Jayapura, nirmeke.com – Aktivis lingkungan Maikel Primus Peuki kembali dipercaya memimpin WALHI Papua sebagai Direktur Eksekutif Daerah periode 2026–2030. Ia terpilih dalam forum pertemuan daerah organisasi lingkungan tersebut yang digelar di Jayapura.
Dalam forum itu juga ditetapkan jajaran Dewan Daerah WALHI Papua yang akan mendampingi kepemimpinan direktur eksekutif, yakni Daniel Buairam, Mambri Awon, Magda Kafiar, Ferry Manufandu, dan Simon Morin.
Maikel menegaskan bahwa mandat yang kembali diberikan kepadanya bukan sekadar tanggung jawab organisasi, tetapi juga amanah untuk memperkuat perjuangan masyarakat adat dan komunitas lokal yang selama ini mempertahankan ruang hidupnya di Tanah Papua.
Menurutnya, Tanah Papua sedang menghadapi tekanan ekologis yang semakin kuat akibat ekspansi industri ekstraktif, pembukaan hutan skala besar, serta berbagai proyek pembangunan yang berpotensi merampas wilayah adat.
“Ini bukan sekadar soal kepemimpinan organisasi. Ini tentang memperkuat perlawanan masyarakat adat yang mempertahankan hutan, tanah, dan sumber kehidupannya,” kata Maikel dalam pernyataannya.
Ia menilai berbagai proyek investasi di sektor perkebunan, pertambangan, hingga infrastruktur telah meningkatkan ancaman terhadap ekosistem hutan Papua yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat adat.
Karena itu, pada periode kepemimpinan 2026–2030, WALHI Papua berkomitmen memperkuat konsolidasi gerakan lingkungan, memperluas advokasi kebijakan, serta membangun solidaritas dengan komunitas masyarakat adat di berbagai wilayah.
Selain advokasi kebijakan, organisasi ini juga akan mendorong penguatan kapasitas komunitas dalam mempertahankan wilayah adat, pendidikan lingkungan, serta memperluas jaringan kampanye lingkungan di tingkat nasional dan internasional.
Sebagai bagian dari jaringan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), WALHI Papua menegaskan bahwa perjuangan keadilan ekologis di Tanah Papua tidak bisa dipisahkan dari perlindungan hak-hak masyarakat adat yang selama ini menjadi penjaga utama hutan.
Kepemimpinan baru ini diharapkan memperkuat solidaritas gerakan lingkungan di Papua sekaligus mempertegas agenda perjuangan untuk melindungi hutan, tanah, dan sumber daya alam dari eksploitasi yang merusak.(*)
