Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Soal nama jembatan Holtecamp, Soekarno memiliki catatan pelanggaran HAM di Papua 
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Soal nama jembatan Holtecamp, Soekarno memiliki catatan pelanggaran HAM di Papua 

Soal nama jembatan Holtecamp, Soekarno memiliki catatan pelanggaran HAM di Papua 

admin
Last updated: March 20, 2018 11:54
By
admin
Byadmin
Follow:
8 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Iklan Nirmeke

 Jayapura, nirmeke.com – Merasa tidak melibatkan masyarakat adat Port Numbay dalam pengambil keputusan penentuan nama jembatan Hamadi Holtekamp, Wali Kota Jayapura diminta  untuk mempertimbangkan kembali keputusan untuk memberi nama jembatan itu menjadi Soekarnopura.

Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay George Awi kepada wartawan. Sabtu, (17/03/2018).

Menurutnya pemberian nama Soekarnopura sangatlah tidak tepat bagi masyarakat Port Numbay dan Papua karena Soekarno memiliki catatan pelanggaran HAM sebelum negara ini diintegrasikan ke Indonesia.

“Apa yang menjadi statement Wali Kota bahwa jembatan itu akan diberi nama Soekarno Putra kami tidak sependapat. Soekarno sudah banyak membunuh orang Papua sehingga kami tidak setuju,” tegas George Awi.

Bahkan ia mengusulkan kenapa tidak saja menggunakan nama Jokowi yang memiliki jasa besar untuk Papua karena beliau adalah presiden Indonesia yang cukup rajin melihat Papua.

“Kenapa tidak jokowi saja, (Nama Jembatan) karena selama ini jokowi menjadi presiden, berkali kali datang  membangun papua dan kami merasakan dampak pembangunan,” ujarnya.

Sebagai seorang pimpinan dalam mengambil keputusan untuk suatu objek pembangun  yang besar dan mengunakan tanah masyarakat adat Kata Awi,  harusnya Wali Kota melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik hak hulat untuk mengusulkan nama.

“Kenapa walikota tidak membuka ruang untuk semua komponen masyarakat kita kumpul dan kita diskusikan dan dikaji, Dan ini juga Walikota bertentangan dengan visi misinya karena walikota berbicara tentang kearifan lokal, tapi tidak direalisasikan sehingga masyarakat tidak setuju harus ditarik peryataan itu,” ujar Awi.

Menurut Ketua LMA, untuk menamakan suatu opyek yang begitu besar harus diskusikan bukan wali kota pribadi yang usulkan, sehingga dirinya meminta wali kota jangan menkultisindividukan seseorang.

Ia juga menyangkan Kenapa Walikota tidak menggunakan nama kearifan lokal dari daerahnya sendiri seperti Yotefa, Port Numbay atau yang lainya.

“Kenapa nama lokal ini tidak diangkat menjadi nasional macam Ambon memiliki jembatan Halo, semua orang kenal sehingga nama lokal itu dinasionalkan dan ini kami sangat sesuaikan dengan tindakan walikota, dan  pembangunan jembatan itu menggunakan uang rakyat,” ujarnya.

Sebelumnya Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano MM mengusulkan kepada Kemetrian PUPR agar jembatan Hamadi holtekam diberi nama Soekarnopura yang merupakan nama awal kota Jayapura, dalam kunjuganya beberapa waktu lalu di lokasi pembangunan jembatan. (*)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Ini kondisi terakhir Puti Hatil di kampung Afimabul, Korowai
Next Article Pengalangan dana korban gempa bumi di PNG terus di lakukan di West Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
8 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
2 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?