Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ini Identitas Oknum TNI yang Diduga Terlibat Dalam Membunuh Pendeta Yeremia
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Ini Identitas Oknum TNI yang Diduga Terlibat Dalam Membunuh Pendeta Yeremia

Ini Identitas Oknum TNI yang Diduga Terlibat Dalam Membunuh Pendeta Yeremia

admin
Last updated: October 30, 2020 12:49
By
admin
Byadmin
Follow:
422 Views
5 years ago
Share
Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya Haris Azhar
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya, saat melakukan investigasi  menemukan identitas oknum TNI yang diduga terlibat pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Kampung Bomba, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya pada 19 September 2020 lalu.

Iklan Nirmeke

Demikian disampaikan Ketua Tim Kemanusiaan untuk Intan Jaya Haris Azhar, didampingi Anggota Viktor Mambor dan Pendeta Dora Balubun, ketika menyampaikan keterangan pers di Hotel Horison, Jayapura, Kamis (29/10/2020).

Haris Azhar mengatakan, oknum TNI tersebut adalah anggota Koramil Persiapan Hitadipa bernama Alpius.

Ia membeberkan kronologis pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani sebagai berikut.

Pada 19 September 2020 sekitar  pukul 14.55 WIT, Meriam Zanambani,  istri Pendeta Yeremia Zanambani menyampaikan bahwa ia bertemu rombongan anggota TNI di ujung Lapangan Terbang Hitadipa.

Mereka berjumlah cukup banyak, barisannya sepanjang  50-60 meter dipimpin  Alpius, anggota Koramil Persiapan Hitadipa.

Meriam terkejut dan takut melihat rombongan tersebut. Tapi ia agak sedikit lega,  ketika melihat Alpius. Keduanya sempat saling tatap mata.

Meriam dan Pendeta Yerimia Zanambani menganggap Alpius  seperti anak sendiri,  karena Alpius kerap beberapa kali ke rumah mereka untuk mandi, makan bersama, mengambil air untuk kebun yang dikelola Alpius.

Alpius sendiri biasa menyapa Meriam dengan “Mama”.  Keluarga Yeremia Zanambani juga tahu bahwa Alpius mengenal baik  warga di sekitarnya.

Pada saat pertemuan tersebut Alpius tanya ke Meriam, “Apa Mama lihat orang?”Mama jawab, “tidak”. “Apa Mama lihat orang di jalan?” dijawab, “tidak”.

Meriam mengatakan bahwa “Dia seharian hanya bersama Pendeta Yeremia yang saat ini masih ada di kandang babi”. Kemudian Alpius bertanya lagi. “Jadi bapak ada di kandang babi?” dijawab oleh Meriam “iya”.

Pada pukul 15.25 WIT, anggota TNI dengan atribut lengkap lewat Jembatan Induk Sungai Hiyabu sampai di kampung Taundugu ada yang berjaga-jaga di jalan, sementara ada anggota TNI lain turun ke kampung Taundugu langsung membakar bangunan kesehatan dan rumah dinas tenaga kesehatan, yang digunakan masyarakat di Taundugu.

Alasan anggota TNI membakar fasilitas kesehatan dan rumah masyarakat ini,  karena diduga Organisasi Papua Merdeka (OPM) berada dibalik  bangunan dan rumah masyarakat. Insiden itu menewaskan satu anggota TNI pada tanggal 19 September 2020.

Akibatnya, kerugian milik warga berupa kehilangan tempat tinggal, ijazah SD dan SMP, perlengkapan rumah tangga, satu unit motor ikut terbakar dan bangunan rumah fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah dibakar.

Pukul 15.30 WIT, 4 anggota TNI menuju kandang babi milik Pendeta Yeremia Zanambani. Dua Anggota TNI berdiri dari jarak 23,79 meter. Sedangkan 2 anggota lainnya, salah satunya Alpius langsung menuju bangunan kandang babi.

Langsung ada perintah “angkat tangan!” Pendeta Yeremia Zanambani pun angkat tangan sembari  mengatakan bahwa saya adalah “Hamba Tuhan”.

Tapi dua anggota TNI tetap melakukan 2 kali  tembakan. Satu tembakan ke tangan kiri dan tembakan lainnya kearah dinding.

Pendeta Yeremia jatuh lalu diduga ditusuk dengan pisau tajam pada bagian belakang badan.

Pukul 18.00 WIT, hari mulai gelap Pendeta Yeremia belum kembali ke rumah.

Meriam gelisah dan memutuskan menyusul suaminya ke kandang babi, untuk menjemput Pendeta Yeremia.

Saat tiba di kandang babi,  Meriam  mendapati Pendeta Yeremia jatuh dan tergeletak di atas tanah dalam posisi tengkurap tubuh bagian depan menghadap ke tanah. Berlumur darah.

Tapi Pendeta Yeremia masih bisa berkomunikasi  lisan. Meriam  bertanya “kenapa?’ (apa yang terjadi?). Pendeta Yeremia menjawab, “Orang yang kita kasih makan yang  tembak dan tikam saya”.

Pendeta Yeremia mengalami luka tembak di bagian tangan kiri atas cukup parah dan membuat pendarahan yang cukup banyak.

Selain itu, Pendeta Yeremia juga ditikam dengan pisau militer, sangkur di bagian belakang atas tubuhnya, bagian leher belakang. Luka ini juga mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak.

Melihat kondisi tersebut suaminya, Meriam  ke rumah Yulita Zanambani, warga yang tinggal dekat dengan lokasi kandang babi.

Yulita tinggal bersama Yohana Bagobau. Kepada keduanya Meriam  minta tolong untuk ke kandang babi melihat dan menjaga Pendeta Yeremia.

Meriam   kemudian pergi ke rumah Yusak Zanambani , salah seorang warga Hitadipa yang rumahnya berjarak cukup jauh dari kandang babi.

Tujuan untuk minta tolong. Sesampainya disana, Meriam  mendapati bahwa banyak warga sedang berkumpul dirumah Yusak, berdiam diri karena rasa takut.

Meriam  menyampaikan kepada Yusak  dan lainnya bahwa Pendeta Yeremia ditembak  TNI. Semuanya diam hanya ada salah seorang bertanya balik ke Meriam, “Apa Pendeta Yeremia masih hidup?” Meriam menjawab “Masih”.

Meriam akhirnya bergabung dengan warga di rumah Yusak hingga pagi hari.  Meriam tak diijinkan untuk keluar rumah.

Penembakan terhadap Pendeta Yeremia, dilakukan dengan senjata api standar militer dengan jarak tembak kurang lebih 1 meter. Obyek mengena ke bagian tubuhnya dengan satu peluru ke tangan kiri bagian atas. Pada bagian kulit terlihat irisan lurus vertikal berkisar 7-10 sentimeter.

Tak sekedar luka kulit akibat peluru, kondisi tangan hampir terputus, tak didapati bekas puluru atau tak ada saksi yang awal menjemput korban atau saat menemani korban pasca penembakan, mendapati peluru senapan, luka juga didapati pada bagian belakang atas tubuh korban, diduga luka akibat senjata tajam. Mengakibatkan luka yang mengeluarkan darah sangat banyak. (*)

 

Sumber: http://papuainside.com/

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ini Pesan Pjs Sekda Papua dan MRP Dalam Kongres I SAMN Papua
Next Article OSPEK “KU”: EDU-BASI BUKAN EDU-KASI
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
3 hours ago
Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
APELCAMI Soroti Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Mimika
Papua Tengah Tanah Papua
2 days ago
Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?