Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Telaga Biru di Wamena harus dilestarikan
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Pariwisata > Telaga Biru di Wamena harus dilestarikan
Pariwisata

Telaga Biru di Wamena harus dilestarikan

admin
Last updated: September 21, 2026 18:02
By
admin
Byadmin
Follow:
456 Views
7 years ago
Share
SHARE

“Telaga biru ini berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, sehingga belum terlalu populer. Untuk itu kelestariannya harus dijaga karena bernilai sejarah bagi suku Dani. Telaga Biru ini perlu dikelola tapi juga harus dilestarikan dan pengelolaannya melibatkan masyarakat setempat.”

Iklan Nirmeke

Wamena, nirmeke.com – Telaga Biru atau Kali Biru merupakan salah satu destinasi wisata alam di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Lokasinya di sekitar 2 kilometer dari kota Wamena atau ditempuh dengan perjalanan darat sekira dua jam lamanya. Danau mungil dengan air berwarna biru Toska itu tepatnya berada di Distrik Maima.

Di sekitarnya masih terdapat pepohonan yang rindang dan masih alami. Sayangnya objek wisata ini belum diperhatikan sehingga keberadaannya tidak begitu popular. Dinas Pariwisata Jayawijaya diminta mengembangkan dan melestarikan ojek wisata alam Telaga Biru. Apalagi trend kunjungan wisatawan lima tahun terakhir di Papua meningkat.

Dalam Papua Dalam Angka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Tahun 2018 menyebutkan, tahun 2013 sebanyak 315 wisatawan (hanya mancanegara atau wisman). Begitu pun tahun 2014, hanya hanya 622 wisatawan (wisman), 2015 sebanyak 6.601 wisman dan 3.158 wisatawan domestik dengan total 9.759 wisatawan, sedangkan tahun 2016 sebanyak 6.231 wisman dan 4.285 wisatawan domestik dengan total 10.516 wisatawan, dan tahun 2017 sebanyak 10.276 wisman dengan total 10.276 wisatawan.

Baca Juga:  Wosi Akan Jadi Tempat Digelarnya Festival Budaya Lembah Baliem di Jayawijaya

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, bahkan meminta kepada warga setempat untuk melestarikan telaga biru. Bentuk pelestarian yang harus dilakukan yakni harus selalu menjaga keberadaan pohon-pohon di sekitar telaga agar tidak ditebang.

Selalu menjaga kearifan lokal setempat. Para pengunjung telaga tidak boleh membuang sampah plastik sembarangan.

Telaga biru ini merupakan salah destinasi wisata yang masih sangat alami dan jauh dari keramaian, terletak di Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya.

Telaga biru ini berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, sehingga belum terlalu populer. Untuk itu kelestariannya harus dijaga karena bernilai sejarah bagi Suku Dani.

“Telaga Biru ini perlu dikelola tapi juga harus dilestarikan dan pengelolaannya melibatkan masyarakat setempat,” kata Hari Suroto di Jayapura, Sabtu, 15 Juni 2019.

Menurut dia, perlu pemberdayaan masyarakat sekitar telaga, yakni dengan menggali potensi produk kerajinan khas atau kuliner khas setempat yang harus dipasarkan di sekitar telaga.

Menurut dia, Dinas Pariwisata setempat perlu mempromosikan telaga ini, baik dalam event-event pameran wisata maupun promosi melalui media daring atau online.

“Pelatihan sadar wisata dan pelatihan bahasa Inggris juga diperlukan untuk masyarakat setempat. Penataan lokasi dan penyediaan fasilitas pendukung, ini harus dikelola oleh Dinas Pariwisata setempat,” katanya.

Baca Juga:   Wisata Alam dan Sejarah Sumber Air Garam di Putagaima

Para pengunjung telaga juga diimbau agar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Telaga biru ini merupakan salah destinasi wisata yang masih sangat alami dan jauh dari keramaian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pengunjung tidak boleh berenang di telaga, sebab kawasan ini disakralkan oleh penduduk setempat. Warga setempat meyakini orang pertama di Papua berasal dari tengah danau tersebut. Konon di dasarnya terdapat honai.

Pemerintah setempat belum menjadikan Telaga Biru sebagai salah satu tujuan wisata. Pemerintah daerah disebut sedang membenah empat tempat wisata di Jayawijaya, terutama dalam rangka Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2019 dan persiapan PON 2020. Lokasi-lokasi yang dibenahi, di antaranya, tempat pemandian umum, Goa Kotilola, Pasir Putih dan Mumi, serta persiapan menuju lokasi Danau Habema. Di Sogokmo terdapat pemandian dan goa di Wosi. (*)

 

Sumber: Jubi.co.id 

 

Related

You Might Also Like

Dari Tanah Kering Menjadi Kampung Harapan: Cerita Kampung Wisata Aitok di Pegunungan Jayawijaya

Pelaku Pencaplokan Nama Owasiwasika Bukan Lain Pembunuh Sejarah dan Identitas Wilayah Huwulama

Wisata Sejarah Masuknya pekabaran Injil di Lembah Balim

Himpunan 12 Wisata Alam dan Kampung Budaya Wamena Siapkan Destinasi Sambut Wisatawan Agustus

Dibalik ketertingalan, Korowai menjadi ikon parawisata dunia

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua antara Hidup dan Mati
Next Article Hotel bintang tiga milik anak asli Jayawijaya resmi beroperasi di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

30 Atlet Taekwondo Jayawijaya Dipersiapkan Hadapi Papua Open dan Pra-PON
Olaraga
4 hours ago
HUT HMPT ke-22, KPA Tolikara Edukasi Mahasiswa tentang HIV/AIDS
Kesehatan Pendidikan
10 hours ago
Pencaker Papua Pegunungan Desak Pemprov Beri Kejelasan Nasib CPNS Formasi 2024
Papua Pegunungan
1 day ago
Mardi Hiluka Kembali Pimpin KNPB Wilayah Balim-Wamena
Tanah Papua
1 day ago
Baca juga
LensaPariwisata

Jadi incaran dunia, Papuansphoto hunting bersama dengan 20 Fhotografer dari China dan Hongkong

7 years ago
HeadlinePariwisata

Bukan Rumput Mei

3 years ago
Pariwisata

 Wisata Alam dan Sejarah Sumber Air Garam di Putagaima

3 years ago
PariwisataTanah Papua

Wapres Gibran Batal Hadiri Pembukaan FDS XV, Wamenpar Ni Luh Dijadwalkan Hadir

3 weeks ago
ArtikelPariwisata

SEBUT SAJA OWASI-OWASIKA

2 years ago
ArtikelPariwisata

Politik Owasi-owasika

2 years ago
PariwisataTanah Papua

Pra Festival Budaya Lembah Baliem 2026 Sajikan Empat Atraksi Utama, Angkat Tradisi Asli Hubula

2 months ago
PariwisataTravel & Kuliner

Sampah dan Owasi-owasika

6 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?