Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan Terhadap OAP Dari Pedalaman
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan Terhadap OAP Dari Pedalaman

Ada Diskriminasi Pelayanan Kesehatan Terhadap OAP Dari Pedalaman

admin
Last updated: November 21, 2017 05:58
By
admin
Byadmin
Follow:
429 Views
8 years ago
Share
Jimmy Weyato guru perintis di Danowage saat memberikan vitamin kepada balita Korowai di kampung Ayak membantu Pdt. Trevor misionari GIDI ketika melakukan pelayanan kesehatan beberapa waktu lalu.
SHARE

Danowage – Jimmy Weyato 39 tahun guru perintis di Danowage merasa dirinya didiskriminasikan saat petugas medis melayani dirinya di rumah sakit Yaware Sentani ketika berobat karena gigitan babi hutan bulan September 2012 lalu.

Iklan Nirmeke

Saat Jimmy di antar oleh misionaris Pdt. Trover dan istrinya Teresa dari Donowage mengunakan Helivida ke RS Yaware Sentani para petugas medis tidak serius menangani Jimmy.

“Saya waktu itu ada 14 luka gigitan dari kaki hingga seluruh badan. 7 luka berat dan 7 luka ringan dan luka-luka tersebut di jahit semua namun tulang jari kaki kepala saya mau motong dengan alasan tidak berfungsi dan sudah terinfeksi kata suster,” cerita Jimmy ketika di wawancarai. Minggu, (22/10/2017), Danowage, Korowai.

Lanjut Jimmy, saya dan ibu Teresa langsung marah dan melarang mereka mau potong kaki (amputasi) sehingga petugas memasang pen dan berobat selama 1 bulan itupun obat-obatan yang mahal kami di kasih resep dan beli di luar apotik.

Hal yang sama pula terjadi pada Alm. Mesak Boluap 36 tahun di RS Dian Harapan Waena Jayapura. Pasien yang di antar dari Danowage mengunakan Heli tersebut selama 1 minggu tidak di tangani serius oleh petugas dan membiarkan pasien di UGD sedangkan pasien dalam kondisi darurat.

Hal tersebut di ceritakan Jimmy Weyato saat mengantar pasien pada tahun 2013 lalu di RS Dian Harapan.

Lanjutnya, saat dirinya mendesak petugas medis untuk menangani serius pasien mereka seakan tidak peduli dan mereka menonton kami di ruang UGD tanpa infus dan oksigen yang terpasang di badan pasien.

“Saya sudah bilang ke petugas kalau pasien sakit serius tapi tidak pedulikan, 4 tahub badan bengkak-bengkak dan badan kurus tidak bisa jalan. Kami sudah urus surat administrasi sesuai prosedur tapi tidak di layani baik cek dan tanya keadaan pasien saja tidak pernah apalagi dokter yang datang berkunjung,” kesal Jimmy.

Lanjutnya, Tetelah satu minggu lebih tidak di infus dan  tidak di tangani baik pada saat mau mati baru di pasang infus setelah itu pasien meninggal.

Saya kecewa dengan pelayanan seperti ini mereka lebih pedulikan hal duniawi dari pada nyawa manusia dan mungkin mereka angap pasien dari pedalaman jadi mereka kotor dan tidak perlu tangani baik karena nyawa manusia harganya mahal di mata Tuhan.

Hal yang sama juga di alami oleh penginjil Nataber Alia 34 tahun pada tanggal 17 Agustus 2016 di RS Wamena. Nataber juga mengalami hal yang sama seperti Jimmy karena tidak memiliki kartu Papua sehat di suruh pulang dan berobat di rumah meskipun luka gigitan babi sangat serius dan darurat. Ada juga Alm. Markus Damokaka 39 tahun masyarakat Korowai bulan September 2014 lalu yang berobat di RS Wamena namun belum di periksa baik dan kasih obat di suruh pulang atau di tolak dengan alasan tidak ada harapan dan satu minggu kemudian pasien meninggal.

Jimmy Weyato berharap pola pelayanan kesehatan di rumah sakit seluruh tanah Papua harus di rubah baik karena banyak pengalaman selama ini OAP dari pedalaman yang berobat tidak pernah menangani serius oleh petugas medis maupun dokter yang ada. Apa gunanya belajar bertahun-tahun di sekolah keperawatan tapi pelayanan mereka buruk sekali terhadap masyarakat atau  mereka tidak pernah di ajarkan prinsip perawat agar jangan menyakiti pasien.

“Ini harus jadi perhatian serius dinas kesehatan, pemilik rumah sakit agar petugas yang bertugas baik suster dan dokter harus melayani dengan hati bukan hanya mencari uang (kekayaan) dan ini yang selalu terjadi pada masyarakat pedalaman yang berobat,” harapnya.(*)

@ADMIN

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Next Article Misionaris GIDI Bersama Kopkedat Papua Lakukan Pelayanan Kesehatan di Korowai
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
1 day ago
Refleksi 100 Hari Kerja, Sekretaris MRP Papua Pegunungan Fokus Perbaikan Tata Kelola
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
1 day ago
IKBD-KLPUW2 Gelar Ibadah Paskah Bersama di Jayapura, Tekankan Spiritualitas dan Kebersamaan
Pendidikan
1 day ago
MRP Papua Pegunungan Tegaskan Kepala Daerah Tak Berwenang Ubah Hasil Pansel DPRK
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan Tanah Papua
6 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?