Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Wilayah Perbatasan RI-PNG rawan pencurian kayu
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Wilayah Perbatasan RI-PNG rawan pencurian kayu

Wilayah Perbatasan RI-PNG rawan pencurian kayu

admin
Last updated: January 28, 2019 16:22
By
admin
Byadmin
Follow:
398 Views
7 years ago
Share
Kayu yang sudah di sengsor lalu di kumpul depan jalan raya perbatasan Skouw RI-PNG
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Pengerusakan hutan terus terjadi secara masif di Papua terutama di bagian perbatasan wilayah seperti halnya terjadi di perbatasan Skouw RI-PNG.

Iklan Nirmeke

Selain pengerusakan hutan ada juga penebangan pohon, pengambilan kayu yang di lakukan oleh masyarakat terutama warga non Papua yang sudah lama berdomisili di Skouw dan Moso.

Hal tersebut di katakan Agus Watapoa kepala kampung Moso, distrik Muara Tami, Jayapura kota. Senin, (28/01/2018).

“Kebanyakan yang rusak hutan ini warga non Papua yang sudah lama disini, mereka bekerja sama dan ada juga di ijinkan oleh kepala suku untuk bekerja,” katanya.

Lanjutnya, mereka di ijinkan bekerja di sini namun mereka merusak alam ini.  Mereka tebang dan ambil kayu untuk di sengsor balok dan papan.

“Alam ini harus kita jaga dan sayang agar alam ini yang dapat menghidupkan kita namun kita sendiri dari satu atau dua kepala suku yang kasih ijin untuk mereka berarti sudah hancur,” katanya.

Akibat ulah ini, kata Agus, aktifitas di hutan seperti berburuh dan meramuh akan berkurang dan hilang karena hutan termpat berlindungnya binatang liar dan tumbuh-tumbuhan obat juga ikut musnah karena di hancurkan oleh mereka yang melakukan penebangan dan pengerusakan hutan.

“Kalau dibilang hutan adat seharusnya yang bekerja masyarakat adat (asli) bukan warga non Papua yang lebih banyak masuk keluar hutan menebang dan mengambil kayu,” katanya.

“Sesuai dengan kebudayaan kita orang yang masuk merusak hutan kami larang dan usir namun pencurian dan penebangan kayu tersebut terus terjadi,” katanya.

Sementara itu Kalvin, warga Skouw Sae menambahkan penebangan, pencurian kayu dan pengerusakan hutan di wilayah ini terjadi secara terang-terangan namun tidak ada tindakan tegas dari Pemkot Jayapura, dinas kehutanan dan TNI/Polri yang berjaga di bagian perbatasan.

“Hal seperti ini terjadi di depan mata namun ada semacam proses pembiaran oleh instansi terkait, kami harap ada tindakan tegas terhadap mereka yang merusak hutan tanpa alasan yang jelas,” katanya. (*)

 

Editor      : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Usaha masa kini Perempuan muda Papua
Next Article Masyarakat di ingatkan Jaga alam dan hutan Papua agar di nikmati generasi penerus
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
23 hours ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?