Wamena, nirmeke.com — Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayawijaya, Agus Logo, mendesak Dinas Kesehatan segera menyelesaikan pembayaran beasiswa bagi mahasiswa kedokteran asal Jayawijaya yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura.
Desakan ini muncul setelah Komisi C menerima surat keluhan dari mahasiswa terkait keterlambatan pencairan dana beasiswa yang berlarut-larut. “Kami sudah menerima surat resmi dari para mahasiswa. Tadi kami juga menggelar pertemuan dengan pihak terkait untuk klarifikasi dan verifikasi informasi tersebut,” ujar Agus Logo kepada wartawan.
Menurut Agus, sejumlah mahasiswa kedokteran jalur mandiri hingga kini belum menerima pembayaran beasiswa, padahal mereka adalah putra-putri asli Jayawijaya yang diharapkan kelak kembali mengabdi di bidang kesehatan daerah.
Ia menjelaskan, program beasiswa ini sebelumnya ditangani Dinas Pendidikan, namun sejak 2025 dialihkan ke Dinas Kesehatan. Peralihan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu pemicu keterlambatan karena adanya pergeseran anggaran dan proses administrasi yang belum rampung.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan berapa besar dana yang akan dicairkan. Padahal dananya sudah di Dinas Kesehatan, hanya belum diproses untuk masing-masing mahasiswa,” jelas Agus.
Komisi C DPRD Jayawijaya menyatakan prihatin dengan situasi ini. Dari total 20 mahasiswa kedokteran, beberapa sudah berada di semester akhir dan terancam cuti atau tidak bisa menyelesaikan studi karena masalah biaya.
“Kalau anak-anak ini gagal menyelesaikan studi karena tidak ada biaya, maka program penguatan SDM daerah bisa dianggap gagal. Ini juga akan mencoreng komitmen 100 hari kerja Bupati yang menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan,” tegas Agus.
Ia mendorong Pemkab Jayawijaya segera mengevaluasi pengelolaan program beasiswa, bahkan mempertimbangkan mengembalikan kewenangannya ke Dinas Pendidikan agar proses lebih cepat dan efisien.
“Jangan sampai anak-anak ini jadi korban. Kami tidak ingin ada mahasiswa kedokteran yang harus cuti atau berhenti kuliah hanya karena birokrasi yang berbelit,” pungkasnya.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
