Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Gubernur, Pangdam dan Kapolda Diminta Segera Bubarkan Panguyuban Nusantara
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Gubernur, Pangdam dan Kapolda Diminta Segera Bubarkan Panguyuban Nusantara

Gubernur, Pangdam dan Kapolda Diminta Segera Bubarkan Panguyuban Nusantara

admin
Last updated: September 6, 2019 14:43
By
admin
Byadmin
Follow:
6 years ago
Share
3 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Dewan Adat Byak Kainkain Kakara Byak [DAB KKB] sub Tabi di Jayapura menuntut kepada Gubernur Provinsi Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua untuk segera membubarkan Panguyuban Nusantara di Jayapura dan melarang aktifitasnya di atas tanah Papua.

Iklan Nirmeke

“Ya segera bubarkan kelompok yang bernama Panguyuban Nusantara di Jayapura dan melarang aktifitasnya dihentikan. Karena misi mereka untuk membunuh orang asli Papua secara terang-terangan. Buktinya pada aksi Panguyuban Nusantara Jumat 30 Agustus 2019 mereka dengan sengaja membunuh salah satu anggota keluarga besar Byak di Jayapura bernama Evert Mofu, sekitar muara jembatan kali Anafre, antara kantor DPR Papua dan kantor Telkomsel,” kata ketua DAB KKB sub Tabi, Yason Arwan di rumah duka, Klofkamp, Jayapura, Rabu, (4/9/2019).

Ia menegaskan, pihaknya memastikan siapa pelaku pembunuh Evert Mofu sesuai laporan dan pengaduan dari keluarga besar Mofu dan saksi mata di lokasi bahwa pembunuhan keji ini dilakukan oleh Panguyuban Nusantara yang bersenjata alat tajam pada hari Jumat, 30 Agustus 2019, sekitar pukul 09.00-12.00 WP.

Atas peristiwa tersebut, pihaknya menyatakan mengutuk dengan keras perbuatan anarkis, pengrusakan dan pembakaran yang dilakukan oleh kelompok demonstran jilid II pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 dan perbuatan anarkis yang disertai pembunuhan yang dilakukan oleh kelompok demonstran Panguyuban Nusantara yang bersenjata alat tajam yang di back up oleh pihak aparat keamanan yaitu TNI dan Polri pada hari Jumat, 30 Agustus 2019.

“Kami menuntut pertanggungjawaban dari pelaku pembunuhan dari penguyuban bahkan pendiri, pemrakarsa para pemimpin Panguyuban Nusantara dan kordinator demonstrasi pada hari Jumat, 30 Agustus 2019 di muka pengadilan adat Byak di Jayapura dan Pengadilan negeri di Jayapura,” katanya.

Ia jua meminta kepada aparat penegak hukum dan pihak TNI serta Polri untuk menghadirkan kordinator, pendiri ataupun pemrakarsa Panguyuban Nusantara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dorus Awom, sekretaris DAB KKB sub Tabi di Jayapura meminta kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk memanggil, memeriksa dan menindak tegas aparat kepolisian dan TNI yang bertugas dan mengawal demonstrasi Panguyuban Nusantara.

“Karena secara nyata membiarkan dan tidak berupaya mencegah terjadinya tindakan kekerasan dan pembunuhan serta rasia masal terhadap orang Papua,” ujar Dorus.

Selain itu pihaknya meminta kepada Badan Pengurus Sinode GKI di Tanah Papua, Elsham Papua, Komnas HAM Papua, media massa lokal maupun nasional untuk membantu proses pengusutan dan penyelesaian permasalahan razia dan pembunuhan keji yang dilakukan Panguyuban Nusantara di Jayapura terhadap orang Papua.

“Kami menuntut kelompok-kelompok suku rasisme, panguyuban nusantara yang bermental pembunuh yang tidak berperikemanusiaan untuk segera angkat kaki dan meninggalkan tanah Papua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, jika kasus pembunuhan keji yang massal terhadap orang Papua diantaranya orang Biak yang tidak bersalah ini tidak diselesaikan, pihaknya akan tuntut secara adat.

“Maka kami berhak untuk mendatangi alamat rumah para pemimpin, pemrakarsa dan penggerak Panguyuban Nusantara untuk meminta pertanggungjawaban menurut adat orang Papua dan khususnya adat Byak,” pungkasnya. (*)

 

Editor  : Admin nirmeke

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kebanyakan Pencitraan Jokowi, Ternyata di Papua Masih Ada Suku Terasing yang Miskin
Next Article PMKRI Jayapura: Pemerintah Harus Bersikap Adil Pada Rakyat Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
14 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?