Wamena, nirmeke.com – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) merilis pernyataan resmi terkait seruan mobilisasi pasukan menuju apa yang mereka sebut sebagai “revolusi total”.
Seruan ini disampaikan menyusul upacara militer yang dipimpin oleh Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, di Markas Gilonik, Kamis (19/2/2026) dalam video siaran persnya .
Dalam siaran pers ke-IV tersebut, Lekagak Telenggen didampingi oleh sejumlah pimpinan wilayah, di antaranya Panglima Kodap Sinak Brigjend Teni Kulua, Panglima Kodap XXVI Kiyawage Brigjend Lais Murib, dan Panglima Kodap XXVIII Yambi Brigjend Tengamati Enumbi.
Instruksi Persiapan Logistik dan Pasukan Lekagak Telenggen menginstruksikan kepada seluruh pasukan yang tersebar di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) di seluruh Tanah Papua untuk segera mempersiapkan personel dan logistik militer.
Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk upaya merebut kembali kemerdekaan yang diklaim telah ada sejak 1 Desember 1961.
“Saya menyerukan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Kodap untuk menyiapkan pasukan dan logistik militer, siap berperang menuju revolusi total,” ujar Lekagak dalam keterangan tertulis yang diterima dari juru bicara TPNPB.
Dalam pernyataannya, Lekagak juga memberikan pesan yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menuding pemerintah Indonesia melakukan agresi militer secara sepihak dan menduduki wilayah Papua.
Menanti Komando Panglima Tinggi Senada dengan seruan tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB melalui Juru Bicara, Sebby Sambom, meminta seluruh satuan mulai dari tingkat Pos, Batalyon, hingga Kodap untuk melakukan pengecekan inventaris senjata dan kelengkapan perang lainnya.
Pengecekan massal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum perintah resmi dikeluarkan oleh pimpinan tertinggi mereka.
“Persiapan menuju revolusi total harus dilakukan sebelum perintah perang melawan aparat militer dikeluarkan secara resmi oleh Panglima Tinggi, Jenderal Goliath Naaman Tabuni,” tegas Sebby Sambom dalam laporan tersebut.(red)*
