Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Jadi Penulis Harus “Tahan Banting”
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Sastra > Jadi Penulis Harus “Tahan Banting”
Sastra

Jadi Penulis Harus “Tahan Banting”

admin
Last updated: August 25, 2025 11:08
By
admin
Byadmin
Follow:
483 Views
2 years ago
Share
(Gambar ilustrasi diolah dengan teknologi kecerdasan buatan [AI] melalui perangkat Bing Image Creator)
SHARE

Oleh: Muhammad Subhan

Iklan Nirmeke

BOSAN, malas, atau bahkan “bad mood” yang endingnya menciptakan “writer’s block” seringkali menjadi penyakit yang dihinggapi banyak penulis (pemula).

Pada saat-saat seperti itu, segala ide seolah menjauh, dan kebuntuan menulis menjadi dinding yang sulit dilewati.

Bagaimanapun, ini adalah bagian alami dari proses kreatif seorang penulis (pemula). Namun, kiat si penulis (pemula) menyikapi tantangan ini akan menentukan kesuksesannya di kemudian hari.

Ketika merasa bosan atau malas untuk menulis, faktor pertama yang perlu disadari bahwa barangkali tubuh atau pikiran sedang tidak baik-baik saja, sehingga membutuhkan rehat. Bukan berarti ketika rasa malas atau bosan datang lalu semua harus berakhir. Tidak!

Ini soal perspektif saja dan bagaimana seorang penulis (pemula) bersikap bijaksana dalam segala bentuk tantangan yang menyinggahi dirinya.

Ketika merasa bosan atau malas, lakukan saja perubahan kecil dalam rutinitas menulis. Mungkin mencoba teknik menulis bebas, berpindah tempat untuk mencari suasana yang lebih segar, atau mengubah topik yang sedang ditulis.

Segala macam hal yang mengganggu ataupun sinyal tekanan atau intervensi dari pihak mana pun harus dikesempingkan, lalu berusaha saja menciptakan sesuatu yang sempurna.

Jika semua itu belum mampu menembus dinding kebuntuan, jalan terakhir, bawa tidur saja. Nanti setelah bangun, pasti segar kembali, kok.

“Bad mood” dapat menjadi musuh terbesar bagi kreativitas seorang penulis (pemula). Saat merasa terjebak dalam suasana hati yang suram, menemukan motivasi untuk menulis bisa menjadi tantangan besar.

Salah satu cara terbaik untuk menanggulangi “bad mood” adalah dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan atau relaksasi sebelum menulis.

Mendengarkan musik yang menenangkan bisa dicoba, pun berolahraga, atau meditasi dapat membantu mengubah suasana hati.

Selain itu, mencari dukungan dari teman atau rekan penulis lainnya dengan bergabung di sebuah komunitas menulis, misalnya, juga dapat memberikan dorongan emosional yang dibutuhkan si penulis (pemula) untuk memulai kembali aktivitas menulisnya.

Baca Juga:  Rindu Dikala Senja Menyapa

Kebuntuan ide seringkali merupakan momok yang menakutkan. Rasanya seperti tidak ada ide yang layak untuk dituangkan ke dalam kata-kata. Namun, kebuntuan ini seringkali merupakan hasil dari tekanan yang datang secara tiba-tiba dan tak diinginkan.

Salah satu cara untuk mengatasi kebuntuan ide itu adalah dengan menerima bahwa menulis tidak selalu harus sempurna.

Sesekali, berikan diri izin untuk menulis dengan bebas, tanpa tekanan untuk menghasilkan karya masterpiece setiap saat.

Lakukan saja latihan menulis bebas atau membuat daftar ide untuk merangsang kreativitas.

Terkadang, hal terbaik yang dapat dilakukan seorang penulis (pemula) adalah menulis dengan tanpa henti, terus-menerus, meski kemudian tulisan itu tidak untuk target dipublikasikan.

Ide atau inspirasi bisa datang dari tempat-tempat yang paling tidak terduga. Amati saja lingkungan sekitar dengan lebih saksama, termasuk kehidupan keluarga. Mungkin ada detail kecil atau peristiwa sehari-hari yang bisa menjadi sumber inspirasi untuk melahirkan sebuah tulisan.

Seperti halnya pekerjaan lain, seorang penulis (pemula) harus punya disiplin waktu. Apa pun pekerjaan kalau tak disiplin tak akan membuahkan hasil memuaskan.

Menetapkan jadwal rutin untuk menulis dapat membantu membentuk kebiasaan yang kuat dan membangun disiplin dalam proses kreatif yang dijalani. Meskipun pada awalnya mungkin sulit untuk memulainya, tetapi seiring waktu, si penulis (pemula) akan menemukan bahwa menulis menjadi lebih mudah dan lebih alami.

Menulis tidak bisa dilepaskan dari proses membaca. Baca sebanyak mungkin karya orang lain. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk merangsang kreativitas menulis.

Jelajahi berbagai genre dan topik untuk mendapatkan inspirasi baru. Jangan ragu untuk mencatat apa yang ditemui menarik dari hasil bacaan dan bagaimana itu bisa diterapkan pula dalam tulisan yang sedang dikerjakan.

Baca Juga:  Sastra Sebagai Gerakan Politik di Papua

Namun ingat, jangan sekali-kali melakukan plagiat!

Inspirasi bisa juga datang dari orang lain. Maka, jangan sungkan melakukan diskusi-diskusi dengan siapa saja khususnya terkait ide-ide tertentu atau bahkan hanya mendengarkan cerita mereka.

Hal itu akan membuka pikiran si penulis (pemula) terhadap sudut pandang baru dan membantu dirinya menemukan tema atau konsep yang menarik untuk ditulis.

Memperbarui niat dan menentukan tujuan yang jelas untuk menulis juga penting. Apakah itu menyelesaikan bab dalam sebuah buku yang sedang ditulis, menghasilkan artikel untuk blog atau medsos, atau menyelesaikan karya fiksi pendek semisal puisi atau cerpen untuk dikirim ke media massa.

Mengetahui apa yang ingin dicapai dapat memberi motivasi tambahan bagi si penulis (pemula) untuk tetap fokus dan produktif.

Demikianlah. Menulis adalah proses yang dinamis dan penuh tantangan, tetapi dengan pendekatan yang tepat, seorang penulis (pemula) dapat mengatasi hambatan yang mungkin muncul dalam perjalanan proses kreatifnya.

Jeli menyikapi strategi seperti mengamati lingkungan sekitar, membentuk kebiasaan menulis, mencari inspirasi dari karya orang lain, berinteraksi dengan orang lain, bergabung di komunitas menulis, beristirahat, mengubah gaya penulisan, dan menetapkan tujuan yang jelas, si penulis (pemula) akan dapat mengatasi kebuntuan permanen dan ia dapat melanjutkan perjalanan menulisnya dengan semangat yang baru.

Tidak sedikit saya temukan di antara penulis (pemula) yang di tahun pertama dan kedua begitu berkobar semangat menulisnya, tetapi setelah itu hilang dari peredaran. Banyak faktor, terntu, yang menjadi penyebabnya.

Stephen King mengatakan, “Kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kau lakukan, yaitu banyak membaca dan menulis. Setahuku, tidak ada jalan lain selain dua hal ini. Dan tidak ada jalan pintas.” (*)

Sumber: https://majalahelipsis.com/jadi-penulis-harus-tahan-banting-13/

Related

You Might Also Like

Peran Pendidikan dalam Membangun Generasi Muda Papua

Tulus Untuk Orang Yang Salah

Enam Teknik Membaca Efektif Ala Anak Papua

Pemdidikan Dimulai Dari Honai

Literasi Dan Konflik Di Papua

TAGGED:Penulis di Papua

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Konten Bobon Santoso Bentuk Eksploitasi Komodifikasi Atas Identitas Dan Penderitaan Bangsa Terjajah di Papua
Next Article Lince Kogoya Dilantik Menjadi Sekretaris MRP Papua Pegunungan Definitif
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
1 day ago
Refleksi 100 Hari Kerja, Sekretaris MRP Papua Pegunungan Fokus Perbaikan Tata Kelola
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
IKBD-KLPUW2 Gelar Ibadah Paskah Bersama di Jayapura, Tekankan Spiritualitas dan Kebersamaan
Pendidikan
1 day ago
MRP Papua Pegunungan Tegaskan Kepala Daerah Tak Berwenang Ubah Hasil Pansel DPRK
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
Baca juga
PendidikanSastra

12 Alasan Mengapa Membaca Buku Harus Menjadi Bagian Dari Hidup Anda

2 years ago
Sastra

Rindu Dikala Senja Menyapa

2 years ago
Sastra

GANG

3 years ago
Sastra

Cinta Revolusi Negeri Tanah Adat

2 years ago
MRP Papua PegununganPapua PegununganPendidikanSastra

Benny Mawel: Sekolah Adat Harus Jadi Fondasi Pendidikan Berbasis Budaya

2 months ago
PendidikanSastraTanah Papua

Mas Yewen Hadir di Dogiyai, Perkuat Literasi Humor Lewat Mop dan Stand Up Comedy

4 months ago
Papua PegununganPendidikanSastraSeni & Budaya

Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda

2 months ago
Sastra

Musim Semi yang Diam

3 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?