Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 12 Tahun untuk Penembak Thobias Silak Tidak Adil
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Polhukam > Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 12 Tahun untuk Penembak Thobias Silak Tidak Adil
PolhukamTanah Papua

Kuasa Hukum Nilai Tuntutan 12 Tahun untuk Penembak Thobias Silak Tidak Adil

Redaksi
Last updated: October 4, 2025 03:16
By
Redaksi
ByRedaksi
Follow:
28 Views
1 year ago
Share
Front Justice for Tobias Silak bersama orang tua korban menyampaikan pernyataan sikap di depan Pengadilan Negeri (PN) Wamena, Senin (07/07/2025) - Dok Tim Koalisi PAHAM Papua for Nirmeke
SHARE

Wamena, nirmeke.com — Kuasa hukum keluarga korban penembakan yang menewaskan alm. Thobias Silak dan melukai seorang anak bernama Naro Dapla menyayangkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya menuntut 12 tahun penjara terhadap empat terdakwa. Tuntutan itu dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Wamena, Kamis (2/10/2025).

Iklan Nirmeke

JPU menuntut para terdakwa dengan Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan pidana penjara selama 12 tahun. Kuasa hukum korban menilai tuntutan tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan, karena fakta persidangan menunjukkan adanya indikasi kuat pembunuhan berencana.

“Peran terdakwa Kurniawan Kudu menembak korban sebanyak delapan kali hingga mengenai kepala. Itu bukan tembakan peringatan, melainkan serangan langsung. Seharusnya dikualifikasikan sebagai pembunuhan berencana (Pasal 340 KUHP),” tegas kuasa hukum korban, Mersi Fera Waromi, bersama Henius Asso dan Lasarus Kossay.

Baca Juga:  Bawa Ganja, Seorang Wanita Diamankan di Bandara Sentani

Selain Kurniawan, tiga terdakwa lain yakni Fernando Aleksander Aufa, Ferdinand Moses Koromat, dan Jatmiko disebut terlibat dalam rekayasa informasi dengan menyebut adanya “kontak tembak” di Pasar Lama. Menurut kuasa hukum, hal itu menunjukkan adanya persekongkolan tindak pidana.

Fakta lain yang terungkap di persidangan adalah adanya korban anak yang mengalami luka berat akibat tembakan nyasar. Peristiwa ini dinilai melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

Kuasa hukum juga menilai peristiwa penembakan terhadap warga sipil tidak bersenjata tersebut sebagai extra-judicial killing oleh aparat negara. Mereka meminta majelis hakim menjatuhkan putusan yang lebih berat sesuai Pasal 340 KUHP, bukan hanya mengikuti tuntutan jaksa.

Baca Juga:  Setahun Kasus Penembakan Tobias Silak, Keluarga dan Warga Tuntut Keadilan di Pengadilan

Selain itu, kuasa hukum mendesak Komnas HAM untuk turut mengawasi jalannya persidangan agar tidak terjadi penyimpangan hukum. Mereka juga menyerukan kepada publik untuk mengawal kasus ini demi tegaknya keadilan bagi korban dan keluarganya.

“Keadilan hanya akan terwujud bila pelaku dihukum sesuai perbuatannya, bukan dilindungi dengan tuntutan ringan. Peristiwa serupa sudah berulang kali terjadi di Papua namun jarang diproses serius,” tambah kuasa hukum.

Kasus penembakan yang terjadi pada 20 Agustus 2024 di Pos Sekla, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan ini menambah deretan panjang kekerasan yang menimpa masyarakat sipil di Papua.(*)

Pewarta: Aguz Pabika

Related

You Might Also Like

Aliansi Mahasiswa Papua Peringati 64 Tahun Deklarasi 1 Desember, Kritik Kebijakan Negara dan Soroti Akar Konflik di Papua

CSI Soroti Ancaman Tanah Masyarakat Adat Papua Dalam Sidang Dewan HAM PBB

Mahasiswa Puncak Se-Indonesia Desak Pengusutan Kasus Dugaan Mutilasi di Papua

Gubernur Papua Pegunungan Ancam Tempuh Jalur Hukum Terkait Penyalahgunaan Dana Lahan Kantor Gubernur

KNPB Mimika Pikul Salib Merah ke DPRK, Serukan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

TAGGED:Front Justice for Tobias SilakPenembak Thobias SilakPN WamenaTim Koalisi PAHAM Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article TP-PKK Yahukimo Gelar Kegiatan Sosial di Posyandu Obaree Boo
Next Article Koalisi HAM Papua: Presiden Harus Cabut PSN yang Rampas Tanah Adat di Merauke
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Bupati Lanny Jaya: PGBP dan PGBWP Bersatu, Tanda-Tanda Alam Sudah Ada
Papua Pegunungan
7 days ago
Asisten III Pemkab Jayawijaya Buka Seminar, Launching Website dan MPAB HMPJ di Jayapura
Pendidikan
7 days ago
Ketua PGBP Serukan Umat Baptis Papua Hentikan Perang Suku dan Tinggalkan Panah-Parang
Papua Pegunungan
1 week ago
TPNPB Kodap XVI Yahukimo Klaim Nisel Payage dan Meno Heluka Bukan Anggotanya
Polhukam Siaran Pers
1 week ago
Baca juga
PendidikanPolhukamTanah Papua

Polisi Tangkap Empat Mahasiswa Uncen Saat Aksi Peringati New York Agreement

1 year ago
MRP Papua PegununganPapua Pegunungan

MRP Papua Pegunungan Keluhkan Anggaran: Delapan Bulan Hanya Terima Gaji, Kunjungan Kerja dan Reses Terhenti

3 months ago
PendidikanPolhukam

AMP mendukung mahasiswa Uncen tolak MoU

9 years ago
Papua PegununganPariwisata

Festival Etnik Religi Tolikara I Resmi Dibuka, UMKM Anak Muda Lokal Ramaikan Karubaga

3 months ago
PendidikanTanah Papua

Mahasiswa Lapago Minta Pemerintah Selesaikan Persoalan Pro Kontra Lokasi Penempatan Kantor Gubernur

3 years ago
Tanah Papua

Amnesty: Bebaskan Tiga Terpidana Makar di Tanah Papua

3 years ago
Tanah Papua

Pemuda Baptis West Papua Gelar Hening Cipta dan Seminar HAM pada Peringatan HUT ke-20

11 months ago
Papua Pegunungan

KNPI Yahukimo Bentuk Panitia Verifikasi OKP, Dorong Persatuan Pemuda dan Pemulihan Kondisi Daerah

5 months ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?