Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Presiden Jokowi Diminta Tuntaskan Kasus Paniai Berdarah
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Presiden Jokowi Diminta Tuntaskan Kasus Paniai Berdarah

Presiden Jokowi Diminta Tuntaskan Kasus Paniai Berdarah

admin
Last updated: December 11, 2020 15:53
By
admin
Byadmin
Follow:
454 Views
5 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Kasus Paniai berdarah adalah salah satu kasus pelangaran HAM berat yang dilakukan Aparat keamanan di Enarotali pada 8 Desember 2014, yang menewaskan 4 pelajar diantaranya, Simon Degei, Oktovianus Gobai, Alfius you, Yulian Yeimo dan abia Gobai.

Iklan Nirmeke

Sudah menjelang 6 tahun Pemerintahan Indonesia masih belum tuntaskan kasus penembakan ini, padahal ini pelanggan HAM berat yang secara serius harus di tangani pemerintah pusat,” kata Amos kayame, saat menghadiri pemasangan 1000 lilin di halaman asrama Paniai Jayapura.

“Sampai saat ini keluarga korban masih menunggu kapan pemerintah Indonesia menyelesaikan kasus penembakan ini. Kasus ini harus di ungkap sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia, ini negara hukum.

Maka kata Amos, melalui momentum ini, mahasiswa mendesak kepada Pemerintah pusat, Presiden Jokowi, segera tuntaskan pelanggaran HAM yang di lakukan aparat keamanan di Enarotali kabupaten Paniai,” katanya.

“Jangan memupuk pelanggaran HAM di Papua, setidaknya negara Indonesia harus menghargai betapa tingginya nilai kemanusiaan itu.

Ia mengatakan, Pelanggaran HAM di Paniai yang sengaja dilakukan aparat keamanan ini sudah pernah dibahas di PBB, dan di Komnas HAM RI, sekarang titik penyelesaiannya dimana, pemerintah pusat harus ungkap kasus ini,” katanya.

“Jika tidak mampu menyelesaikan setiap pelanggaran HAM yang sengaja di buat Pemerintah pusat melalui aparat keamanan, biarkan rakyat Papua Menentukan nasibnya sendiri bagi rakyat Papua,” katanya.

Selain itu Yohanes Giyai mengatakan, roh para pendahulu yang telah gugur telah memupuk perjuangan kita, maka setiap anak muda Papua harus bangkit untuk melawan para kolonial, kapitalis Indonesia,” katanya.

“Tiada cara lain hanya kata lawan, untuk merebut kemerdekaan, sebab tidak ada masa depan yang lebih baik dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.(*)

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Mahasiswa STFT Tuntut, Presiden Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM diPapua
Next Article 10 Desember Sebagai Hari Janji Palsu Pemerintah Indonesia Terhadap OAP
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
2 days ago
Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
3 days ago
APELCAMI Soroti Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Mimika
Papua Tengah Tanah Papua
3 days ago
Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
4 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?