Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Cerita dari New Zealand: Aturan Makan Kumara (Ubi Manis)
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Jendela Papua > Kuliner > Cerita dari New Zealand: Aturan Makan Kumara (Ubi Manis)
Kuliner

Cerita dari New Zealand: Aturan Makan Kumara (Ubi Manis)

admin
Last updated: January 30, 2025 12:46
By
admin
Byadmin
Follow:
758 Views
1 year ago
Share
Cerita dari New Zealand: Aturan Makan Kumara (Ubi Manis)
SHARE

Oleh: John pakage

Iklan Nirmeke

Saat pertama kali tiba di New Zealand, saya dikejutkan oleh budaya makanan mereka yang unik, terutama di komunitas tradisional Maori. Di beberapa daerah, ubi manis atau kumara, yang sering disebut sweet potato, bukan hanya makanan pokok, tetapi juga bagian dari tradisi dan kebiasaan yang dihormati.

Saya tinggal bersama keluarga lokal Maori selama beberapa minggu untuk merasakan kehidupan mereka secara langsung. Mereka menjelaskan bahwa kumara telah menjadi makanan pokok masyarakat setempat sejak nenek moyang mereka membawa tanaman ini dari Polinesia. Kumara tidak hanya dianggap sebagai sumber energi, tetapi juga simbol rasa syukur atas hasil bumi.

Setiap kali makan bersama, selalu ada kumara di meja. Hidangannya bervariasi—kadang dipanggang, direbus, atau dijadikan sup. Dalam tradisi mereka, makan tanpa kumara dianggap tidak lengkap. Bahkan ada aturan tidak tertulis: setiap orang wajib mencicipi kumara dalam setiap hidangan sebagai bentuk penghormatan pada leluhur.

Saya masih ingat suatu malam ketika mereka mengadakan hangi, yaitu cara memasak tradisional dengan mengubur makanan di tanah bersama batu panas. Ubi manis menjadi bintang utama hidangan, disajikan bersama daging dan sayuran lainnya. Rasanya lembut, manis alami, dan penuh dengan aroma khas tanah—benar-benar pengalaman yang tak terlupakan.

Awalnya, saya sesuatu yang berbeda karena harus mengikuti aturan makan ubi manis setiap hari. Namun, lama-kelamaan saya memahami maknanya. Ini bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang menghormati budaya, tradisi, dan hubungan mereka dengan alam.

New Zealand mengajarkan saya, melalui ubi manisnya, bahwa makanan adalah bagian penting dari identitas suatu bangsa. Kumara bukan hanya tentang rasa, tetapi tentang sejarah, kebanggaan, dan rasa kebersamaan. Dan, di setiap suapan kumara, saya merasa semakin terhubung dengan semangat dan jiwa masyarakat Maori.

Siapapun anda dari negara mana saja jika tiba di New Zealand wajib makan petatas (kumara), nota ( bahasa Mee). (*)

Related

TAGGED:Aturan Makan KumaraCerita dari New ZealandUbi Manis

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Papua Tidak Butuh Makan Siang Gratis. Papua Butuh Pendidikan Gratis Dan Kesehatan Gratis
Next Article Breaking News : Pelajar di Wamena Demo Damai Tolak Makanan Gratis
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

HMPJ Soroti Rencana Kantor Vertikal di Wamena, Dinilai Ancam Hak Ulayat dan Picu Konflik Agraria
Lingkungan Papua Pegunungan Pendidikan
3 hours ago
Koalisi HAM Papua Soroti Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak, Desak Tim Pencari Fakta
Polhukam Siaran Pers Tanah Papua
9 hours ago
Perempuan Bokondini Kecam Penembakan Warga Sipil, Sebut Pendekatan Keamanan Gagal Lindungi Masyarakat
Perempuan & Anak Polhukam Tanah Papua
9 hours ago
Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?