas bakar asli, sesuai motto kami: kami meminum air dari sumur kita sendiri,” ungkapnya.
Pendanaan kegiatan tidak dilakukan melalui proposal, melainkan lewat kerja bersama pemuda.
“Kami bergerak dalam lima kelompok, membuka lima lahan baru, lalu hasil panennya kami sertakan sebagai bentuk kerja nyata,” jelas Tabuni.
Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, menegaskan bahwa setiap aktivitas pemuda harus menjadi catatan sejarah.
“Setiap kali pemuda bikin kegiatan, itu mencetak sejarah. Jadi, terus lakukan,” ujar Akia.
Ia juga melakukan pengecekan peserta dari seluruh 27 wilayah dan mengisahkan kembali sejarah berdirinya Departemen Pemuda Baptis West Papua yang dimulai sejak tahun 1966 di Yame.
Akia memberi pesan penting kepada seluruh pemuda.
“Pemuda hari ini jangan harap orang lain bantu apa. Tetapi berpikirlah: saya bikin apa, dan saya kontribusi berapa.”
Ia menegaskan bahwa gereja bukan milik individu tetapi milik seluruh umat.
“Apa yang diperoleh di sini harus diseminarkan kembali ke wilayah masing-masing,” pesannya.
Tokoh gereja, Hengky Dani Yikwa, mengapresiasi kekompakan pemuda yang ditandai cuaca cerah sepanjang kegiatan.
“Tempat ini biasanya hujan dan berlumpur, tapi hari ini cerah. Ini bukti pemuda kompak,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya dukungan sejak awal persiapan kegiatan, bukan menjelang akhir.
Sementara itu, Kaibu Yigibalom, Wakil Presiden Baptis West Papua, menegaskan bahwa pemuda harus berada dalam wadah gereja.
“Lebih baik pemuda bergabung dalam kepemudaan gereja daripada di luar,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pemuda yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi agar ikut terlibat dalam pelayanan gereja.
Terkait hubungan gereja dan pemerintah, Kaibu menegaskan:
“Pemerintah boleh membantu, tetapi tidak boleh mengatur gereja.”
Sebagai penutup, panitia menyerahkan tuan rumah HUT ke-21 tahun 2026 kepada pemuda wilayah Hubula.
Perayaan HUT dan Natal tahun ini tidak hanya menjadi momen refleksi iman, tetapi juga ruang konsolidasi pemuda Baptis se-Tanah Papua untuk membangun kemandirian, persatuan, dan komitmen pelayanan yang lebih kuat ke depan.(*)
