Wamena, nirmeke.com – Di sebuah rumah sederhana di Jalan Holima Moai, Wamena, suara jarum rajut beradu pelan dengan benang warna merah, kuning, dan hijau. Di tangan mama-mama Papua, benang-benang itu berubah menjadi noken rasta—produk kerajinan khas Papua Pegunungan yang kini tampil lebih modern tanpa kehilangan akar budayanya.
Noken bukan sekadar tas tradisional. Bagi masyarakat Papua, ia adalah simbol kehidupan, identitas, dan relasi sosial. Di Kabupaten Jayawijaya, nilai itu terus dirawat sekaligus dikembangkan melalui inovasi produk UMKM Rajutan Mom Kaney.
Pelaku usaha Rajutan Mom Kaney, Lia Nawas Kogoya, mengatakan noken rasta menjadi salah satu produk unggulan yang diminati pasar karena memadukan unsur tradisi dengan sentuhan kekinian.
“Produk rajutan kami sudah dipasarkan hampir ke seluruh wilayah Indonesia, seperti Jayapura, Sorong, Nabire, Timika, Tolikara, Manado, Malang, Yogyakarta, Bali, Bandung, Makassar, hingga tersedia di Bandara Wamena dan Jayapura. Bahkan sudah menjangkau Papua New Guinea (PNG),” ujar Lia saat ditemui di Wamena, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, pengembangan produk dilakukan untuk menjawab selera pasar tanpa menghilangkan identitas budaya Papua. Selain noken rasta, Rajutan Mom Kaney memproduksi berbagai kerajinan rajut seperti baju dan rok rasta, tas tangan, dompet, gelang, sepatu, anting-anting, taplak meja, bingkai dinding, hingga plafon rajut. Produk juga dapat dibuat sesuai pesanan konsumen.
Seluruh proses produksi dilakukan secara manual. Bahan yang digunakan dipilih dengan mempertimbangkan kekuatan dan daya tahan, sehingga produk tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga fungsional.
Di tengah persaingan produk pabrikan, kerajinan tangan seperti noken rasta memiliki nilai lebih karena dikerjakan langsung oleh tangan-tangan terampil mama-mama Papua. Aktivitas merajut bukan sekadar pekerjaan ekonomi, melainkan juga ruang menjaga pengetahuan tradisional sekaligus membuka peluang pendapatan keluarga.
Lia berharap dukungan masyarakat terhadap produk lokal terus meningkat. Baginya, membeli noken rasta bukan hanya soal gaya, tetapi juga bentuk keberpihakan pada UMKM dan pelestarian budaya Papua Pegunungan.
“Dengan memakai produk kami, masyarakat ikut menjaga budaya Papua tetap hidup dan berkembang,” katanya.
Saat ini, Rajutan Mom Kaney melayani pemesanan langsung di Wamena maupun melalui jaringan distribusi ke berbagai daerah. Produk juga tersedia di Bandara Wamena dan Jayapura, memudahkan wisatawan maupun masyarakat yang ingin membawa pulang kerajinan khas Papua Pegunungan.
Di balik setiap rajutan, tersimpan cerita tentang ketekunan, kreativitas, dan semangat mama-mama Papua untuk berdiri di atas karya sendiri. Noken rasta bukan hanya produk UMKM—ia adalah simpul antara tradisi dan masa depan. (red)
