JAYAPURA, NIRMEKE.COM — Markus Haluk menekankan pentingnya melestarikan budaya lokal, memperkuat iman Katolik, dan meningkatkan literasi digital bagi generasi muda Papua.
Pesan tersebut disampaikan dalam pembekalan hari kedua Penerimaan Anggota Baru (PAB) Ikatan Pelajar Mahasiswa Pemuda Katolik Dekenat Pegunungan Tengah (IPMPKDPT) di Kapela Pilamo Angkasa, Kota Jayapura, Jumat (9/10/2026).
Pembekalan tersebut mengangkat tema “Berakar dalam Budaya, Bertumbuh dalam Iman, Berdaya Melalui Literasi Digital.” Tema ini mengajak mahasiswa baru untuk menjaga identitas budaya, menjadikan iman sebagai landasan moral, serta memanfaatkan teknologi digital secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Dalam penyampaian materi, Markus mengingatkan bahwa budaya merupakan akar identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Di tengah perubahan zaman, generasi muda diharapkan tidak kehilangan jati diri, bahasa, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat.
“Selain menjaga budaya, mahasiswa juga didorong untuk bertumbuh dalam iman Katolik sebagai landasan moral dan spiritual dalam membentuk karakter serta menjalankan tanggung jawab di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Menurut Markus, iman mendorong generasi muda untuk membangun persaudaraan, menghormati sesama, menjunjung kejujuran, menunjukkan kepedulian, dan mengembangkan semangat pelayanan.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan menyaring informasi, mengenali berita bohong atau hoaks, menggunakan media sosial secara positif, serta menghasilkan konten digital yang mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Markus menjelaskan, budaya, iman, dan literasi digital merupakan tiga unsur yang saling melengkapi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Budaya menjadi sumber identitas, iman memberikan arah dan landasan moral, sedangkan literasi digital membuka kesempatan bagi kaum muda untuk belajar, berkarya, dan menyebarkan nilai-nilai positif di tengah masyarakat,” ujar Haluk.
Markus berharap melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru IPMPKDPT diharapkan terlibat aktif dalam kehidupan organisasi, Gereja, dan masyarakat. Ia juga didorong mahasiswa untuk menjadikan teknologi sebagai sarana pengembangan diri dan pemberdayaan komunitas tanpa meninggalkan akar budaya maupun nilai-nilai iman.
“Tema “Berakar dalam Budaya, Bertumbuh dalam Iman, Berdaya Melalui Literasi Digital” menjadi ajakan bagi generasi muda, khususnya masyarakat Hubula atau Balim dari Pegunungan Tengah Papua, untuk menjaga identitas budaya, memperkuat kehidupan rohani, dan meningkatkan kemampuan digital demi kemajuan generasi serta masyarakat,” harapnya.(*)
Reporter: Agus Wilil

