Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Memperingati 1 Juli, Mahasiswa Papua minta tarik militer dari seluruh tanah Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Memperingati 1 Juli, Mahasiswa Papua minta tarik militer dari seluruh tanah Papua

Memperingati 1 Juli, Mahasiswa Papua minta tarik militer dari seluruh tanah Papua

admin
Last updated: July 4, 2019 09:10
By
admin
Byadmin
Follow:
419 Views
7 years ago
Share
TNI/Polri saat menjalankan tugas di tanah Papua
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Puluhan Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura mengelar aksi demonstrasi damai memperingati 48 tahun hari deklarasi Papua Barat 1 Juli 1971-1 Juli 2019 di depan auditorium Uncen Jayapura siang tadi. Senin, (1/7/2019).

Iklan Nirmeke

Dewo Wonda kordinator aksi mengatakan mahasiswa Papua dan rakyat Papua hari ini memperingatinya sebagai hari deklarasi Papua Barat yang sama halnya juga di peringati di beberapa daerah di Papua.

“ini menunjukan bahwa orang Papua tidak melupakan sejarah lahirnya bangsa Papua Barat hingga sekarang, meskipun negara melalui kekuatan militer membungkam orang Papua sejarah akan terus hidup dan akan di lanjutkan oleh anak cucu hingga indonesia dan PBB harus mengakui kedaulatan bangsa Papua Barat di atas tanah Papua,” katanya.

Ia menambahkan perjuangan dan peringatan hari besar Papua Barat akan terus di peringati oleh generasi penerus karena UU sudah menjamin untuk kami menyampaikan pendapat seperti yang juga tertulis dalam UUD 1945 tertulis “karena itu kemerdekaan adalah hak segala bangsa maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan,” katanya.

Sementara itu Lucky Siep mahasiswa fakultas Fisip Uncen mengatakan 48 tahun lamanya Indonesia hanya memanfaatkan SDA Papua tanpa mempedulikan SDM Papua. Rakyat Papua seakan di bungkam di atas tanahnya sendiri, di tintas dan di aniaya dengan sigma yang negatif.

“dengan momentum memperingati deklarasi ini, mahasiswa Uncen meminta untuk negara segera menarik militer organik dan non organik di seluruh tanah Papua, hentikan operasi militer di Ndugama kabupaten Nduga yang hingga saat ini masih membuat trauma warga sipil serta stop membungkam ruang demokrasi di tanah Papua,” katanya.

Lanjutnya akibat keberadaan militer di Nduga, banyak warga sipil yang harus mengungsi lari ke hutan, tanpa pelayanan kesehatan yang layak serta pendidikan untuk anak-anak usia sekolah harus terkendalah akibat operasi militer ini.

Selain itu Yali Wamu mahasiswa Uncen juga mengatakan TNPB lama berjuang untuk kebebasan tanah Papua sehingga pihak TNI/Polri jangan mengatakan mereka itu sebagai kelompok KKSB, KKB dan sejenisnya karena perjuangan dan perlawanan mereka jelas dan ada serta sudah di ketahui keberadaan mereka oleh dunia internasional. (*)

Editor        : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article KAPP dipercayakan tangani proyek PJU Papua di beberapa kabupaten
Next Article ini Terobosan baru dari SMANKOR Jayapura 
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
21 hours ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?