JAYAPURA, Nirmeke.com — Mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) memblokade dua gerbang kampus, yakni Gapura Uncen Atas dan Uncen Bawah, Senin (14/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus mogok aktivitas perkuliahan di lingkungan kampus.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen menyampaikan dua tuntutan utama kepada pihak universitas.
Tuntutan pertama, mahasiswa mendesak Dekan Fakultas Kedokteran Uncen segera dicopot dari jabatannya.
Kedua, mahasiswa mendesak pihak universitas segera mempercepat pelaksanaan ujian profesi dokter bagi 96 mahasiswa Fakultas Kedokteran agar dapat mengikuti ujian standar nasional, bukan skema yang disebut mahasiswa sebagai Afirmasi Plus.
Aksi tersebut mengusung tema “Papua Butuh Dokter”.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, mengatakan tema tersebut lahir dari kondisi Papua saat ini yang dinilai membutuhkan lebih banyak tenaga dokter.
“Tema ini benar-benar lahir dari kondisi Papua saat ini. Kami BEM dan MPM melakukan mobilisasi mahasiswa Uncen untuk mogok dengan dua tuntutan mendasar kepada lembaga agar segera dievaluasi dan dilaksanakan dalam waktu yang singkat,” kata Darki.
Desak Dekan Dicopot
Darki mengatakan tuntutan pencopotan Dekan Fakultas Kedokteran menjadi salah satu dasar mahasiswa menduduki Gapura Uncen.
Menurut mahasiswa, mereka telah menyiapkan sejumlah bukti dan fakta yang mereka nilai berkaitan dengan dugaan adanya kepentingan tertentu dalam kebijakan Fakultas Kedokteran Uncen.
“Poin ini menjadi dasar untuk menduduki Gapura Uncen dengan menyiapkan berbagai bukti dan fakta atas konspirasi dan kepentingan yang kemudian dimainkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Uncen,” ujarnya.
Namun, tudingan tersebut merupakan pernyataan dari pihak mahasiswa dan belum disertai penjelasan atau tanggapan dari Dekan Fakultas Kedokteran maupun pihak Universitas Cenderawasih.
Tunggu SK 1×24 Jam
Darki menyebut dua tuntutan mahasiswa telah mendapat respons dari pihak lembaga. Meski demikian, mahasiswa masih menunggu surat keputusan (SK) pencopotan Dekan Fakultas Kedokteran.
Mahasiswa memberikan batas waktu 1×24 jam kepada pihak universitas untuk memenuhi tuntutan tersebut.
“Kami masih menunggu surat pemecatan Dekan Fakultas Kedokteran dalam waktu 1×24 jam. Sampai saat ini kami masih menyegel Gapura Uncen Atas dan Uncen Bawah,” katanya.
Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mahasiswa menyatakan akan kembali melakukan aksi di dua gerbang kampus pada Selasa (15/9/2026).
“Jika tidak, maka kami akan besok duduki lagi dua gerbang kampus, Uncen Atas dan Uncen Bawah,” tegas Darki.
Aksi tersebut dikoordinasikan oleh BEM Uncen melalui Kementerian Hukum dan HAM BEM Uncen periode 2026–2027.(*)

