Wamena, nirmeke.com — Forum Peduli Masyarakat Peleima di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, menyatakan sikap penolakan terhadap kehadiran pasukan TNI non-organik di wilayah administrasi Distrik Ibele dan Taelarek.
Ketua Forum, Iberanus Hilapok, menyampaikan bahwa penempatan TNI non-organik di wilayah tersebut dinilai tidak memiliki dasar hukum maupun koordinasi yang jelas dengan pemilik hak ulayat.
“Kehadiran mereka tanpa surat pemberitahuan atau izin resmi kepada pemilik wilayah. Tidak ada status darurat militer di sini, karena wilayah kami termasuk dalam zona aman,” ujar Iberanus dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/7).
Forum juga menilai keberadaan personel TNI non-organik justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menurut laporan warga, jumlah aparat yang ditempatkan bahkan melebihi jumlah penduduk di sekitarnya, serta terlihat menyebar di area hutan tanpa penjelasan resmi.
“Kami merasa terintimidasi. Aktivitas sehari-hari seperti buang air menjadi terganggu karena aparat bersenjata lengkap sering muncul di tempat-tempat umum. Ini bukan situasi normal bagi masyarakat kampung yang tidak memiliki fasilitas MCK layak,” lanjut Iberanus.
Forum menegaskan empat poin utama yang menjadi dasar penolakan, yaitu:
- Tidak adanya dasar hukum atau surat izin kehadiran TNI non-organik.
- Wilayah berada dalam status aman, bukan darurat militer.
- Jumlah aparat melebihi jumlah warga sekitar.
- Penempatan aparat di hutan tanpa kejelasan tugas atau status.
Atas dasar tersebut, Forum Peduli Masyarakat Peleima menyatakan sikap:
- Menolak kehadiran TNI non-organik di wilayah Peleima.
- Tidak memberikan izin pembangunan pos militer.
- Meminta pemerintah segera menarik pasukan demi menghindari potensi gesekan di lapangan.
“Jangan sampai kehadiran aparat justru menciptakan kondisi konflik. Kami berharap negara mendengar suara rakyat kecil dan segera mengambil langkah bijak sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutup Iberanus Hilapok.(*)
Pewarta: Aguz Pabika
