Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Senandung Derita Mama di Kaki Freeport
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Senandung Derita Mama di Kaki Freeport

Senandung Derita Mama di Kaki Freeport

admin
Last updated: March 28, 2019 12:58
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Oleh: Victor Yeimo

Iklan Nirmeke

Siang itu, 10 Mei 2018, dia mencuri pandanganku. Mama yang duduk termenung disana, depan jalan utama pelabuhan Pomako, Timika. “Mama sayang, apa yang sedang kau pikirkan? Ah, sudalah! ku tahu itu semua. Janganlah kau uraikan! sebab melihatmu saja saya sudah rapuh,” gumamku dalam hati yang sedang tersayat.

Paras wajahnya yang lesuh, dengan semua penderitaan yang terpendam. Menjalani hidup dalam rumah kumuh diatas sampah-sampah. “Mama sayang, kapal dan truk-truk pengangkut barang-barang milik Freeport dan Indonesia, yang sedang berlalu lalang tepat di depan rumahmu tak bakal memukau, apalagi menggugah hati mereka,” seruh ku dalam hancur.

Memang Freeport dan Indonesia tidak butuh engkau. Mahal harganya, dan mereka merasa rugi bila memberimu selembar papan atau seng, apalagi semen. Itulah watak kapitalis Freeport, yang setiap hari menghasilkan 114 milyar, 3,534 triliun per bulan atau 70 triliun per tahun dari gunung mu Memangkawi.

Mama sayang, yang mereka kasih padamu per hari 291.000 ton racun limbah Freeport, mengalir di Sungai Agawagon ke Otomona dan Ajikwa, tempat kau cari ikan dan mandi. Volume limbah itu akan bertamba dengan produksi baru Freeport yakni GBC, DMLZ hingga nanti Kucing Liar.

Mama sayang itu nama-nama produksi Freeport yang baru. Yang sudah mereka kuras adalah Estberg, GBT, Dos, Grasberg dan Big Gosan. Dari yang sudah itu telah meninggalkan limbah beracun mercuri di kawasanmu seluas 230 km2. Tentu akan lebih meluas kawasan pembuangan limbah beracun dengan produksi yang baru. Itu artinya kita mesti siapkan lonceng kematian, mama sayang.

Tidak ada masa depan kita dalam negara Republik Indonesia. Juga dalam kapitalisme AS. Mereka juga tidak butuh kita. Mereka lebih tergiur pada cadangan emas, tembaga, uranium, di gunung-gunung yang tak akan pernah habis-habis.

Mama sayang, sudahlah! Masuklah kesana! Lihat anak-anakmu yang terbaring lapar di dalam sana! Mereka pemilik masa depan, sebab masa depan itu pasti ada. Akh, kawanku Ones Nesta Suhuniap dan Huby Ferro, senandung kita pada jalan itu rapuh, walau kita tahu di setiap akar-akar pohon pinus adalah karaka tersebunyi. Ada waktu mama-mama Kamoro itu menghidangkannya.  

 
Sayang rakyat!
Jalan Pomako, Timika, 10 Mei 2018

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Samuel Tabuni:  Membangun Papua Harus Perbaiki Kesehatan dan Pendidikan 
Next Article Minimalisir kecurangan, Bawaslu gelar ToT
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
1 day ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Sidang Pleno II Musda I HIPMI Papua Pegunungan Tetapkan Antonius Wetipo sebagai Ketua Umum
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?