Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Usir Pendudukan Indonesia Dengan Tolak Otsus dan DOB di West Papua
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Usir Pendudukan Indonesia Dengan Tolak Otsus dan DOB di West Papua

Usir Pendudukan Indonesia Dengan Tolak Otsus dan DOB di West Papua

admin
Last updated: July 1, 2022 19:04
By
admin
Byadmin
Follow:
4 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Berbagai Organisasi yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua mengelar Demostrasi Damai Penolak Otsus dan DOB di Papua, penolakan terus dilakukan oleh Mahasiswa dan Rakyat West Papua. Dalam aksi damai tersebut dua orang dilaporkan tewas ditembak oleh aparat kemanan Indonesia saat aksi demonstrasi penolakan wacana Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di Kabupaten Yahukimo. Protes ini juga digelar di beberapa kota di Indonesia, antara lain Jakarta dan Yogyakarta, Bandung, Malang, Jember, dan Bali.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dijelaskan Ambrosius Mulait, Sekretaris Jendral Aliansi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua Indonesia (AMPTPI), melalui pers release yang di terima media nirmeke.com. Belum lama ini.

Sekitar dua ribuan orang asli Papua memadati kantor DPRD Jayawijaya guna menentang wacana DOB pada 10 Maret lalu hal yang sama pada 10 Mei 2022 ribuan orang turun kejalan, semua kota-kota kantor NKRI diantaranya, Wamena, Jayapura, Paniai, Timika, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Biak, Sorong, Manokwari, Kaimana. Mereka menolak Kebijakan Pemerintah Indonesia, rakyat Papua dinilai rasis atas program Pendudukan di tanah Papua.

“Dimana aksi 10 Mei 2022 di Papua diperhadapkan dengan cara represif oleh aparat gabungan, dengan jumlah besar seribu personil di Jayapura. Sedangkan diluar Papua di Bali, Makasar mahasiswa Papua yang tergabung dalam Petisi Rakyat Papua direpresif. Selain itu di solidaritas Internasional di Timor Leste yang melakukan demostrasi di kedutaan Indonesia turut diangkut paksa oleh aparat,” ujarnya.

kata Mantan Tapol Papua ini, aksi-aksi yang sama dialakukan di berbagai daerah nasional, maupun Internasional mendesak Pemerintah Indonesia untuk menghentikan semua program yang tidak menguntungkan orang asli Papua. Bahwa rakyat Papua menilai program Otsus dan DOB merupakan pendudukan Indonesia di west Papua, yang akan merusak hak-hak orang Papua.

“Realitas beberapa pemekaran kabupaten yang ada saja terjadi operasi militer. Dalam operasinya terjadi pembunuhan dan membantai rakyat sipil Papua, apalagi dengan pemekaran provinsi, pasti orang Papua akan musnah,” kata Mulait.

Ia menegaskan, DOB adalah wacana yang tidak bisa dipisahkan dengan Otonomi Khusus jilid II. Keduanya mendapat penolakan keras dari rakyat Papua. Otsus dan DOB dianggap sama-sama tidak melibatkan orang asli Papua dalam perumusannya dan hanya akan memperpanjang konflik di tanah Papua. (*)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pengurus Baru HMP-LJ Kota Jayapura Periode 2022 – 2023 Dilantik
Next Article Pengurus Baru IPM-DM Jayapura Komitmen Buat Pelajar dan Mahasiswa Malagaineri Produktif
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
9 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?