Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Warga perbatasan RI-PNG tagih kartu lintas batas
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Warga perbatasan RI-PNG tagih kartu lintas batas

Warga perbatasan RI-PNG tagih kartu lintas batas

admin
Last updated: January 17, 2019 01:40
By
admin
Byadmin
Follow:
505 Views
7 years ago
Share
Caption: Aktivitas masyarakat di jalur perbatasan RI-PNG
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Warga yang mendiami wilayah Skouw perbatasan RI-PNG di kampung Moso meminta kepada pemerintah republik Indonesia untuk memberikan kartu atau surat lintas batas yang sudah di janjikan oleh pemerintah.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dikatakan Agus kepala kampung Moso ketika di wawancarai di kediamannya. Selasa, (15/02/2018).

“Yang jadi permasalahan kami disini yaitu kartu lintas batas yang belum di berikan karena kita ini orang perbatasan harus punya KTP atau surat resmi,”katanya.

Lanjutnya kartu lintas batas tersebut sudah di urus oleh masyarakat yang berada di daerah perbatasan RI-PNG namun hingga saat ini belum dapat karena kartu tersebut dapat di jadikan akses untuk bertemu sanak saudara kami di negara tetangga Vanimo, PNG.

“Kami harap orang dinas yang mengurus surat lintas batas ini dapat turun langsung ke kampung Skouw sehingga mereka bisa langsung mengurus dan mendapatkan kartu lintas batas di tempat agar masyarakat juga merasa ada perhatian penuh dari pemerintah kepada mereka yang tinggal di perbatasan,” kata Agus.

Sementara itu Ice Mabel warga kampung Moso wilayah Skouw perbatasan RI-PNG mengatakan surat lintas batas ini sangat di butuhkan oleh mereka yang memiliki keluarga di Vanimo. Hubungan kekeluargaan orang Papua sangat erat sehingga dengan hadirnya surat ini dapat memberikan akses penuh untuk bertemu sanak saudara kami.

“Dulu kami punya hubungan kekeluargaan yang erat dan ada sebagian sanak saudara kami di sana, ketika kami ingin berkungjung kami di batasi oleh petugas seakan kami mau menetap di sana, kami hanya jalan kerkunjung dan pulang kembali,” katanya.

Dengan persyaratan yang banyak kata Ice, membuat warga perbatasan binggung sehingga dengan alternatif kehadiran kartu lintas batas di harapkan membantu mereka akses di wilayah perbatasan. (*)

Reporter  : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Persatuan pemuda Papua perlu di bangun bersama melalui gereja
Next Article 12 sekolah tak beroperasi, itu tanggung jawab kabupaten Jayawijaya
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
7 hours ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
7 hours ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
8 hours ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
8 hours ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?