Yalimo, nirmeke.com – Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, tiba di Kabupaten Yalimo pasca kerusuhan, membawa pesan damai dan pemulihan. Kedatangannya menjadi simbol nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang masih berduka.
Setibanya di Yalimo, Ones Pahabol disambut Bupati, Wakil Bupati, Dandim, Kapolres, serta para tokoh masyarakat. Ia kemudian memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda di Rumah Jabatan Bupati, membahas langkah strategis pemulihan sosial dan psikologis warga.
Dalam forum dialog terbuka, masyarakat menyampaikan aspirasi mereka: pemenuhan kebutuhan dasar, penarikan pasukan non-organik, dan penolakan keras terhadap tindakan rasisme.
“Orang Papua adalah ciptaan Tuhan yang sama, menurut gambar dan rupa-Nya. Tidak pantas diperlakukan secara diskriminatif,” tegas salah satu tokoh intelektual Yalimo.
Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur menyampaikan pesan yang menggugah hati:
“Cukup ini yang pertama dan terakhir terjadi di Yalimo. Mari kita semua bersatu menjaga kedamaian, karena ketenangan itu sangat penting. Kita jaga keluarga, kita kontrol kata-kata, supaya hal ini tidak boleh terjadi lagi — bukan hanya untuk Yalimo dan Papua, tetapi untuk seluruh dunia terhadap orang kulit hitam dan rambut keriting. Tidak boleh rasis.”
Pernyataan ini disambut tepuk tangan dan air mata haru. Bagi warga, Ones Pahabol hadir bukan sekadar sebagai pejabat, tetapi sebagai pemimpin yang membawa ketenangan.
Usai pertemuan, ia meninjau langsung lokasi terdampak kerusuhan dan mengunjungi para pengungsi non-Papua di Polres Yalimo. Wakil Gubernur mendengarkan keluhan mereka dan memastikan dukungan pemerintah provinsi.
“Kebutuhan makan dan minum adalah yang paling mendesak. Pemerintah provinsi akan mendukung pemerintah kabupaten untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Pembangunan fisik bisa menyusul, tetapi yang terpenting sekarang adalah pemulihan kehidupan warga,” jelasnya.
Kunjungan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Ones Pahabol, diikuti jajaran pemerintah daerah, DPR, MRP, aparat keamanan, dan ratusan warga. Doa tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menutup luka lama dan memulai lembaran baru.
Kehadiran Wakil Gubernur di Yalimo menjadi titik balik proses pemulihan pasca kerusuhan. Dengan ketulusan, keberanian, dan semangat persatuan, Ones Pahabol menegaskan bahwa pemerintah hadir bersama rakyat, dalam suka maupun duka, untuk membangun Yalimo yang damai dan bermartabat.(*)
