WAMENA, NIRMEKE.COM — Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Lanny Jaya, Nuken Kogoya, S.H., mendorong pelajar dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS, menjaga kesehatan, serta membangun pergaulan yang sehat.
Pesan tersebut disampaikan Nuken saat menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) III Ikatan Pelajar Mahasiswa Mapogadi (IPM-Mapogadi) Kabupaten Lanny Jaya, yang berlangsung di Gedung Gereja GIDI Jemaat Efesus Wamena, Kamis (8/10/2026).
Nuken hadir sebagai salah satu pemateri dalam sesi public speaking dengan topik motivasi organisasi. Dalam kesempatan itu, ia tidak hanya berbicara mengenai kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memahami risiko HIV/AIDS.
Menurut Nuken, pelajar dan mahasiswa merupakan generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Lanny Jaya. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu membangun kesadaran sejak dini, termasuk dalam menjaga kesehatan dan saling mengingatkan di antara sesama.
“Pelajar dan mahasiswa merupakan generasi pembangunan Lanny Jaya selanjutnya. Karena itu, hari ini mahasiswa Mapogadi harus baku jaga,” kata Nuken.
Ia mengajak mahasiswa untuk saling peduli, memberikan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, serta menghindari perilaku yang dapat meningkatkan risiko penularan.
“Ko jaga ko teman, ingat baku jaga itu penting. HIV/AIDS memang belum ada obat yang dapat menyembuhkan, tetapi HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan. Karena itu, yang penting adalah memahami cara pencegahan, melakukan pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan jika diperlukan,” ujarnya.
Secara medis, HIV belum dapat disembuhkan, namun terapi antiretroviral (ART) dapat menekan jumlah virus dalam tubuh sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat dan produktif. Pengobatan yang efektif juga dapat mencegah penularan HIV secara seksual ketika viral load telah tidak terdeteksi.
Mahasiswa Diminta Jaga Diri
Nuken juga mengingatkan mahasiswa yang ingin menjadi pemimpin di masa depan agar mampu mengelola waktu, menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang mendukung pendidikan serta masa depan mereka.
Ia mengajak mahasiswa tidak menghabiskan waktu pada aktivitas yang dapat mengganggu pendidikan, kesehatan maupun pengembangan diri.
“Kalau mau jadi pemimpin ke depan, berhenti parkir di tempat hiburan seperti Menara Salib, Jalan Irian dan tempat lainnya. Ko pastikan ko sehat,” tegasnya.
Menurut Nuken, pesan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi lingkungan tertentu, melainkan sebagai ajakan kepada mahasiswa agar lebih selektif dalam menggunakan waktu dan menjaga diri selama menempuh pendidikan.
Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh informasi HIV/AIDS dari sumber kesehatan yang benar. HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan atau menggunakan fasilitas bersama.
Karena itu, edukasi HIV/AIDS, menurut Nuken, harus dilakukan dengan pengetahuan yang benar dan tanpa memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
“Hari ini saya hadir sebagai Ketua KPA Lanny Jaya, sehingga saya harus sampaikan sosialisasi dan edukasi mengenai bahaya HIV/AIDS. Yang paling penting adalah kita memahami HIV/AIDS dengan benar, menjaga kesehatan, melakukan pencegahan, serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV,” katanya.
Edukasi HIV/AIDS Penting bagi Generasi Muda
Nuken mengatakan edukasi mengenai HIV/AIDS perlu terus dilakukan di kalangan generasi muda karena pengetahuan yang benar menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan yang saling mengingatkan dan mendukung perilaku hidup sehat.
Menurutnya, mahasiswa juga dapat berperan menyebarkan informasi yang benar kepada keluarga dan masyarakat ketika kembali ke daerah masing-masing.(**)

