Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Doa dan Pemasangan lilin, Memperingati 57 tahun Pelangaran HAM di tanah Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Doa dan Pemasangan lilin, Memperingati 57 tahun Pelangaran HAM di tanah Papua

Doa dan Pemasangan lilin, Memperingati 57 tahun Pelangaran HAM di tanah Papua

admin
Last updated: December 8, 2018 16:11
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
4 Min Read
SHARE

 

Iklan Nirmeke

SOLIDARITAS PELANGGARAN HAM UNTUK PAPUA

“DOA dan PEMASANGAN LILIN”   

 

(Memperingati 70 Tahun Hari HAM Se-Dunia dan Memperingati 57 Tahun Pelanggaran HAM di tanah Papua)

Sejak 1961, Pelanggaran HAM terus terjadi di tanah Papua. Banyak korban nyawa yang berjatuhan; rakyat Papua kehilangan sanak-saudara, harta benda dan lebih utama adalah hak-hak hidup rakyat Papua. Walaupun Hak hidup dijamin oleh Deklarasi Universal HAM yang diproklamirkan pada 10 Desember 1948 dan diratifikasi oleh pemerintah Indonesia, namun pemerintah Indonesia tidak melindungi, menjamin dan mencegah terjadinya perampasan Hak Hidup Orang Papua.

Pelanggaran HAM terus terjadi melalui tindakan aparat Negara (TNI/POLRI) yang mengorbankan nyawa orang Papua. Sebagai bentuk Keprihatinan dan Solidaritas bagi para korban Pelanggaran HAM di tanah Papua. Solidaritas Pelanggaran HAM melakukan Kegiatan Aksi:

1). Doa,

2). Pemasangan Lilin dan,

3). Nonton Video Dokumenter Paniai Berdarah, 08 Desember 2018.

 

Aksi dilakukan dalam rangkah memperingati 70 tahun Hari Hak Asasi Manusia, 10 Desember 1948 – 10 Desember 2018 dan 57 Tahun Pelanggaran HAM di tanah Papua, 1961-2018. Tempat kegiatan adalah Lingkaran Abepura, jam 17.00 – 21.00 Waktu Papua.

 

Berikut Pernyataan Sikap:

PERNYATAAN SIKAP

SOLIDARITAS PELANGGARAN HAM UNTUK PAPUA

KAMI TIDAK LUPA…!!!

Semua Kekerasan Negara

Kami Tidak Lupa…!!! Kami Tidak Lupa…!!!  Dan Kami Tetap Tidak akan Lupa …!!!

Kami Tidak Lupa…!!!

Peristiwa-peristiwa kekerasan Negara sejak tahun 1961, yang dimulai dengan pemakluman TRIKORA oleh Presiden Soekarno dan diikuti dengan Operasi-Operasi Militer, antara lain:

  1. Operasi Sadar (dimulai 27 September 1962 sampai 15 November 1962)
  2. Operasi Wisnamurti (dimulai 5 Januari 1963) Operasi sadar (mulai tanggal 3 Agustus 1965 sampai tahun 1967) untuk menumpas OPM
  3. Operasi wibawa (dimulai tanggal 22 Februari 1969)
  4. Operasi Pamungkas
  5. Operasi Sapu bersih I dan II
  6. Operasi Koteka (Pembantaian tahun 1977)
  7. Operasi Galang I dan Galang II (1983 – awal tahun 1984)
  8. Operasi Tumpas yang dilaksanakan dibawah Komando Pasukan Kopasanda (Kopasus)

Kami Tidak Lupa …!!!

Kekerasan Negara melalui Operasi militer yang mengakibatkan Rakyat sipil kehilangan harta benda, kehilangan nyawa dan terjadi pengungsian besar-besaran.

Kami Tidak Lupa…!!!

Tragedi Byak Berdarah (1998). Kami Tidak Lupa Tragedi Wamena Berdarah (2000), Kami Tidak Lupa Tragedi Wasior Berdarah, Kami Tidak Lupa Pembunuhan Tokoh-Tokoh Papua dan masih banyak lagi tragedi kemanusiaan di tanah Papua yang dikategorikan sebagai Pelanggran HAM dan tidak pernah diselesaikan oleh Negara.

Pada hari ini, Kami Tidak Lupa, Peristiwa Oneibo Berdarah (Deiyai, Agustus 2017).

Hari ini, tepat 08 Desember 2018,  Kami Tidak Lupa….!!!

Peristiwa Paniai Berdarah yang terjadi pada 08 Desember 2014, mengakibatkan 4 orang siswa meninggal dunia. Atas semua Peristiwa ini, Kami Tidak Lupa…!!! Janji JOKOWI untuk menuntaskan Pelanggaran HAM di Papua.

Maka pada hari ini, 08 Desember 2018, Kami menyatakan bahwa:

  1. Pemerintah Indonesia Harus Bertanggungjawab Atas Semua Peristiwa Kejahatan Kemanusiaan di West Papua yang dilakukan oleh Negara sejak tahun 1961 – 2018.
  2. Segera Menarik Militer (organik dan non organik) di seluruh teritorial West Papua.
  3. Meminta PBB melalui Dewan HAM untuk menginvestigasi Pelanggaran HAM yang terjadi di West Papua sejak tahun 1961 sampai 2018.
  4. Segera Membuka Akses Jurnalis Internasional di West Papua.
  5. Hak Menentukan Nasib Sendiri adalah Solusi Penyelesaian Persoalan West Papua.

 

Demikian Pernyataan Sikap

KAMI TIDAK AKAN LUPA …!!!

Tabi, West Papua, 08 Desember 2018

Mamta

 

 

(…………………………………………………)

Saireri

 

 

(…………………………………………………….)

 

Mee-pago

 

 

(………………………………………………….)

 

La-pago

 

 

(…………………………………………………..)

Doberai

 

 

(……………………………………………………)

Anim – Ha

 

 

(……………………………………………………)

 

Bomberai

 

 

 

(…………………………………………….)

 

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Praduga di Nduga
Next Article Siaran Pers : ELSHAM Papua; Mari bersama putuskan mata rantai kekerasan pelangaran HAM di tanah Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Pemkab Yahukimo Luncurkan Penyaluran Bantuan Pangan ke 51 Distrik
Papua Pegunungan Tanah Papua
5 hours ago
Dari Rumah Sederhana di Wamena, Noken Rasta Menjelajah Indonesia hingga PNG
Ekonomi & Bisnis Perempuan & Anak
13 hours ago
Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
1 day ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
1 day ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?