Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: PMKRI Jayapura: Pelaku penembakam warga sipil di Deyai dan Asmat harus di proses secara hukum
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > PMKRI Jayapura: Pelaku penembakam warga sipil di Deyai dan Asmat harus di proses secara hukum

PMKRI Jayapura: Pelaku penembakam warga sipil di Deyai dan Asmat harus di proses secara hukum

admin
Last updated: June 2, 2019 08:31
By
admin
Byadmin
Follow:
441 Views
7 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – PMKRI Cabang Jayapura St. Efrem mengecam keras terhadap tindakan di luar hukum/penembakan yang dilakukan oleh aparat keamanan dan militer di distrik Waghete, Kabupaten Deiyai dan distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut di sampaikan Benediktus Bame ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jayapura santo Efren melalui pers releasenya. Sabtu, (1/6/2019).

“Kami menilai bahwa penembakan yang dilakukan oknum TNI-POLRI tersebut merupakan tindakan kriminal dan tidak manusiawi. Tentu ini bertentangan dengan hukum mana pun, termasuk UU dan kita suci. Para pelaku tidak bisa dibenarkan. Karena telah menghilangkan nyawa manusia,” tulisnya.

Lanjutnya, kami minta, supaya pelakunya tidak boleh dibiarkan secara liar atas nama apapun. Mereka harus diproses dan diadili dengan hukum. Mereka harus dikenakan hukum hingga jabatannya dicopot.

Kami takut. Kalau melindungi pelaku, kelak orang menyebut lembaga melindungi pelaku kriminal hingga menyebut instansinya sebagai instansi kriminal di Papua.

“Kami ingin tanyakan. Mengapa setiap masalah kecil besar yang dilakukan rakyat sipil selalu diperhadapkan dengan pendekatan militeristik? Apakah memang tidak ada pendekatan lain untuk menyelesaikan masalah di Papua, termasuk 2 peristiwa ini?.”

PMKRI juga mendesak kepada pihak TNI-POLRI, agar segera merubah pola penangan konflik dan mengakhiri  pendekatan depresif terhadap masyarakat sipil di tanah Papua.

Pihak kepolisian dan militer harus memikirkan pendekatan baru yang solusif. Harus pelajari budaya orang Papua tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah.

“Jangan lagi pakai teori, konsep dan pola pikir penyelesaian masalah dari luar Papua. Kalau bangun pendekatan seperti itu, sampai dunia kiamat pun tidak akan memperbaiki citra kepolisian (POLRI) dan militer (TNI) di mata orang Papua. Kalau bangun pendekatan masih tetapi sama. Setiap peristiwa penembakan yang dilakukan oknum polisi dan tentara akan mempertebal pandangan orang Papua, bahwa instansi terkait adalah instansi kriminal bagi orang Papua,” katanya.

Saran kami, pihak aparat kemanan dan militer yang bertugas di Papua harus banyak membaca antropologi Papua. Hal ini penting, biar semua personel mengetahui karakter orang Papua dan bagaimana orang Papua menyelesaikan masalah.

Tujuannya apa? Supaya masalahnya mudah diatasi tanpa memperburuk citra aparat keamanan dan militer di mata dunia internasional. Tetapi kalau masih pakai pendekatan lama, itu akan benar-benar memperburuk citra sendiri. Ingat, Rakyat Papua, termasuk mereka yang ditembak itu  merupakan manusia yang serupa dan segambar dengan Allah.

“Jadi, kalau menembak orang Papua dengan peluruh dan dengan berbagai cara lain itu akan bertentangan dengan kehendak Allah pencipta semua manusia di bumi.”

Sementara itu Yance Airai Presidium Gerakan Masyarakat (Germas) menambahkan aparat harus evaluasi kinerja yang setiap saat menumpahkan darah orang tak bersalah diatas tanah dan air. Bagaimana kita mau melayani dan mengayomi masyarakat sipil, kalau kita sendiri berniat jahat dan bertangan darah? Sampai kapan orang Papua hidup damai dan tenang? Sampai kapan aparat keamanan dan militer merubah paradigma orang Papua, bahwa instansi adalah lembaga kriminal bagi orang Papua?

Kami berharap, agar kasus tersebut harus ada tim investigasi. Pihak keamanan dan militer tidak perlu sibuk urus investasi. Biarkan lembaga independen yang melakukan investasi. Jangan bikin cerita: pelaku atau instansi kriminal investasi diri sendiri. Kalau model begini?

“Sampai kapan pun tidak akan menyelesaikan masalah dan konflik di Papua. Semua pihak, termasuk aparat kemanan dan militer dan pemerintah daerah harus membuka akses bagi siapa saja yang hendak melakukan investasi mendalam.”

Lanjutnya semua pihak terkait harus pastikan diri untuk bicara tindakan kriminal yang menewaskan warga sipil ini. Kami harap supaya akses bagi semua jurnalis dibuka secara bebas. Supaya publik dapat mengikuti informasi. (*)

Editor   : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article PMKRI Jayapura minta Polda Papua evaluasi kinerja Polsek dan Polres se-Papua
Next Article Kenapa Pendidikan Kuba dianggap salah satu yang terbaik di Dunia?
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
20 hours ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?