Jayapura, nirmeke.com — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura Santo Efrem menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XI dan Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) XXXI di Aula Paroki Gembala Baik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri kader PMKRI, anggota penyatu, alumni, serta sejumlah tamu undangan dan simpatisan. Konfercab menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat cabang untuk melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus memilih kepemimpinan baru.
Ketua PMKRI Cabang Jayapura Santo Efrem, Yasman Yaleget, mengatakan bahwa Konfercab XI diawali dengan diskusi publik sebagai ruang refleksi terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Papua.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah “Papua dalam Persimpangan Jalan: Antara Integrasi Infrastruktur, Transmigrasi Kebudayaan, dan Keadilan Sosial.”
“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan reorganisasi dan kaderisasi di internal PMKRI. Selain itu, kami juga ingin menghadirkan ruang diskusi yang kritis terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi di Papua,” ujar Yasman.
Ia menjelaskan bahwa salah satu isu yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah dampak transmigrasi terhadap kehidupan masyarakat Papua. Menurutnya, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang memiliki tanggung jawab moral untuk berpihak kepada masyarakat yang mengalami ketidakadilan.
“Kami melihat penting untuk membahas pengaruh transmigrasi, baik yang bersifat lokal maupun nasional, yang terus berkembang di Tanah Papua. Ini menjadi catatan penting bagi mahasiswa dan aktivis dalam melihat dinamika sosial yang sedang berlangsung,” katanya.
Yasman menambahkan bahwa tema yang diangkat tidak hanya menjadi slogan kegiatan, tetapi juga diharapkan menjadi pijakan bagi kepengurusan PMKRI berikutnya dalam merumuskan arah perjuangan organisasi.
“Melalui forum Konfercab dan RUAC ini, kami berharap akan lahir gagasan-gagasan strategis yang dapat menjadi pedoman bagi kepengurusan selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penyelesaian berbagai persoalan di Papua secara adil dan bermartabat, termasuk menghapus berbagai stigma yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab XI, Oto Wamu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kader PMKRI untuk merumuskan program kerja organisasi ke depan.
Menurutnya, forum Konfercab dan RUAC merupakan ruang pembelajaran bagi kader untuk mengembangkan wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta melahirkan gagasan yang konstruktif bagi organisasi maupun masyarakat.
“Melalui Konfercab ini kami berharap dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kapasitas intelektual dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” kata Oto.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik hingga proses persidangan dan pemilihan kepengurusan baru selesai dilaksanakan.
“Semoga seluruh tahapan kegiatan dapat berlangsung secara demokratis, intelektual, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan PMKRI Cabang Jayapura,” tutupnya.(*)
Pewarta: Agus Wilil
