Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Banjir bandang Sentani di Konser Karawitan Anak Indonesia
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Banjir bandang Sentani di Konser Karawitan Anak Indonesia

Banjir bandang Sentani di Konser Karawitan Anak Indonesia

admin
Last updated: April 23, 2019 12:41
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
6 Min Read
SHARE

Jakarta, nirmeke.com – Sanggar Seni Nafas Danau Sentani (NDS) dari Kampung Yokiwa Distrik Sentani Timur, menjadi peserta Konser Karawitan Anak Indonesia 2019 mewakili Provinsi Papua, yang digelar di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat, 18 April 2019, pekan kemarin.

Iklan Nirmeke

Sanggar NDS menampilkan perfomance bencana banjir bandang yang terjadi Kabupaten Jayapura, 16 Maret 2019 lalu.

Penampilan diramu dalam bentuk bunyi-bunyian serta lagu dan tari yang mengajak penonton mengetahui bagaimana bencana terjadi hingga evakuasi warga ke posko pengungsian.

Konser Karawitan Anak Indonesiai ini bertujuan mendorong generasi muda mengembangkan imajinasi dan kreativitas seni, terutama minat, untuk lebih mengenal, memahami, dan menghargai seni musik.

Sanggar NDS, yang berada dibawah binaan Aliakha Art Center (AAC), memberangkatkan timnya dari Sentani pada Kamis 18 April, terdiri dari 4 orang official, 2 penata musik dan 12 pemusik. Mereka yakin apa yang akan dipentaskan dapat menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Penampilan yang baru dua minggu dipersiapkan ini, kata Markus Rumbino sebagai penata musik, mengambil tema “Suara dari Timur“ dengan pengembangan bunyi-bunyian yang ada di sekitar lingkungan keseharian.

Misalnya, menirukan bunyi daun sagu yang tertiup angin, bunyi sungai yang mengalir, suara burung, serta nyanyian tradisional sejumlah daerah di Papua yang digabungkan dengan unsur gerak tari tradisional.

Memanggungkan banjir

NDS mendapat nomor urut ketiga setelah DIY dan Kalsel. Sebelum pentas, suasana riuh penonton sudah menggebu saat pembawa acara mempersilahkan tim Papua naik ke pentas.

Di atas panggung berukuran 8 X 12 meter itu, dibantu lighting yang redup, semilir bunyi dedaunan ditiup angin terdengar jelas. Diikuti bunyi reruntuhan bangunan, teriakan orang kesakitan, satu persatu penari memasuki pentas sambil merebahkan tubuh mereka.

“ Woiiii…..kam ada lihat sa bapa ka? “

“ Woiiii…..kam ada lihat sa mama ka? “

“ Woiiii…..kam ada lihat sa ade ka?

Demikian Abraham Deda, Flora Awoitauw, dan Kamasan Septinus berteriak. Tiga orang penari berputar–putar di arena pentas. Seakan mencari sesuatu.

Suasana makin mencekam oleh teriakan sejumlah penari, ditambah bunyi air dan reruntuhan bangunan seakan membawa bencana banjir bandang ke depan penonton.

Sayup-sayup terdengar alunan lagu oleh salah seorang penari diikuti oleh 12 penari lainnya. Semakin lama semakin keras membawa para penonton masuk dalam kekalutan drama pentas banjir bandang itu.

“ Wooo…. robhung phu, khuba-khua akhonye

Nau, fei, jo, wili, pha, phonye  

Nau, fei, jo, wili, pha, phonye  

Nau, fei, jo, wili, pha, phonye  

Wla, hai, jo, hai mamphua, phonye

Wooo….huba nibhi randa hilomiyeunya

Aebheale phu, phu meayounye

Aebheale phu, phu meayounye

Aebheale phu, phu meayounye

Man, nibhi ronda ere meayeuwe

Khada fau, phu yearuyewiyewe ”

Yang bila diartikan bermakna: “Di gunung Cycloop air mengalir sangat deras, dari ujung timur guntur berbunyi dan kilat menyambar dan langit gelap gulita, kilat menyambar lagi akhirnya Cycloop mengeluarkan air sangat deras sehingga bencana alam terjadi di Kabupaten Jayapura khususnya di Sentani. Masyarakat adat pemilik wilayah adat melihat bencana alam yang terjadi di Sentani, air menghancurkan apapun yang ada di kota Sentani, sehingga semua yang telah hancur karena air terbuang ke danau Sentani dan mengakibatkan air danau meluap dan menenggelamkan rumah-rumah masyarakat yang tinggal di pinggiran danau Sentani”.

Dan gemuruh tepuk tangan penonton mengakhiri pertunjukan itu.

Saat pembawa acara menanyakan kepada salah satu penari pesan yang terkandung dari materi pementasan itu, Mikael Felix Awoitauw, mengatakan mereka hendak mengajak semua orang peduli lingkungan.

“Pesan yang ingin kami sampikan dari timur Indonesia adalah mari kita sama-sama jaga lingkungan dan alam sekitar kita dengan baik sehingga tidak lagi terjadi bencana alam,” ucapnya.

Yusuf Ohee, penata musik, mengaku sangat puas dengan penampilan anak didiknya. Karena dalam waktu singkat dan dengan keterbatasan fasilitas akibat kampung mereka terdampak banjir, anak-anak tetap berlatih dan menampilkan yang terbaik.

Koordinator AAC, Markus Rumbino, mengingatkan “Suara dari Timur” bukan hanya soal infrastruktur, fasilitas, dan pembangunan, “tetapi perilaku dan kebiasaan dalam tatanan budaya lokal yang penting diperhatikan oleh kita semua sebagai warga negara,” ujarnya.

Pesan Dirjen Kebudayaan

Acara konser dibuka oleh sambutan Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan.

Dalam pidato pembukaan Hilmar mengatakan perlu ada upaya pembinaan, pengembangan, perlindungan, dan pemanfaatan kebudayaan dengan dukungan seluruh masyarakat, secara berkelanjutan.

“Kita berharap anak-anak dapat bermain musik, mengembangkan karakter mereka sebagai anak pemberani, bangga, mengasah kehalusan budi, mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan mandiri, mudah berinteraksi, serta membina ekspresi artistik,” ujarnya di hadapan ribuan anak-anak peserta Konser Karawitan Anak Indonesia yang datang dari 28 provinsi se-Indonesia itu.

Oleh sebab itu, menurut dia, dibutuhkan kerja sama di antara pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan berbagai instansi dan masyarakat. Salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan Konser Karawitan Anak Indonesia. (*)

 

Sumber : Jubi.co.id

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kesenian khas Papua jadi magnet di konser Karawitan Anak Indonesia
Next Article Papua terpilih sebagai penyaji materi terbaik nasional
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
14 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?