Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Antara Pejabat Uang atau Pejabat Rakyat
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Antara Pejabat Uang atau Pejabat Rakyat

Antara Pejabat Uang atau Pejabat Rakyat

admin
Last updated: March 7, 2019 14:43
By
admin
Byadmin
Follow:
561 Views
7 years ago
Share
SHARE

*Oleh: Gadabi Aleks

Iklan Nirmeke

Banyak intelektual berkecimpung dalam organisasi praktis untuk menjadi seorang pemimpin apalagi ranah partai politik praktis adalah hegemononi yang memang kita tidak bisa meminimalisir dengan kekuatan ideologi perlawanan kita untuk pembebasan tanah air karena ketidak konsistensi kita terhadap garis perjuangan.

Kekuatan ekonomi pun kita masih mengandalkan pada uang otonomi khusus sehingga banyak dogma-dogma di ciptakan orang kita sendiri untuk mengdewakan kalo Bernecis sebagai satu-satunya menjadi tuan di negeri sendiri melalui berbagi doktrin-doktrin dalam kehidupan.

Kecelewengan intelektual memang patut di pertanyakan tetapi juga menjadi analisis atas penyalagunaan karena penindasan di atas penindasan kaum elit lokal mejalankan sebagai penindasan berlipat ganda terhadap rakyatnya (penindasan dari dalam) dengan berbagai dahli untuk kekuasaan semata.

Demi kekuasaan semata itu kita sendiri telah menjadi partai pelopor penindas dan pemusnah bangsa sendiri. Kekuasaan itu kita anggap sebagai Mahakuasa yang memang tidak bisa di lepaskan dari kehidupan nyata. Bagaimana kita melawan nafsu kekuasaan itu adalah kembali pada setiap individu kita untuk melawan diri dengan menolak segala kemapanan demi tanah air dan anak cucu.

Kita lihat bagaimana anak-anak muda Papua menghianati diri dan mulai berajakulasi atas nama kekuasaan dengan mencalaonkan diri jadi Bupati, DPR dengan terjerumus kedalam kepentingan sesaat yang memang kolonial tawarkan dalam berbagai paket lapangan pekerjaan agar kita melupakan jalan tua milik tete nene moyang wariskan di pundak untuk memperjuangkannya.

Padahal, kita bisa lihat kebutuhan mendesak kita hari ini adalah bagaimana kita belajar taktik dan metode untuk mengorganisasi rakyat kita yang tertindas untuk bangkit melawan penindasan yang semakin kental bagai es batu dalam berbagai lini hidup yang di prakarsai oleh kolonialisme yang besar dan di lindungi oleh militerisme yang rapat rapi membungkus kehidupan kita ini.

Ini bukan takdir juga bukan misteri jika secara nurani menyadari bahwa hidup dalam sebuah kebebasan adalah dambaan setiap insan manusia di muka bumi berarti kita harus kembali kepada garis perjuangan untuk menentukan kehidupan kita sendiri di atas bangsa sendiri supaya ko bisa hidup tanpa tekanan apapun dan dari manapun.

Salam

*Aktivis Pendidikan di tanah Papua 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Solidaritas anti Miras akan demo kantor Wali Kota, ini reaksi Tomi Mano
Next Article SAMN kecewa, Aksi demo Miras di Wali kota di hadang TNI/Polri 
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
15 hours ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?