Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Potret pilu pendidikan di perbatasan dan pedalaman Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Potret pilu pendidikan di perbatasan dan pedalaman Papua

Potret pilu pendidikan di perbatasan dan pedalaman Papua

admin
Last updated: January 26, 2019 00:59
By
admin
Byadmin
Follow:
676 Views
7 years ago
Share
Caption: Aktivitas Anak-anak sekolah di pedalaman Papua
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Potret pendidikan di Papua bisa dikatakan sangat memprihatinkan. Banyak sekolah – sekolah yang berada di pedalaman atau perbatasan yang harus berjuang untuk tetap berdiri meski tak banyak dukungan yang datang dari Pemerintah.

Iklan Nirmeke

Aktivis Pendidikan Papua Agustinus Kadepa mengatakan, dinamika pendidikan di Papua terutama di daerah perbatasan dan pedalaman merupakan persoalan yang rumit. Salah satunya adalah minimnya tingkat kehadiran guru yang justru membuat proses belajar mengajar menjadi terhambat.

“Persoalannya memang rumit apalagi pendidikan akan berjalan baik dan menjadi berkualiatas apabila didukung dengan berbagai aspek ekonomi, fasilitas, kesadaran masyarakat akan pendidikan, dan lainnya sehingga ada begitu banyak faktor yang menimbulkan banyak guru lebih memilih untuk tinggal di kota,” kata Kadepa, Kamis (24/1/2019)

Selain itu, banyak tenaga pengajar yang melamar menjadi PNS. Secara tak langsung hal ini membuat keberadaan guru di sekolah – sekolah Papua utamanya perbatasan menjadi sangat jarang. Mayoritas guru yang telah menjadi PNS, memilih pergi dan bekerja di kota daripada terus menjar di sekolah pedalaman.

Kata Kadepa, muara dari banyaknya persoalan ini tak bisa dilepaskan pula akibat minimnya honor guru di pedalaman Papua. Pemotongan dana bos atau honor yang kerap terlambat menjadi alasan para guru enggan berlama-lama mengajar di daerah pedalaman.

“Misalnya pemotongan dana BOS yang begitu besar dilakukan oleh pihak tertentu dalam dinas pendidikan (seperti pengakuan para kepala sekolah di kabupaten Paniai),” singgung Kadepa.

Tak sampai di sana, masalah yang juga kerap dihadapi oleh para guru adalah minimnya pengetahuan tentang kearifan dan budaya lokal masyarakat setempat seperti adat istiadat atau kebiasan penduduk lokal di tempat mengajar. Ia juga menyoroti tentang sulitnya berbagai akses sekolah di Papua karena minimnya sarana dan prasarana sehingga menyulitkan guru dan murid untuk pergi ke sekolah.

Kadepa berharap Pemerintah mampu menciprakan lingkungan pendidikan yang terhubung dengan kearifan budaya lokal masyarakat sehingga meski bersekolah, nilai – nilai luhur budaya peninggalan nenek moyang tak hilang begitu saja.

Sementara, hal serupa dikeluhkan oleh kepala kampung Moso distrik Muara Tami kota Jayapura, Agus Watapoa. Ia mengatakan selama ini di perbatasan RI-PNG SD Inpres Moso guru-guru jarang di tempat tugas sehingga anak-anak terlantar dan menjadi korban karena tidak mengikuti proses belajar mengajar.

“Guru-guru yang benar mengajar di sini, muncul di kampung pukul 10.00 pagi sehingga sekolah ini tidak maju dengan baik. Sekolah ini jalan tapi tidak benar karena sekolah kami cuma dua atap,” katanya.  (*)

 

Reporter  : Agus Pabika

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Selain dimiliki pemudi asli Papua, kafe ini tawarkan menu berbahan pangan lokal
Next Article Anias Lengka :peran orang tua penting untuk cegah konsumsi Miras
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
1 day ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?