Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Dua Dekade Terisolasi: Warga Lokpon Yahukimo Menanti Terang Pendidikan, Kesehatan, dan Listrik
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kabar Daerah > Infrastruktur > Dua Dekade Terisolasi: Warga Lokpon Yahukimo Menanti Terang Pendidikan, Kesehatan, dan Listrik
InfrastrukturTanah Papua

Dua Dekade Terisolasi: Warga Lokpon Yahukimo Menanti Terang Pendidikan, Kesehatan, dan Listrik

admin
Last updated: July 22, 2025 14:42
By
admin
Byadmin
Follow:
260 Views
1 year ago
Share
Yahya Pfombosakap, kepala suku saat diwawancarai - Yefta Lengka/Nirmeke
SHARE

Yahukimo, nirmeke.com — Di tepian Sungai Lokpon, Kampung Muruku, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, hidup sekelompok warga yang hingga hari ini masih bergulat dengan keterisolasian. Sudah lebih dari 20 tahun, mereka menanti hadirnya fasilitas dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan penerangan listrik yang layak. Namun harapan itu masih sebatas mimpi.

Iklan Nirmeke

“Kami di sini tidak punya sekolah, anak-anak cuma main, padahal mereka ingin sekolah seperti anak-anak di kota,” ujar Yahya Pfombosakap, kepala suku di wilayah tersebut dengan nada suaranya yang pelan, namun sarat kegelisahan.

Kabupaten Yahukimo, yang berdiri sejak 2002 di wilayah adat Momuna, kini telah berusia lebih dari dua dekade. Dengan 51 distrik dan 518 kampung, tantangan geografis memang menjadi hambatan tersendiri. Namun warga mempertanyakan, mengapa hingga kini akses dasar di jantung kabupaten, seperti di Distrik Dekai, belum sepenuhnya terpenuhi.

Warga menuturkan, saat pelabuhan dan terminal Sungai Lokpon diresmikan beberapa waktu lalu, mereka sempat menyampaikan langsung permohonan kepada Bupati. Mereka berharap adanya sekolah, fasilitas kesehatan, serta pemekaran kampung untuk mendekatkan pelayanan publik. Namun hingga kini, permohonan itu belum membuahkan hasil nyata.

Baca Juga:  335 Panwaslu Kabupaten Lanny Jaya Dilantik

“Kalau sakit, kami harus bayar mobil Rp700.000 sampai Rp1.000.000 pergi pulang. Kalau tidak ada uang, kami minta bantuan dari aparat TNI di pos KP3 untuk antar ke rumah sakit atau puskesmas. Kalau tidak, terpaksa jalan kaki,” lanjutnya.

Tragedi memilukan pun sempat terjadi. Seorang ibu, karena tak mampu membayar ongkos transportasi, terpaksa berjalan kaki sejauh tiga kilometer sambil menggendong anaknya yang sakit. Di tengah perjalanan, sang anak menghembuskan napas terakhir. “Itu baru satu contoh, mungkin masih banyak cerita lain yang belum diketahui orang luar,” ujar warga lain menahan sedih.

Masalah lain yang juga membebani warga Lokpon adalah soal listrik. Meski berada di wilayah ibu kota kabupaten, banyak kampung di Distrik Dekai belum teraliri listrik secara merata. Ironisnya, untuk penerangan sederhana dengan satu lampu, warga harus membayar iuran listrik Rp100.000 per bulan.

Baca Juga:  Jaring Aspirasi Masyarakat, MRP Papua Pegunungan Bertemu Tokoh-tokoh Adat Suku Wio

“Banyak yang datang tagih kami, orang luar. Kami bingung, harus bayar, kadang terpaksa pinjam uang karena tidak bisa menolak,” ucap seorang ibu rumah tangga yang juga tinggal di Lokpon.

Kini, harapan besar kembali disuarakan. Warga ingin pemerintah hadir secara nyata, bukan hanya untuk meresmikan bangunan, tetapi juga membangun kehidupan. Mereka ingin sekolah berdiri di tanah mereka, agar anak-anak tak lagi sekadar memandangi buku dari jauh.

Mereka ingin puskesmas hadir, agar tak ada lagi ibu yang harus memilih antara hidup anaknya dan ongkos transportasi. Mereka ingin listrik, bukan hanya untuk penerangan, tapi juga sebagai simbol bahwa mereka juga bagian dari Indonesia yang terang.

“Kami tidak minta yang mewah. Kami hanya ingin hidup yang layak sebagai warga di tanah sendiri,” tutup kepala suku tersebut.(*)

Pewarta: yefta Lengka

Related

You Might Also Like

Usai Nonton Bareng Film Pesta Babi, Pegiat Literasi Sepi Wanimbo Salurkan Dua Buku Karya Anak Papua

YLBHI Papua Pertanyakan Peran KemenkumHAM di Tengah Konflik Bersenjata di Papua

KNPB Terdaftar di Tanah Papua, Tuduh Lenis Kogoya “Boneka Jakarta”

Pemuda Gereja Longgika Tiom Gelar Seminar Sehari: Gembala Teladan dan Kreativitas Pemuda Jadi Sorotan

Warga Resah Dugaan Pungli di Jalan Trans Wamena–Tolikara, Desak Aparat Bertindak

TAGGED:Kampung MurukuWarga Lokpon Yahukimo

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Gubernur Papua Pegunungan: Ranperda Harus Menjadi Pedoman Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan kepada Masyarakat
Next Article Bupati Lanny Jaya Serahkan Bantuan Beras 61 Ton untuk 5 Distrik
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Pencaker Papua Pegunungan Desak Pemprov Beri Kejelasan Nasib CPNS Formasi 2024
Papua Pegunungan
15 hours ago
Mardi Hiluka Kembali Pimpin KNPB Wilayah Balim-Wamena
Tanah Papua
15 hours ago
Sengketa Tanah Aikima Lebih 30 Tahun, Warga Khawatir Konflik Adat Meluas
Papua Pegunungan
15 hours ago
Weragin Wanimbo Dilantik sebagai Ketua Sektor KNPB Jileme
Tanah Papua
17 hours ago
Baca juga
PolhukamTanah Papua

Ketua Forum Peduli Masyarakat Peleima Bantah Klaim Satgas Yonif 644/WLS Soal Penyaluran Bantuan di Ibele

1 year ago
Tanah Papua

Miras Dan Narkoba Telah Mengancam Eksistensi Kehidupan Orang Papua

2 years ago
Tanah Papua

Bupati Yunus Wonda: Konflik Papua Pegunungan Jangan Dibawa ke Kabupaten Jayapura

4 months ago
Tanah Papua

Inflasi Kabupaten Jayawijaya Turun Signifikan

2 years ago
PolhukamTanah Papua

KNPB Balim Barat Minta Victor Yeimo DibebaskanTanpa Syarat

3 years ago
Tanah Papua

Di Puncak Jaya, Oknum Polisi Tembak Mati ODGJ Karena Bawa Senapan Angin

3 years ago
OlaragaPapua Pegunungan

Menuju PON 2029, KONI Papua Pegunungan Perkuat Organisasi hingga Kabupaten

7 months ago
Tanah Papua

Keluarga dan 12 Suku Yahukimo Tolak ‘Bayar Nyawa’, Tuntut Keadilan untuk Vicktor Deyal

1 year ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?