JAYAPURA, NIRMEKE.COM — Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) menggelar Sidang Pleno I untuk memperkuat arah kerja organisasi kemahasiswaan dan mengawal program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) agar berjalan terarah dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kampus Bawah, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (15/10/2026), dengan mengusung tema “Mengesahkan Arah Kerja, Menguatkan Fungsi Perwakilan Mahasiswa.”
Sidang pleno ini menjadi forum resmi bagi unsur DPM dan BEM untuk membahas, mengevaluasi, serta menetapkan arah program kerja organisasi. Forum tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan ide, saran, dan gagasan demi memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan di lingkungan FISIP Uncen.
Ketua DPM FISIP Uncen, Agus Wilil, mengatakan Sidang Pleno I merupakan tahapan penting untuk mengesahkan program kerja BEM sekaligus memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai dengan tujuan dan keputusan bersama.
Menurut Agus, forum tersebut bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami arah kerja, tanggung jawab, serta peran masing-masing dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Forum ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang bagi kita untuk memahami arah kerja organisasi kemahasiswaan di lingkungan akademik. Melalui proses ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan teladan dan mengambil bagian dalam pembentukan sumber daya manusia melalui tahapan kaderisasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam setiap kegiatan penguatan kapasitas diri. Menurutnya, proses pembelajaran dan pengalaman berorganisasi yang dijalani saat ini akan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tanggung jawab pada masa mendatang.
Agus mengajak seluruh pengurus dan mahasiswa untuk bersama-sama mengawal hasil sidang pleno agar keputusan yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata.
Ia berharap organisasi kemahasiswaan dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, meningkatkan keterampilan, serta membentuk kepemimpinan mahasiswa yang terarah dan bertanggung jawab.
“Keutuhan organisasi kemahasiswaan harus dibangun melalui kerja sama yang baik, arah dan tujuan yang jelas, serta komitmen bersama. Dengan begitu, organisasi dapat memberikan kontribusi positif dan melahirkan kader-kader mahasiswa yang mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik,” tutup Agus.(*)
Reporter: Agus Wilil

