Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Pembangunan TMMD Di Ibele Cara TNI Kuasai Lahan Masyarakat Adat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pembangunan TMMD Di Ibele Cara TNI Kuasai Lahan Masyarakat Adat

Pembangunan TMMD Di Ibele Cara TNI Kuasai Lahan Masyarakat Adat

admin
Last updated: March 8, 2021 23:29
By
admin
Byadmin
Follow:
5 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Masyarakat adat kabupaten Jayawijaya pada umumnya dan khusus distrik Ibele merupakan komunitas-komunitas yang hidup berdasarkan asal-usul leluhur secara turun-temurun di atas suatu wilayah adat. Namun, eksistensi mereka terancam di tengah banyak upaya penjarahan Sumber Daya Alam (SDA) dan pengalihan fungsi tanah yang menyingkirkan hak-hak masyarakat adat.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut disampaikan Satya Hilapok, Badan Pengurus Ikatan Elima kota Jayapura yang juga penanggung jawab tim penolakan TMMD distrik Ibele dalam jumpa persnya di sekretariat Elima. Minggu, (8/3/2021).

Masyarakat Adat memiliki kedaulatan atas tanah, kekayaan alam, dan kehidupan sosial budaya yang diatur oleh Hukum adat dan Lembaga adat yang mengelola keberlangsungan kehidupan masyarakatnya. Namun, hingga kini masih banyak masyarakat adat yang terusir dari daerah mereka sendiri akibat ekspansi lahan pertambangan atau perkebunan kelapa sawit skala besar di tanah Papua.

“Selaras dengan UUD 1945, secara khusus, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 18B ayat (2), pasal 28I ayat 3 UUD NRI 1945. Kedua pasal merupakan dasar hukum dalam melindungi masyarakat adat dari segala bentuk penindasan perampasan,” katanya.

Lanjutnya, Melihat dengan motif pendekatan Dandim 1702 Jayawijaya penjelasan tidak jelas, sehingga kami mahasiswa Elima terdiri dari delapan distrik yaitu, Distrik Hubikosi, Hubi kiak, Pelebaga, Ibele, Taelarek, Nanggo Trikora dan Mutsalfak menolak dengan tegas kehadiran TMMD di distrik Ibele, karena media cetak maupun elektronik pada tanggal 22 dan 24 Februari 2021 tidak sesuai dengan sosialisasi terhadap masyarakat, sehingga Dandim 1702 dengar tuntutan penolakan TMMD oleh mahasiswa dan masyarakat yang punya hak Ulayat.

“Kami mahasiswa dan masyarakat Ibele mengutuk dengan keras kepada kepala distrik dan ketua LMA Ibele yang mengatas namakan masyarakat Ibele,” katanya.

Dia juga menegaskan, masyarakat yang dirugikan merupakan suku Wetipo Dabili, dan Wetipo Hilapok sehingga Beberapa hari yang lalu wawancara segelintir orang yang mengatasnamakan pemilik hak waris itu tidak benar dan oknum-oknum yang mengklaim beberapa hari itu segera bertanggung jawab.

Iberanus Hilapok, penanggung jawab tim penolakan TMMD distrik Ibele menegaskan pendekatan yang dibangun oleh militer di Papua selalu dengan cara/atas nama program pembangunan rumah, jalan dan infrastruktur lainnya guna mendekati dan memperdaya masyarakat adat untuk merampas hak atas lahan mereka di kemudian hari.

“Perampasan lahan masyarakat adat ini sering terjadi, atas nama pembangunan bawah program kasih senang masyarakat lalu kuasai tempat mereka untuk mengeksploitasi SDA,” tegasnya.

Mahasiswa melihat dampak yang akan datang dimana lahan masyarakat adat akan dikuasai oleh TNI, lalu bagaimana dengan nasib anak cucu generasi yang akan datang tidak memiliki lahan untuk membangun rumah.

“Kami akan jadi tamu di rumah (tanah) sendiri, karena lahan kita sudah di kasih ke pihak TNI oleh orang tua kita karena di iming-imingi rumah dan pembangunan serta uang,” katanya.

Dengan Alasan ini, kami yang tergabung di Ikatan Elima dari delapan Distrik menolak tegas kehadiran TNI di tanah adat kami atas nama pembangunan TMMD. (*)

Reporter: 
Editor :  Aguz Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Bupati Befa Dan TVRI Diminta Segera Klarifikasi Pemuatan Gambar Tanpa Izin
Next Article MRP Serahkan Buku RDP Otsus kepada Gubernur Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?