WAMENA, NIRMEKE.COM — Turnamen Sepak Bola Pemuda Baptis Cup 2026 siap digelar di Lapangan Sepak Bola Yomaima, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kompetisi yang melibatkan pemuda lintas denominasi gereja Protestan dan Katolik tersebut dijadwalkan resmi dibuka pada Jumat, 9 Oktober 2026, dan berlangsung selama satu bulan.
Sebanyak 48 tim akan ambil bagian dalam turnamen tersebut, terdiri dari 32 tim putra dan 16 tim putri.
Ketua Panitia, Yeslin Yoman, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan turnamen telah dipersiapkan dan ditargetkan berjalan sesuai agenda.
Sebelum pembukaan, panitia akan menggelar technical meeting pada Kamis (8/10/2026).
“Pembukaan akan digelar pada Jumat, 9 Oktober 2026, sedangkan technical meeting dilaksanakan Kamis, 8 Oktober 2026. Target panitia, pelaksanaan turnamen ini dapat berjalan dalam waktu normal selama satu bulan,” ujar Yeslin.
Yeslin juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor dan pihak yang telah mendukung penyelenggaraan turnamen.
Ia berharap dukungan juga datang dari PSSI Kabupaten Jayawijaya maupun PSSI Provinsi Papua Pegunungan untuk ikut memantau jalannya kompetisi.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada sponsor yang sudah merespons dan mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini. Kami juga memohon dukungan dari PSSI Kabupaten maupun Provinsi untuk ikut memantau jalannya kompetisi,” katanya.
Selain itu, panitia mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sejak menjelang pembukaan hingga turnamen berakhir.
Ketua Departemen Pemuda Baptis West Papua, Akia Wenda, mengatakan Pemuda Baptis Cup 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang positif bagi generasi muda.
Menurutnya, turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT dan Natal Departemen Pemuda Baptis yang akan berlangsung pada 9–14 Desember 2026.
“Tujuan utama turnamen ini adalah merespons dinamika sosial dengan menyediakan ruang aktivitas yang konstruktif bagi generasi muda, sekaligus membentuk karakter yang disiplin, tangguh dan sportif,” kata Akia.
Ia mengatakan turnamen tersebut juga menjadi sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi sepak bola pemuda-pemudi gereja, baik dari kalangan Kristen Protestan maupun Katolik.
Selain kompetisi, ajang tersebut diharapkan dapat mempertemukan pemuda dari berbagai wadah pelayanan gereja dan mendorong kolaborasi organisasi kepemudaan.
Akia menegaskan perbedaan tempat pelayanan maupun denominasi gereja tidak harus menjadi penghalang bagi pemuda untuk membangun kebersamaan.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan dan kolaborasi pemuda di Wamena.
“Perbedaan tempat pelayanan tidak menjadi penghalang, melainkan dipersatukan melalui olahraga. Melalui sinergi pemuda gereja lintas denominasi, kita bersama-sama membangun kebersamaan demi mewujudkan Wamena yang aman, nyaman, indah dan damai,” pungkasnya.(**)

