Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kepergian Lukas Enembe Kado Natal Spesial Bagi Rakyat Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Headline > Kepergian Lukas Enembe Kado Natal Spesial Bagi Rakyat Papua
Headline

Kepergian Lukas Enembe Kado Natal Spesial Bagi Rakyat Papua

admin
Last updated: December 27, 2023 13:30
By
admin
Byadmin
Follow:
699 Views
2 years ago
Share
SHARE

Oleh: Ones Suhuniap

Iklan Nirmeke

Kematian Lukas Enembe kemenangan bagi oligarki Imperialisme dan kolonial Indonesia.

Lukas Enembe Dibunuh Secara sistematis dan terstruktur untuk memuluskan investasi sumber alam Papua semakin masif di Papua.

Jakarta hanya mengejar mimpi Indonesia Emas perayaan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 20245.

Retorika Pembangunan kesejahteraan dan kemakmuran, keadilan dan pemerataan hanya kamuflase penguasa dengan politik penaklukan dan pencaplokan sedang dimainkan di Papua.

Indonesia tidak peduli terhadap nasib orang Papua, indeks pembangunan manusia tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia. Mereka menginginkan Sumber daya alam yang melimpah di bumi cenderawasih ini daripada manusia. Ini kemanusiaan orang Papua di Indonesia tidak ada artinya. Dilihat dari hak asasi manusia Lukas Enembe tak berdaya terkesan pembunuhan secara sistematis dan terstruktur karena almarhum terkesan bandel Terhadap Jakarta.

Kebijakan dan sikap sering kali kontradiksi dengan kebijakan Jakarta, tidak politik Jakarta bagi Papua ditolak Lukas Enembe. Mulai dari Penyusunan Undang-undang otonomi plus ditolak Jakarta, penolakan pemekaran provinsi baru di Papua, sikap Lukas Enembe saat rasisme 2019, penolakan otonomi khusus jilid II dan Investasi Blok Wabu di Intan Jaya. Sikap Lukas Enembe menolak kebijakan politik Jokowi di Papua ini dilakukan dilihat secara negatif dan dipolitisir oleh Jakarta.

Untuk melengserkan kekuasaan Lukas Enembe melalui kasus korupsi beasiswa mahasiswa di luar negeri dan terakhir menyeret kasus korupsi 1 M di lingkungan pemerintah Provinsi Papua.

Pernyataan almarhum Lukas Enembe yang terakhir adalah dimana beliau secara terbuka sampaikan bahwa Nduga menangis, Intan Jaya menangis Puncak Ilaga menangis dan Pegunungan Bintang menangis. Orang Papua juga berhak bahagia Pernyataan itu disampaikan oleh Lukas Enembe dalam suatu acara di Papua dan Video tersebar di platform media sosial.

Baca Juga:  Hantu Kapitalisme Dibalik Stigma Miskin Esktrim di Wamena

Penangkapan terhadap Lukas Enembe diproses hukum hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya terkesan hak diabadikan. Ada diskriminasi dalam penegakkan hukum terhadap Lukas Enembe sebagai manusia memiliki hak hidup, hak pengobatan dan hak keadilan atas nama keadilan dan kemanusiaan.

Lukas ditangkap KPK dan kepolisian di Jayapura dalam keadaan sakit, kemudian dibawa ke Jakarta dan diadili di pengadilan dalam kondisi sakit. Seharusnya pihak penegak hukum terutama KPK berikan akses seluas-luasnya untuk berobat sampai dengan sakitnya sembuh total dipanggil secara terhormat dan melakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan terbukti bersalah bisa diadili di pengadilan apabila beliau benar -benar siap menghadapi dalam keadaan sehat secara fisik maupun mental.

Namun Lukas Enembe dalam keadaan sakit ditangkap secara mental beliau terganggu kesehatannya semakin buruk hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Dari sini kita bisa lihat ada unsur kesengajaan dilakukan untuk membunuh Lukas Enembe secara sistematis dan terstruktur baik pembunuhan secara fisik maupun mental.

Orang Papua siapa pun dia baik pejabat atau rakyat dilihat sebagai manusia kelas dua di Indonesia, diskriminasi dalam penegakkan hukum Bagian Dari Praktek rasisme itu masih ada terhadap orang Papua.

Rasisme terhadap orang Papua akan selalu selama orang Papua masih hidup bersama Indonesia sebagai bangsa terkoloni.

Orang asli Papua apa pun status sosialnya orang Papua bangsa yang terjajah, martabat manusia Papua akan selalu diinjak- injak sebagai bangsa lemah selama Indonesia di Papua.

Indonesia tidak akan pernah memberikan ruang kepada rakyat Papua sebagai manusia Papua. Hak Politik, hak asasi dan hak keadilan tidak berpihak kepada rakyat Papua sekalipun pejabat dalam sistem kolonial Indonesia.

Lukas Enembe jadi tumbal kedaulatan Indonesia di Papua dan tumbal memuluskan kepentingan Oligarki Nasional dan oligarki Imperialisme untuk investasi sumber alam di Papua.

Baca Juga:  Harta Benda Milik Masyarakat Sipil di Kwiyawage Dijarah Militer Indonesia Ketika Melakukan Pencarian Pilot Susi Air

Tidak harapan hidup dan masa depan bangsa Papua semakin curam bersama Indonesia, ancaman kepunahan sangat serius. Etnosida Genosida dan Ekosait di Papua semakin memburuk Papua.

Sekalipun Lukas Enembe Sebagai Gubernur Papua sebagai Kaki tangan dan pilar kolonial di Papua. Terlepas sebagai dari status sosial dalam sistem kolonial kami sebagai orang Papua merasa duka yang mendalam sebagai manusia atas semua derita yang ditanggung beliau.

Lukas Enembe juga bagian dari korban dari praktek kolonial, meninggal Lukas Enembe sama hal kematian orang Papua secara sistematis masif dan terstruktur selama ini.

Meninggal Lukas Enembe di rumah sakit Di Jakarta dengan status bangsa terjajah. Selamat Jalan Lukas Enembe, Engkau kado Natal sepesial bagi rakyat Papua.

Sebagai Orang Papua dan Lukas Enembe bagian dari rakyat Papua yang masih terjajah Kami Badan Pengurus KNPB Pusat, 32 KNPB wilayah serta KNPB Konsulat menyampaikan turut berduka atas meninggalnya anak bangsa Papua terbaik orang Papua miliki.
Kenangkan Lukas Enembe Sebagai anak bangsa dalam sejarah penindasan ini. Kepergian Lukas Enembe Sebagai Kado Natal Bagi rakyat Papua oleh Jakarta.

Selamat Jalan Lukas Enembe, Selamat Berduka Rakyat terjajah dari Raya Ampat sampai Merauke. Kami KNPB sampai wilayah serta konsulat juga turut Berdua cita atas meninggalnya Aktivis Perempuan Pro Kemerdekaan Papua Zusan Griapon yang meninggal pada 26 Desember 2023 di rumah sakit Abepura.

Kami sangat kehilangan aktivis perempuan hebat berani berdiri melawan kolonial Indonesia di Papua.
Selamat jalan dan terima kasih untuk pengabdianmu untuk tanah air. Selamat jalan kawan roh perlawanan akan selalu bersama kami.

Selamat Berduka Rakyat Papua.

)* Jubir Nasional KNPB Pusat

Related

You Might Also Like

Seorang Balita Meninggal Dunia di Tempat Pengungsian di Yahukimo

Populasi Suku Hugula (Wamena) Sudah Mulai Merosot?

Sepuluh Strategi RI Taklukan Bangsa Papua Barat

Bendera Papua Barat Dikibarkan Dalam Kunjungan Paus Fransiskus di Timor Leste

Calon Kepala Daerah di Papua Pegunungan Diwajibkan Sampaikan Visi Misi Pakai Bahasa Ibu

TAGGED:Aktivis Perempuan Pro Kemerdekaan Papua Zusan GriaponLukas Enembe MeninggalPapua Berduka

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Buka Chrismas Week Festival 2023, Velix Wanggai: Iven Harus Digelar Setiap Tahun
Next Article ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe: Pemimpin dan Tokoh Peradaban Bangsa Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Pegiat Literasi Salurkan Buku Bacaan untuk Pemuda Gereja Baptis Onggeme, Dorong Generasi Muda Cintai Pendidikan
Pendidikan Sastra
2 days ago
Komisi B DPRK Jayawijaya Soroti Sektor Pertanian, Koperasi, dan Pasar dalam Rekomendasi LKPJ 2026
Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Baca juga
Headline

Amnesty International Indonesia Mengutuk Keras Pelaku Mutilasi Almarhum Tatina Murib

3 years ago
HeadlineOlaraga

Persigubin FC Sukses Juara Liga IV, Siap Melangkah ke Liga III Nasional

1 year ago
HeadlineTanah Papua

Belum ada Titik Terang, Pencarian Pilot Susi Air Diperluas ke Yahukimo dan Puncak

3 years ago
HeadlineInfrastrukturTanah Papua

Gubernur Papua Pegunungan Ancam Tempuh Jalur Hukum Terkait Penyalahgunaan Dana Lahan Kantor Gubernur

1 year ago
HeadlineTanah Papua

Jayawijaya Jadi Kota Ninja, Banyak Orang Bawah Pedang Panjang Mirip Samurai

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Uskup Jayapura Larang Pemerintah Bangun Kantor Gubernur di Kebun Masyarakat Adat Wouma dan Welesi

2 years ago
HeadlineTanah Papua

Benny Wenda Bicara di Forum MSG, Delegasi RI Walk Out!

3 years ago
HeadlineTanah Papua

LBH Papua Akan Layangkan Gugatan Hukum Terhadap Aduan Korban Perampasan Lahan Masyarakat Adat di Wamena

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?