Yahukimo, nirmeke.com – Pemerintah Kabupaten Yahukimo melalui Asisten II Bidang Perekonomian, Bongka Sumule, menyerahkan bantuan bahan makanan berupa 1 ton beras kepada Kepala Distrik Panggema, Otopius Menggaruk, untuk masyarakat Hutkimo yang terdampak wabah penyakit dan kelaparan.
Bantuan tersebut diserahkan di Lapangan Hutkimo dan diantar langsung oleh Kepala Distrik Panggema sebagai respons atas situasi darurat kesehatan yang dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 22 orang warga.
Wilayah Hutkimo mencakup 7 gereja dan sekitar 13–14 kampung yang tersebar di tiga distrik dan dua kabupaten. Empat kampung berada di Distrik Panggema dan dua kampung di Distrik Pronggoli, Kabupaten Yahukimo. Sementara tujuh kampung lainnya berada di Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo.
Kepala Puskesmas Panggema, Albertina Ilintamon, menjelaskan penyakit yang dominan menyerang warga adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk, pilek, dan beringus, serta pneumonia. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pasien mengalami sakit berat hingga meninggal dunia.
Tim medis dari Puskesmas Panggema telah melakukan pelayanan kesehatan selama tiga hari di Hutkimo. Namun, keterbatasan fasilitas kesehatan dan medan yang sulit menjadi kendala serius dalam penanganan pasien.
“Harus ada pelayanan yang lebih serius dari semua pihak untuk menyelamatkan masyarakat yang sedang sakit di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan medis, Otopius Menggaruk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang kemudian merespons dengan bantuan beras 1 ton sebagai upaya mengatasi kelaparan yang memperburuk kondisi warga.
Distribusi bantuan dilakukan ke Kampung Tonggoy dan Kampung Kemumanggen dengan dukungan transportasi udara. Namun, keterbatasan armada pesawat membuat distribusi logistik belum maksimal. Idealnya, dua pesawat dibutuhkan untuk mengangkut seluruh bantuan.
Di sisi lain, masyarakat dari tujuh kampung di Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, menyampaikan keluhan karena belum mendapatkan pelayanan kesehatan memadai. Mereka meminta pemerintah daerah Yahukimo dan Yalimo segera turun tangan secara serius dan kemanusiaan.
Perwakilan masyarakat Hutkimo, Yehuda Aliknoe, menyatakan jumlah korban meninggal telah mencapai 22 orang dan kasus sakit terus bertambah.
“Kami sangat berharap pemerintah segera membantu menyelamatkan masyarakat yang sedang sakit. Di Hutkimo belum ada puskesmas atau pos pelayanan kesehatan, sehingga layanan kesehatan sangat sulit diakses,” katanya.
Warga juga meminta pemerintah membangun Polindes atau Posyandu permanen di Hutkimo agar pelayanan kesehatan bagi tujuh gereja dan belasan kampung dapat terpenuhi. Selain wabah penyakit, masyarakat menghadapi kelaparan berkepanjangan karena aktivitas berkebun terganggu akibat situasi duka dan keterbatasan tenaga kerja.
Usai penyaluran bantuan, pemerintah distrik dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo, termasuk Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, serta jajaran Puskesmas Panggema yang telah berkontribusi dalam penanganan darurat ini.
Meski bantuan awal telah disalurkan, masyarakat berharap langkah tanggap darurat tidak berhenti pada distribusi beras semata, tetapi diikuti penanganan medis berkelanjutan dan pembangunan fasilitas kesehatan permanen di wilayah terisolasi tersebut.(*)
Pewarta: Vekson Aliknoe
