Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Biar Aku Yang Mengukir!
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
    • Kriminal
  • Jendela Papua
    • Features & Sosok Inspiratif
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel & Kuliner
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Pena Papua > Cerpen Papua > Biar Aku Yang Mengukir!
Cerpen Papua

Biar Aku Yang Mengukir!

admin
Last updated: September 21, 2026 18:07
By
admin
Byadmin
Follow:
479 Views
7 years ago
Share
SHARE

Oleh: Mr. Nomen

Iklan Nirmeke

 

Malam yang basah. Jalanan kota ini terlihat lebih sendu dari biasanya. Aku berangkat menuju tempat ketika janji telah disepakati. Malam itu malam Jumat, entah kenapa kami memang lebih suka bertemu di malam Jumat. Kata kekasihku. Dia tidak suka kencan di malam Minggu. Dia memang agak lain dari perempuan kebanyakan. Itu juga yang menjadi sebab membuat aku menyukainya.

“Kau datang terlalu cepat,” ucapnya. Dia belum dandan sama sekali. Namun, aku tidak peduli bagiku, mencintainya adalah kesenangan. Menikmati waktu dengannya selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan. Aku tidak peduli apakah dia sedang cantik atau tidak, bagiku dia tetaplah perempuan cantik.

“Tak apa kamu duduk saja di sini menemani ku.” Aku memang hanya ingin menikmati hari libur dengannya. Seminggu belakangan aku sibuk sekali dengan pekerjaanku. Sibuk dengan kehidupan ku yang selalu lupa padanya. Dia tidak pernah mengeluh apalagi menuntut lebih. Dia percaya saja kepadaku. Baginya, aku lelaki yang dia cintai. Tak peduli apa pun yang terjadi, dia hanya ingin cintai aku.

Baca Juga:  Cerpen | Pulang Tanpa Ijazah

Sekarang, dia bahkan telah ku ubah menjadi perempuan yang tak seperti dulu. Bukan perempuan seperti awal kami bertemu. Dia mengikuti apa pun yang aku mau. Dan, aku juga tak mengerti kenapa aku menjadi lelaki yang seperti itu. Aku suka hal-hal aneh, mungkin terkesan ekstrim.

Aku suka membayangkan mencintai satu perempuan yang berbeda. Karena itu aku mencintai dia melakukan apa pun yang aku mau. Dengan alasan dia mencintai ku. Aku mengubahnya dari sebotol bening menjadi ukiran. Aku meminta Dia membuat tato.

“Ini tidak akan mengubahmu, cintaku akan tetap saja sama.” Aku menyakinkan Dia, sebab beberapa menit lalu dia masih terlihat ragu akan pintaku. Hingga akhirnya, dia menyerahkan seluruh tubuhnya untuk ditato. Aku sendiri yang melukisnya. Itu syarat yang dia ajukan.” jika aku harus di tato, kamulah yang harus melakukannya. Karena tubuhku hanya untukmu.”

Baca Juga:  Cinta Bersemi di Rimba Raya

Aku mengecup keningnya lembut. Sebagai jawaban atas keresahannya. Aku tahu, saat perempuan merasa takut, dia hanya butuh dipeluk dan dikecup lalu yakinkan padanya bahwa kau selalu ada. Aku melakukan hal itu.

Aku mulai melukis tubuhnya, Aku menyukai punggung. Dan, punggungnya adalah kanvas yang paling menarik untuk kulukis. Dia menyukai pohon yang meranting. Aku melukis sebatang pohon yang meranting di punggungnya. Sesekali kudengar suaranya mendesak sakit. Namun, dia tetap memintaku melakukannya.

“Hanya sakit sedikit,”ucapnya.

Aku melukiskan lagi. Menikmati setiap goresan yang menjalari punggungnya yang mulus. Aku senang dan bahagia. Dia terlihat sedikit kesakitan. Namun, Dia juga menikmatinya. Di kamar kecil ini semuanya berlalu dengan menyenangkan.

Mulai dari tato pertama di punggungnya itu, lalu disusul oleh tato lain di bagian tubuh yang lainnya. Sepanjang tahun aku melukis tubuhnya. Kini dia tak lagi gadis dengan kulit mulus. Dia adalah perempuan yang tak telanjang bahkan saat telanjang.

 

****

Related

You Might Also Like

YOKA

Malam minggu yang kejam buat Serafina

Kisah Meepa Ngobrol Dengan Serigala Penjaga Salju

Kesetiaan cinta seorang Pria

INSOS BAWA MELEO PU CINTA PERGI

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Gereja Baptis Papua akan Lakukan Munas Persekutuan Baptis Indonesia di Jayapura
Next Article Rekomendasi-Rekomendasi Untuk Memperbaiki Masalah Gizi di Korowai
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Markus Haluk Tekankan Pentingnya Budaya, Iman, dan Literasi Digital bagi Generasi Muda
Pendidikan
3 hours ago
IPMPKDPT Gelar Penerimaan Anggota Baru, Perkuat Iman Katolik dan Budaya Papua
Tanah Papua
14 hours ago
KPA Lanny Jaya Edukasi Mahasiswa Mapogadi, Dorong Kesadaran dan Kepedulian terhadap HIV/AIDS
Kesehatan
1 day ago
Operasi Militer Meluas di Tolikara, Warga Sekitar Gereja Moria Diduga Ditangkap
Polhukam Tanah Papua
1 day ago
Baca juga
Cerpen Papua

Doa Ayah

3 years ago
Cerpen Papua

Cerpen: Membawa Cinta Ke Papua

6 years ago
Cerpen PapuaSastra

Lukisan Bergairah Pada Tembok Rumah Sakit Siriwini

2 years ago
Cerpen Papua

Cerpen | Pulang Tanpa Ijazah

1 year ago
Cerpen Papua

Cerpen: Perpisahan Dirumah Sakit Abepura

4 years ago
Cerpen Papua

Panggil Saya Cacat

4 years ago
Cerpen Papua

SA MAU BEBAS 

3 years ago
Cerpen Papua

Cerpen: Lena Istri Kedua

7 years ago
Previous Next
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?