Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Imunisasi Campak Di Daerah Korowai Utara
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Imunisasi Campak Di Daerah Korowai Utara

Imunisasi Campak Di Daerah Korowai Utara

admin
Last updated: January 23, 2018 11:41
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
7 Min Read
Memberikan imunisasi campak di desa Woman dan juga makanan serta pakaian. Penginjil Jekson Nahabiel mengenakan kaos “Champion 23”.
SHARE

 

Iklan Nirmeke

Oleh Pendeta Trevor Johnson

Saya seorang pendeta berkewarganegaraan Amerika yang telah melayani suku Korowai Batu (dialek bagian Utara suku Korowai) di desa Danowage selama 11 tahun terakhir ini. Dua minggu belakangan ini saya dikejutkan dan sedih membaca tentang kondisi yang menyedihkan di daerah Asmat. Kami berdoa untuk semua orang yang terkena dampaknya. Sekarang saya baru mendengar bahwa di Pegunungan Bintang juga ada kasus campak dan gizi buruk. Ini sangat menyedihkan.

Ada peribahasa dalam bahasa Inggris yang artinya sama dengan, ”mencegah lebih baik daripada mengobati,” sehingga, untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi lagi di wilayah kami, kami bekerja bersama dengan pemerintah untuk membantu mencegah penyakit campak masuk ke wilayah Korowai Utara.

Dalam rangka itu, minggu lalu, tanggal 17 dan 18 Januari kami mengunjungi 6 desa dan memberikan 330 imunisasi untuk mencegah penyakit campak masuk ke daerah kami. Desa-desa yang kami kunjungi adalah: Burukmahkot, di mana Penginjil Nataber Alia dari GJRP melayani dengan setia. Juga, Ohkmahkot, Ayak, Ujung Batu, Woman, dan Muara (sebelumnya bernama Ahmahkot).

Pos-pos ini tidak dikunjungi secara teratur oleh instansi pemerintah dan benar-benar hanya dilayani oleh para penginjil dan misionaris dari gereja GIDI dan GJRP. Baliem Missions Center di Wamena juga sering membantu desa Woman dan mereka bekerja sangat baik dalam membangun sebuah gedung gereja yang bagus di sana, dan kami sangat bersyukur atas pelayanan mereka.

Memberikan imunisasi campak di desa Woman dan juga makanan serta pakaian. Penginjil Jekson Nahabiel mengenakan kaos “Champion 23”.

Kami menaiki helikopter Helivida dari Wamena, mereka memberikan pelayanan penerbangan yang luar biasa ke daerah-daerah terpencil yang tidak mempunyai landasan udara atau jalan raya. Sebagai contoh, dengan helikopter hanya dibutuhkan waktu 8 menit untuk tiba di Burukmahkot dari Danowage, sedangkan dengan berjalan kaki akan diperlukan waktu 10 jam untuk jarak yang sama. Hampir sama, perjalalanan heli dari Danowage ke Ujung Batu memakan waktu 10 menit sedangkan dengan berjalan kaki akan memakan waktu 12 jam. Organisasi misi Mission Aviation Fellowship (MAF) dan Helivida menyelamatkan ratusan penduduk Papua pedalaman setiap tahunnya dan kami sangat bersyukur atas pelayanan mereka.

Selain melakukan vaksinasi terhadap 330 orang Korowai kami juga membagi-bagikan makanan dan pakaian yang disumbangkan oleh berbagai kelompok di Indonesia, termasuk dari organisasi sosial Kita Bisa dan juga dari berbagai kelompok mahasiswa Papua. dr. Silwanus Sumule dan dr. Yusuf Wona juga mengatur pengiriman 1 ton biskuit sekolah dan makanan untuk ibu hamil ke Danowage tiga bulan sebelumnya dan kami membagi-bagikan sebagian makanan tersebut untuk orang-orang sakit dan kekurangan gizi setiap kali kami berjalan ke suatu desa untuk melayani di sana. Dalam minggu ini saja kami telah menyampaikan sumbangan-sumbangan tersebut ke 9 desa.

PendetaTrevor Johnson memberikan imunisasi campak pada seorang wanita di desa Ayak.

Setelah krisis kesehatan di wilayah Korowai menjadi viral di bulan Oktober yang lalu, Tim Save Korowai mengunjungi Danowage dan berjanji memberikan imunisasi di daerah-daerah sepanjang sungai Deiram Hitam. Oleh sebab itu, meskipun saya tinggal di desa Danowage, kami tidak melakukan imunisasi bagi penduduk di sana karena kami telah menerima janji bahwa pemerintah akan memberikan imunisasi di sepanjang Sungai Deiram, yang mana meliputi Sinimburu, Waina, dan Danowage di wilayah Korowai Utara. Kami menunggu janji-janji ini ditepati.

Sejauh ini kami sangat senang atas tanggapan pemerintah pada bulan Oktober yang lalu. Namun, kami agak khawatir mereka kehilangan minat dan segera melupakan kami. Pada hari-hari setelah kejadian krisis kesehatan di wilayah Korowai kami memperoleh banyak bantuan dari pemerintah. Namun yang kami butuhkan bukan kunjungan-kunjungan sementara, melainkan tenaga tetap untuk jangka panjang. Kami membutuhkan pekerja-pekerja permanen untuk tinggal di sini, tidak hanya mengunjungi  selama seminggu. Mempunyai tenaga tetap di lokasi-lokasi terpencil ini adalah satu-satunya cara yang nyata untuk memperbaiki kesehatan di daerah ini. Tolong kirimkan tenaga-tenaga permanen!

Seorang perawat baru dari Rumah Sakit Siloam, Abdi Setiawan, yang diutus untuk melayani orang Korowai di Danowage, memberikan imunisasi pada seorang anak di desa Burukmahkot pada 17 Januari. 

Segera setelah mendengar kabar krisis kesehatan di wilayah Korowai pada bulan Oktober lalu, Gubernur Lukas Enembe datang dan mengunjungi kami di Danowage, dan hal ini sangat berarti bagi orang-orang Korowai. Gubernur Enembe mengatakan dua hal yang saya ingat dengan baik, (1) Pertama, beliau mengingatkan para hadirin bahwa di daerah-daerah Papua yang paling terpencil, gereja dan misionaris-misionaris selalu menjadi yang pertama masuk ke sana dan mendirikan sekolah-sekolah dan layanan kesehatan. Inilah persisnya yang terjadi di wilayah Korowai, sebagai contoh. Dan kedua, (2) Beliau menyatakan bahwa pemerintah dan gereja-gereja harus bekerjasama untuk kesehatan orang-orang di pedalaman.

Beliau telah mencoba menerapkan hal tersebut di wilayah Korowai. Kami senang atas koordinasi yang erat dengan pemerintah. Dan kami berdoa agar hal yang sama juga terjadi di daerah-daerah Asmat yang terkena dampak penyakit campak dan gizi buruk. Kami berdoa agar tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam membantu orang-orang yang terkena dampak penyakit campak dan gizi buruk, namun agar gereja-gereja dan yayasan-yayasan serta pihak swasta juga mau memberikan bantuan untuk rekan-rekan senegaranya. Dengan usaha bersama dan keterlibatan semua pihak, Papua dapat maju dan semakin baik. Semoga Tuhan menyelamatkan Papua!

 

Helikopter dari Helivida, berpangkalan di Wamena. Helivida telah menyelamatkan banyak sekali orang Papua yang sakit dan yang cidera.

Mengapa kami mengerjakan pekerjaan ini? Mengapa kami merasa terpanggil oleh Allah untuk membantu orang-orang Korowai? Karena Allah telah memberkati kami supaya kami menjadi berkat bagi orang lain.

Surat Yohanes yang pertama pasal 3, ayat 16 dan 18, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” “Anak-anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita.”

SELESAI

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Sebanyak 23 balita di Pegunungan Bintang meninggal karena gizi buruk
Next Article Hut ke-2 Kopkedat Papua, Ini Harapan Mereka
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?