Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Masyarakat adat meminta Pemda Yahukimo tindak tegas pendulangan emas ilegal di Korowai
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Masyarakat adat meminta Pemda Yahukimo tindak tegas pendulangan emas ilegal di Korowai

Masyarakat adat meminta Pemda Yahukimo tindak tegas pendulangan emas ilegal di Korowai

admin
Last updated: March 14, 2019 05:52
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
3 Min Read
Caption: Masyarakat Yahukimo bersama seluruh 6 kepala suku mendatangi kantor DRPD meminta menutup tambang ilegal - Jubi/Ist
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Masyarakat Ikatan Suku Una, Kopkaka, Korowai, Arimtap, Arupkor dan Momuna (IS-UKAM) meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo untuk segera melaksanakan rekomendasi Pansus Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Yahukimo terkait pendulangan Emas Ilegal di Wilayah distrik Seradala Korowai.

Iklan Nirmeke

Perwakilan IS-UKAM, Panuel Maling mengatakan, sejumlah rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pansus diantaranya pembatasan mobilisasi orang dan logistik ke lokasi tambang, pembuatan posko di Kolo Tiga, Sukamo dan Kali Namin serta penetapan kawasan tersebut sebagai kawasan pertambangan rakyat yang akan dikelola anak asli Yahukimo.

“Sekarang belum ada tanda-tanda atau signal untuk menindak lanjuti dari rekomendasi itu. Padahal sudah 3 bulan berjalan tapi belum ada kejelasan. Sementara tanggal 13 sudah keluarkan pernyatan untuk tidak menangani masalah yang akan terjadi di lokasi tambang. Seperti melarang semua pihak untuk mematuhi kerja-kerja pansus,” Kata Panuel Maling kepada Jubi, Rabu (13/03/2019) di Jayapura, Papua.

Panuel mendesak agar rekomendasi Pansus segera dilaksanakan. Menurutnya pelaksanaan rekomndasi pansus juga untuk menghindari Konflik horizontal antara warga dengan masyarakat di Lokasi penambangan.

Menurut Panuel, sampai saat ini penambang emas di wilayah Korowai masih beroperasi. Namun, hasilnya tidak menguntungkan Masyarakat Asli Yahukimo dan Pemerintah Yahukimo. Padahal jika dikelola dengan baik, potensi tambang itu bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Yahukimo.

“Jika pemerintah bisa jadikan pertambangan rakyat dan mengatur baik maka bisa ada pendapatan Asli daerah (PAD) Pemerintah Yahukimo yang masuk dari hasil pertambangan rakyat dan orang asli Yahukimo bisa tambang sendiri. Sementara ini yang Ilegal beruntung sementara orang Asli Yahukimo dari 12 Suku yang ada menjadi Penonton bersama Pemerintah. Jadi kita tidak beruntung, Maka kita minta ada tindakan nyata dari Pemerintah,” Kata Panuel Maling.

Sementara itu, Sekertaris IS-UKAM Paus Maling mengatakan, masyarakat berharap Pemerintah Daerah menginformasikan sudah sejauh mana proses pelaksanaan rekomendasi pansus dilaksanakan.

“Atas dasar dan berdasarkan regulasi apa orang Masuk kerja di Wilayah Seradala? jadi kalau lama tindak lanjuti hasil Pansus maka yang ditakutkan adalah jangan sampai terjadinya pembunuhan antara Masyarakat. Fokus kami adaah memberdayakan Masyarakat Lokal. Jangan jadikan masyarakat lokal sebagai Objek tetapi diberdayakan!” kata Paul Maling.

Menurutnya, ada 8.000 orang yang sedang lakukan penambangan emas ilegal di Wilayah Korowai distrik Seradala. Hal itu berpotensi menimbulkan konflik jika Pemerintah tak segera turun tangan mengatasi berbagai persoalan tambang ilegal ini.

“Kami harap Pemerintah segera atasi dan Proses hasil rekomendasi Pansus segera. Bila perlu ada Peraturan Daerah atau Bupati terkait pedulangan emas. Tatanan Masyarakat adat sudah rusak, lingkungan sudah rusak dan kita mau taru anak cucu dimana? Konflik besar bisa saja terjadi, Maka Pemerintah diminta tidak mengulur-ulur Waktu,” tambah Maling.(*)

 

Sumber : Koran Jubi

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Cerita Bocah Kampung yang akrab dengan Sepak bola
Next Article Sekelompok anak muda Papua galang dana untuk pengungsi Nduga di Wamena
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Sidang Perdana Korupsi Dana Kampung Lanny Jaya Digelar, Peran Mantan Pj Bupati Dipertanyakan
Tanah Papua
12 hours ago
Hak Pelatih dan Pemain Belum Dibayar, Persipuja Terancam Tak Ikut Liga 4 Papua Tengah
Olaraga
14 hours ago
15 Februari, Jemaat GB Imanuel Teladan Sentani Gelar Pemilihan Badan Pelayanan 2026–2030
Tanah Papua
14 hours ago
Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?