Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Guru Jarang Di Tempat Tugas, Kepala Kampung Moso Minta Dinas Tegas
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Guru Jarang Di Tempat Tugas, Kepala Kampung Moso Minta Dinas Tegas

Guru Jarang Di Tempat Tugas, Kepala Kampung Moso Minta Dinas Tegas

admin
Last updated: January 26, 2019 01:26
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Kepala kampung Moso distrik Muara Tami di wilayah Skouw perbatasan RI-PNG meminta kepada kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura untuk mengawasi guru honorer yang tidak aktif mengajar selama ini di SD Inpres Moso.  Hal tersebut disampaikan Agus Watapoa selaku kepala kampung Moso di wilayah perbatasan RI-PNG kepada Jubi, Kamis (24/01/2019) di Jayapura, Papua.

“Tenaga guru yang ada mengajar ini tidak benar, guru-guru honor yang sekarang tidak ada mengajar murid-murid. Guru-guru yang mengajar di sini muncul di kampung pukul 10.00 WP pagi sehingga sekolah ini tidak maju dengan baik. Sekolah ini jalan tapi tidak benar karena sekolah kami cuma dua atap,” katanya.

Watapoa juga berharap, Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengontrol setiap sekolah yang ada di perbatasan agar bisa memajukan pendidikan di Kampung Moso.

“Karena di sini tempat yang banyak masih kekurangan jadi saya punya keinginan banyak ada tapi paling penting yaitu sekolah. Kita bisa maju yang penting sekolah kami berjalan baik dan maju seperti sekolah di perkotaan,” harapnya.

 Agus Watapoa mengatakan selama ini guru-guru yang mengajar di kampung Moso jarang hadir. Mereka beralasan ada banyak pekerjaan di kantor Dinas Pendidikan, selain itu ada yang mengurus keluarga, jadinya mereka terlambat datang mengajar di sekolah dan akibatnya terlambat waktu untuk mengajar.

“Guru-guru di sini lebih banyak menghabiskan waktu di kota akibatnya anak-anak sekolah terlantar. Masyarakat di sini sangat kecewa karena sekolah di tempat lain saja bisa maju kenapa di sini tidak bisa maju,” katanya.

Ia menambahkan bila guru-guru berpikir untuk SDM Papua dan membangun Papua ke depan mestinya mereka harus aktif di sekolah untuk mengajar muridnya.

“Lokasi dan tempat untuk guru-guru menetap di kampung Moso sudah diberikan, namun mereka sendiri yang tidak mau menetap jadinya mereka muncul cuma seminggu dua kali, datang pun tidak sesuai waktu yang ditentukan, biasanya pukul 10.00 WP baru mereka datang mengajar,” katanya.

Ia berharap Dinas Pendidikan untuk terus aktif mengontrol keaktifan guru-guru di sekolah.

“Jangan sampai mereka makan gaji buta dan ke depan kami juga berharap guru-guru yan mengajar harus menetap di kampung Moso dengan pengadaan rumah guru agar sekolah ini setiap hari aktif. Guru-guru di sini cuma empat orang namun yang selalu datang aktif hanya dua,” katanya.

Sementara itu, aktivis pendidikan Papua Agustinus Kadepa mengatakan, untuk daerah pedalaman dan perbatasan yang aksesnya sulit dijangkau, membuka lokal baru tingkat SMP dan SMA, tidak terlalu mendesak. Menurutnya, anak-anak wajib diberi pendidikan di sekolah formal seperti SD. Selain itu wajib membuka kelompok belajar, taman bacaan di semua kampung di Papua yang dikelola serius oleh masyarakat kampung sendiri.

“Jadi untuk mendidik anak Papua harus berangkat dari apa yang hendak dikembangkan oleh anak-anak sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki anak, bukan membingungkan anak Papua ketika semakin tinggi pendidikannya,” harap Kadepa. (*)

Reporter   : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Anias Lengka :peran orang tua penting untuk cegah konsumsi Miras
Next Article Usaha masa kini Perempuan muda Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?