Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Karena sedikit orang asli Papua jadi penulis
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Karena sedikit orang asli Papua jadi penulis

Karena sedikit orang asli Papua jadi penulis

admin
Last updated: March 15, 2019 09:54
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
5 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM USTJ) menggelar pelatihan jurnalistik di Kota Jayapura pada Sabtu, 9 Maret 2019.

Iklan Nirmeke

Pelatihan bertema “Bersinergi Membangun Generasi Kritis” tersebut menghadirkan pemateri Hendrikus Yeimo dari Jubi. Pesertanya 27 mahasiswa dari USTJ dan Universitas Cenderawasih.

Peserta Finsen Jigibalom menilai pelatihan yang diikutinya penting untuk mengembangkan daya kritis mahasiswa. Ia berharap pelatihan tersebut bisa digelar secara rutin oleh BEM seluruh Perguruan Tinggi di Papua.

“Ilmu jurnalistik perlu dikembangkan di kalangan mahasiswa, apalagi jumlah orang asli Papua yang menjadi penulis sangat sedikit,” katanya.

Pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa, kata Jigibalom, bisa meningkatkan minat mahasiswa untuk menulis. Baik menulis berita, maupun opini dan artikel.

“Saya ingin lebih banyak anak Papua yang menulis buku atau menjadi wartawan,” ujarnya.

Peserta lain, Natalia Rumbiak, mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Universitas Cenderawasih, mengatakan ia ikut karena karena tertarik kepada dunia jurnalistik.

“Sebelum saya dituntun membuat karya jurnalistik dalam bentuk opini, opini yang saya tulis selama ini ketika ada hari raya besar, tapi ketika ikut pelatihan ini saya mengerti bagaimana cara menulis opini beserta teknik menulisnya,” katanya kepada Jubi usai pelatihan sehari tersebut.

Ia mengakan selama ini tidak terlalu paham bagaimana menulis opini. Namun di pelatihan tersebut ia mengerti bagaimana cara menulis opini dan menyiapkan data awal, baik melalui referensi, ide, dan diskusi, lalu dikelola menjadi sebuah opini yang benar dan baik.

“Saya sangat senang dan berterima kasih kepada BEM USTJ karena telah menyelenggarakan pelatihan ini dan apa yang selama ini saya tidak tahu soal produk jurnalistik, terlebih dalam membuat opini, karena selama ini saya tahu membuat opini diharuskan pada event hari besar saja, padahal tidak seperti itu,” katanya.

Usai pelatihan Rumbiak mulai berencana membuat opini terkait kurangnya fasilitas pendukung mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Uncen.

Rumbiak berharap kepada mahasiswa Papua lain yang aktif kuliah agar tidak menjadi mahasiswa yang “kuliah-rumah-kuliah-rumah”, tapi terlibat dalam organisasi maupun pelatihan-pelatihan kecil seperti yang diikutinya.

“Ikut terlibat, karena di situ apa yang belum tentu kita dapat di perkuliahan bisa kita dapatkan di organisasi maupun pelatihan, agar kita tidak hanya tahu apa yang dipelajari di kampus, tapi kita juga dituntut untuk mengetahui hal lain, ilmu dan pengetahuan lain lebih luas lagi,” katanya.

Pemateri Hendrikus Yeimo menyampaikan apresiasinya terhadap minat peserta untuk belajar jurnalistik.

“Minat mahasiswa untuk mempelajari dasar jurnalistik harus kita apresiasi, karena Papua membutuhkan lebih banyak penulis muda yang mampu menuliskan masalah budaya, ekonomi, maupun peristiwa yang terjadi di sekitar mereka,” kata Yeimo.

Yeimo berharap BEM kampus lainnya juga menggelar pelatihan jurnalistik bagi para mahasiswa.

“Jika semakin banyak orang asli Papua yang menulis, semakin terasah pula kemampuan kita untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di sekitar kita, pengetahuan tentang dasar jurnalistik bisa menjadi bekal awal yang baik, semoga mereka tidak putus menulis setelah pelatihan berakhir,” kata Yeimo.

Ketua Badan Eksekutif (BEM) USTJ, Alexander Gobai, menjelaskan sasaran pelatihan jurnalistik tersebut lebih kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) per kampus.

“Pelatihan ini awal untuk menghimpun teman-teman mahasiswa yang didukung oleh BEM,” katanya.

Gobai mengatakan usai raker BEM pada 30 Maret 2019 kegiatan pelatihan akan ditetapkan sebagai agenda rutin BEM melalui tahapan bimbingan khusus.

“Mereka yang telah ikut pelatihan dan sudah mengisi formulir akan dibimbingan khusus, ini bertujuan untuk mereka menjadi wartawan kampus sehingga bisa menulis tentang lingkungan kampus,” katanya.

“Bagaimana agar mahasiswa ini menjadi kritis? Maka perlu dilakukan bimbingan, tidak hanya ketika ada kegiatan pelatihan, namun harus menjadi agenda rutin dan dilakukan secara internal juga supaya mereka bisa mengenal dunia jurnalistik,” katanya.

Ia juga berharap para peserta tidak hanya aktif di kampus dan pelatihan seperti itu, tapi juga terlibat dalam diskusi, mengikuti seminar, dan lokakarya yang bersifat ilmiah.

“Tapi juga tidak terlepas dari nilai-nilai kemahasiswaan, yiatu berperan dalam keadilan, demokrasi, perdamainan, dan kesejahteraan, itu yang harus diperjuangan oleh mahasiswa tanpa melibatkan diri pada pengusaha dan penguasa, hingga saat itulah mahasiswa diuji untuk kritis,” katanya. (*)

 

Reporter : Agus Pabika

Sumber    : Jubi.co.id

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Tim Peduli Demokrasi Mahasiswa Dan Masyarakat Jayawijaya menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada komisioner KPU Papua, Kamis (14/3/2019). - Nirmeke/Agus Pabika TPDMMJ: Jangan intervensi penetapan calon komisioner KPU Jayawijaya
Next Article Belajar mandiri, Membuka kios sambil kuliah
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
12 hours ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
14 hours ago
15 Februari, Jemaat GB Imanuel Teladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030
Tanah Papua
14 hours ago
Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?