Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Lokasi FBLB sebaiknya diatur bergantian
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Lokasi FBLB sebaiknya diatur bergantian

Lokasi FBLB sebaiknya diatur bergantian

admin
Last updated: July 4, 2019 18:32
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) yang sudah berlangsung selama 30 tahun lebih ini di harapkan dapat mensejahterakan masyarakat lokal sehingga perlu di roaling tempat kegiatan di setiap titik wilayah yang ada di Jayawijaya.

Iklan Nirmeke

Dominikus Sorabut, ketua Dewan Adat Papua (DAP) ketika di temui wartawan di kantor DAP Expo Waena, mengatakan Festival tertua di Wamena ini tentunya akan mendatangkan wisatawan domestik dan internasional sehingga perlu di perhatikan tempat perggelaran dari festival itu sendiri agar punya daya tarik ternsendiri.  Selasa, (2/7/2019).

“soal tempat juga tidak harus di lakukan satu tempat saja seperti di Welesi, kan kita ketahui sendiri ada pusat festival ada beberapa titik seperti di Wosilimo, Konam, dan beberapa titik lainnya harus di buka sehingga setiap tahun itu dia roaling karena itu juga bagian dari mensejahterakan rakyat lokal,” kata Dominikus.

Lanjutnya, dengan dilakukan roaling tempat festival ini pastinya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal dan pastinya masyarakat akan menerima dampak positif baik dari ekonomi maupun pariwisata.

“bila semua tempat dibuka tentunya akan menekan angka kriminal karena hari ini di Wamena marak dengan pencurian, pembunuhan, minum mabuk, seks bebas dengan sendirinya akan menekan hal tersebut karena festival tersebut akan memberikan kita pendidikan dasar bagaimana kita hidup baik, memahami hukum-hukum adat  bisa kita pahami disitu,” katanya.

Inisiasi dari pemerintah daerah, kata Dominikus sudah luar biasa namun partisipasi rakyat sebagai masyarakat adat masuk dalam ivent itu seberapa besar? Kita tidak harus melihat partisipasi mereka saat ivent namun dampak dari ivent itu setelah jalan apa yang mereka tampilkan (tuangkan) di tempat festival tersebut akan di terapkan di tempat mereka atau tidak.

Salah seorang fotografer Papua Sonny Wanda mengatakan, ada banyak kearifan budaya dan kegiatan masyarakat yang bisa diabadikan. Terutama kegiatan mama – mama di Papua yang tak bisa dilihat di daerah lain. Keunikan ini yang menarik diabadikan oleh para fotografer yang datang ke FBLB.

“Kehidupan masyarakat Hubula yang sederhana dengan mama – mama yang selalu bekerja keras akan menarik jika diabadikan dalam karya fotografi. Sehingga masyarakat juga bisa menikmati dan menerima pesan yang kuat dari karya fotografi yang diabadikan,” kata Sonny.

Menurut Sonny, festival ini juga berpotensi untuk mendatangkan pemasukan bagi warga sekitar terutama yang berjualan di sepanjang jalan menuju lokasi kegiatan berlangsung. Sayangnya, akses jalan yang rusak membuat festival ini banyak dikeluhkan wisatawan.(*)

 

Editor  : Agus Pabika

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article DAP: FBLB Wamena diharapkan memberikan edukasi yang baik untuk generasi penerus
Next Article Pemerintah akan promosikan sagu dan Jus buah Pinang  pada PON 2020
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?