Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Mahasiswa Papua seJawa dan Bali minta Pemerintah segera hadir
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Mahasiswa Papua seJawa dan Bali minta Pemerintah segera hadir

Mahasiswa Papua seJawa dan Bali minta Pemerintah segera hadir

admin
Last updated: August 20, 2019 08:29
By
admin
Byadmin
Follow:
6 years ago
Share
2 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Solidaritas Mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali mengecam aksi diskriminasi rasial yang dilakukan terhadap mahasiswa Papua di Kota Malang, Surabaya dan Semarang.

Iklan Nirmeke

Dalam keterangan pers yang diterima nirmeke.com, sejumlah mahasiswa ini meminta aparat keamanan yakni TNI/Polri tak ikut memanas-manasi masyarakat untuk menekan mahasiswa Papua di beberapa daerah tersebut.

Ima Yelipele mewakili Solidaritas Ikatan Mahasiswa Papua seJawa dan Bali mengatakan, penggepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada tanggal 16 Agustus 2019 hingga 17 Agustus 2019  selama kurang lebih 24 jam menimbulkan perkara yang berbuntut panjang.

Tak hanya mahasiswa Papua yang menjadi korban, namun aksi damai besar-besaran juga terjadi, Senin kemarin di Papua dan Papua Barat, yang menimbulkan kerugian.

Ima mengatakan, seandainya tak ada kalimat rasial yang terucap, serta pengusiran mahasiswa Papua oleh Walikota Malang, Jawa Timur, mungkin saja hal ini tidak terjadi.

“Kami mengecam keras tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian terhadap demonstran. Menuntut Kapolda Jawa Timur untuk meminta maaf kepada mahasiswa Papua yang telah mengalami korban luka berat dan Wali kota Malang segera cabut dan meminta maaf atas pernyataan sikap berupa wacana untuk pemulangan mahasiswa Papua  kota studi Malang,” katanya, Senin (19/8/2019).

Ia melanjutkan, kepolisian di Surabaya juga harus bertanggungjawab karena membiarkan adanya kelompok reaksioner seperti organisasi masyarakat yang ikut menghina dan mengusir mahasiswa Papua.

“Kami mengangap kepolisian Malang dan Surabaya gagal dalam melaksanakan aturan yang telah ditetapkan, yakni Peraturan Kapolri No.16 tahun 2006. Hentikan rasisme, manusia Papua bukan monyet,” katanya.

Sementara itu, perwakilan lain dari solidaritas mahasiswa ini, Rony Wilil menambahkan, diskriminasi rasial seperti ini bukan pertama kali terjadi. Sejumlah mahasiswa Papua berharap pemerintah segera merespons hal ini dengan cepat dan mencari solusi yang baik untuk mahasiswa Papua. (*)

 

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mama Papua: Kami melahirkan anak bukan untuk distigma dan disebut monyet
Next Article Rintihan hati seorang perempuan Papua, Berdiri diatas (Rasisme) Hinaan
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
14 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?