WAMENA, NIRMEKE.COM — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kampung Yogonima, Patris Itlay, memberikan bantuan hibah kepada empat mahasiswa Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua di Jayapura.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kampung Yogonima dalam mendukung pendidikan berbasis adat sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Lembah Hugulama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Empat mahasiswa penerima bantuan merupakan mahasiswa asal Distrik Itlay Hisage dan Distrik Siep Kosi, Kabupaten Jayawijaya. Mereka yakni Holim Hisage, Felex Walilo, Seldi Walilo dan Edo Walalua.
Holim Hisage berasal dari Kampung Lukaken, Distrik Itlay Hisage. Sementara Felex Walilo dan Seldi Walilo berasal dari Kampung Sekan, Distrik Siep Kosi. Sedangkan Edo Walalua berasal dari Kampung Sekan Dalam, Distrik Siep Kosi.
Patris mengatakan, bantuan tersebut diberikan atas dasar tanggung jawab moral untuk mendukung pendidikan adat yang sedang dikembangkan di wilayah Hugulama.
Menurutnya, secara administrasi pemerintahan kampung, keempat mahasiswa tersebut memang bukan berasal dari Kampung Yogonima. Namun, mereka mendapatkan rekomendasi dari Sekolah Adat Hugulama yang awalnya dikembangkan dari Kampung Yogonima.
“Bila dilihat dari aspek administrasi kampung, memang mereka bukan dari Yogonima, tetapi saya dukung karena mereka dapat rekomendasi dari Sekolah Adat Hugulama. Sekolah Adat Hugulama mulai dibuka dari Kampung Yogonima, maka saya memberikan bantuan dengan tanggung jawab moral,” ujar Patris.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memenuhi komitmen kerja sama antara ISBI Tanah Papua dengan Kampung Yogonima.
Selain itu, langkah tersebut diarahkan untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya dalam menyiapkan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Bantuan untuk Kebutuhan Perkuliahan
Bantuan hibah yang diberikan kepada empat mahasiswa tersebut masing-masing sebesar Rp2 juta.
Bantuan diserahkan melalui utusan khusus Kepala Kampung Yogonima, Meki Hisage, di Kantor Veritas Law, Ruko Biru, samping Cafe Sunshine dan Library, Heram, Waena, Kota Jayapura, Papua, pada Senin (5/10/2026).

Dana tersebut akan digunakan mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan perkuliahan, antara lain membeli buku, alat tulis dan kebutuhan akademik lainnya.
Salah satu penerima bantuan, Edo Walalua, mewakili mahasiswa penerima bantuan menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kampung Yogonima atas dukungan yang diberikan.
Ia mengatakan bantuan tersebut tidak diduga sebelumnya dan sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan selama menjalani pendidikan di ISBI Tanah Papua.
“Terima kasih banyak Bapak Kepala Kampung Yogonima karena kami menerima bantuan dari Bapak. Kami akan gunakan uang ini untuk membeli buku, pulpen dan lainnya. Kami akan membuat laporan dan mengirim kepada Bapak Kepala Kampung,” ujar Edo.
Menurut Edo, perhatian pemerintah kampung terhadap mahasiswa menjadi bentuk dukungan penting bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan, khususnya mahasiswa yang membawa misi pengembangan seni, budaya dan pengetahuan adat Papua.
Patris berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan formal di perguruan tinggi dengan pendidikan adat yang berkembang di Lembah Hugulama.
Ia menilai pendidikan adat tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga penting dalam membentuk generasi muda yang memahami identitas, nilai dan pengetahuan masyarakat adat.(**)

