Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ada wajah orang dibalik air terjun Cycloop Sentani
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Ada wajah orang dibalik air terjun Cycloop Sentani

Ada wajah orang dibalik air terjun Cycloop Sentani

admin
Last updated: March 21, 2019 13:21
By
admin
Byadmin
Follow:
7 years ago
Share
6 Min Read
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Sosok wajah orang terlihat di lokasi wisata air terjun Cycloop, Sentani, Kabupaten Jayapura. Hal yang sebelumnya diabaikan oleh para pengunjung, diabadikan lewat lensa milik Whens Tebay, seorang fotografer lokal.

Iklan Nirmeke

Melalui blog komunitas PapuansPhoto, Whens menceritakan perjalanannya bersama beberapa anggota komunitas fotografi itu menuju kaki gunung Cycloop pada Selasa (2/6) pekan lalu.

“Saya juga mulai keluarkan camera dan memastikan apa benar atau tidak, karena waktu melihat dengan mata secara langsung tidak terlihat sosok wajah orang di antara air terjun, sewaktu saya mulai foto air terjunnya, ternyata benar ada penampakan alam keajaiban batu di air terjun itu, terbentuk wajah orang, wajah dari penampakan alam. Ini seperti wajah orang yang sudah ribuan tahun seperti wajah nenek-nenek tapi juga seperti wajah kakek-kakek. Foto ini seperti wajah manusia yang sedang menangis,” kata Whens pada Minggu (7/6).

Ia mengakui jarak menuju lokasi wisata yang jauh membuat hasil fotonya hanya sedikit saja, sebab ia akui banyak obyek yang ingin diabadikan.

“Mengabadikan moment indah ini sekitar 30 menit. Itulah perjalanan kami selama liburan sehari,” katanya.

Penggagas dan pendiri Papuansphoto ini mengakui jika perjalanan yang waktu yang mereka tempuh ke lokasi wisata yang belum dikelola dengan baik itu sangat lama.

“Kami mulai saling komunikasi melalui pesan singkat dan juga telepon antara teman-teman, kami bersepakat untuk berkumpul di Gapura Expo Waena Jayapura, tepat Pukul 10:00. Tidak seperti yang lalu-lalu, tidak semua teman-teman dapat ikut hunting kali ini. Kali ini, kami hanya bertiga yaitu saya, Thedy Pekey dan teman satu orang perempuan, Kodi Rina Gobay. Tepat Pkl 10:05, perjalanan mulai lakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua,” kisahnya.

Whens mengakui perjalanan dari Expo Waena hingga Pos 7 Sentani memakan waktu kurang lebih 25 menit. Selanjutnya dari Pos 7 Sentani, mereka melanjutkan perjalanan melewati Kampus STT Walter Post hingga tiba di kaki Gunung Cycloop pada jalan masuk air terjun.

“Motor masing-masing kami diparkir di halaman salah satu rumah warga. Dari rumah warga hingga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau tempat air terjun itu sekitar 200 meter. Kami bersenda gurau dalam perjalanan ini karena cuaca sangat bersahabat dengan kita sangat cerah dan langit kebiru-biruan,” ungkapnya.

Selanjutnya, perjalanan dengan berjalan kaki hendak memanjat gunung, hingga tiba di kali air terjun pertama yang sangat menguras tenaga. Mereka semua basah dengan keringat dan kelelahan akibat berjalan sehingga mereka memutuskan beristirahat sekitar kurang lebih 10 menit. Dari tempat peristirahatan yang pertama mereka dapat melihat pemandangan ke arah selatan tepatnya Kota Sentani, yang sangat indah.

“Perjalanan kami lanjutkan dengan mendaki gunung, jalannya mulai terjal dan berbatuan, sepanjang kali itu banyak anak-anak muda yang datang berekreasi dan pulang membawa hasil kebun buah merah. Kami berhenti sejenak sambil melihat anak-anak muda itu sedang mandi bakar ayam, kami memberi salam kepada mereka sebagai persudaraan. Perjalanan dilanjutkan dengan mendaki gunung lagi sambil bercanda guru kami terus mendaki gunung, kami saling mengejek sampai tertawa berbahak-bahak menghilangkan rasa cape,” lanjut Whens.

Tiba di tempat peristirahatan yang ketiga, mereka dikagetkan dengan keberadaan bangkai seekor ular mati dengan panjangnya mencapai 30 cm.

“Tapi sayang ular itu rupanya sudah mati, yang hanyut dari ketinggian air terjun. Semi Douw, salah satu rekan mulai mengangkatnya dengan kayu dan mulai menakutkan kami satu persatu. Ada yang ketakutan hingga marah-marah. Semi akhirnya membuang ular ke tepi kali dan kami mulai melanjutkan lagi perjalanan dengan memanjat tebing,” sambungnya.

Kali ini untuk mencapai terjun paling atas, tebingnya sangat terjal dan curam, mereka mulai naik dengan menyandarkan diri ke pinggir tebing. Meski beresiko, menurut mereka hal ini adalah hal yang menyenangkan sebab harus teliti dalam mengambil pijakan, sebab jika jatuh akan mengalami cedera serius serta patah tulang.

“Dengan sekuat tenaga akhirnya kami berenam tiba di puncak terjun paling atas. Waktu di tangan saya menunjukkan Pukul 02:10. Pemandangan di tempat ini sangat luar biasa, pemandangannya dua kali lipat indahnya. Di depan kami arah utara berhadapan langsung dengan air terjun yang sejuk dan dingin dihiasi berbagai jenis kupu-kupu beraneka warna yang beterbangan. Jika kita berbalik, menghadap ke selatan, landscape Kota Sentani dan Doya, sungguh indah. Petualangan kali ini dirasa luar biasa karena kami belajar bersyukur, Tuhan berikan alam papua yang begitu indah,” ungkap Whens.

Setibanya di lokasi, mereka pun mulai mengambil gambar, salah satu anggota komunitas, Kodi Gobay yang mengambil gambar air terjun, terkejut dengan hasil jepretannya. Ia pun berteriak sambil menunjukkan gambar tersebut kepada teman-temannya.

“Wooiiii, kamu semua lihat, macamnya di air terjun ini ada keajaiban alam, ada penampakan wajah di air terjun ini,” teriak Kodi pada para anggota komunitas.

Mengetahui ada hal unik tersebut, mereka pun kemudian mengabadikan ukiran alam itu ke masing-masing kamera. Whens mengatakan mereka semua sangat puas dengan hasil buruan mereka, termasuk foto unik yang menampakkan bentuk wajah tersebut.

“Berhubungan waktu semakin sore kami hanya foto-foto dan mengabadikan moment indah ini sekitar 30 menit di air terjun ini, lalu kami mulai turun dan pulang, Itulah perjalanan kami selama liburan sehari,” tandasnya. (*)

 

Sumber : papuansphoto.wordpress.com

Editor     : Agus Pabika

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Rangkul anak muda Papua, Patner komunitas Fhotography Papuansphoto Biak Dibentuk
Next Article Persekutuan Oikumene Pemuda Walak galang dana untuk Nduga dan Sentani
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Iklan dari Nirmeke.com
Ad image

Berita Hangat

Unika Fajar Timur Papua Resmi Diluncurkan pada Penutupan Sinode Keuskupan Jayapura 2026
Pendidikan Tanah Papua
15 hours ago
12 Klub Resmi Lolos Screening, Liga 4 Papua Pegunungan Siap Bergulir
Olaraga
2 days ago
HMPJ Gelar Raker dan POF 2026–2027, Dorong Kualitas Mahasiswa di Era Globalisasi dan Digitalisasi
Pendidikan
3 days ago
Sekolah Adat Hugulama Diharapkan Jadi Rumah Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Papua Pegunungan Pendidikan Seni & Budaya
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?