Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Kepala Suku dan Masyarakat Tolak Pembangunan Makorem Di Kimbim Jayawijaya
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Kepala Suku dan Masyarakat Tolak Pembangunan Makorem Di Kimbim Jayawijaya

Kepala Suku dan Masyarakat Tolak Pembangunan Makorem Di Kimbim Jayawijaya

admin
Last updated: October 10, 2020 13:26
By
admin
Byadmin
Follow:
360 Views
6 years ago
Share
SHARE

Wamena, nirmeke.com – Masyarakat adat dari empat distrik Kimbim, Wame, Silo Karno Doga, dan Muliama kabupaten Jayawijaya menolak tegas kehadiran Makorem yang diinisiasi sepihak oleh Aleks Doga bersama TNI.

Iklan Nirmeke

Masyarakat menilai Aleks Doga mengatanamakan masyarakat adat guna melegalkan pembangunan Makorem di tanah Usama Wulu Doga Kimbim, kabupaten Jayawijaya sehingga masyarakat tidak terima melakukan protes serta meminta audiens dengan pihak terkait TNI.

Mulik Doga, kepala suku tanah Usama Wulu Dogaka, mengatakan dari dulu dirinya bersama masyarakat menolak lahan mereka digunakan untuk pembangunan Kodim kepada Aleks Doga dan Khoba, hingga masalah ini diselesaikan di Koramil Kimbim dan kami tegas pada pendirian tolak pembangunan Korem apalagi Korem saat ini,” tuturnya.

Dirinya menegaskan terkait penolakan ia bersama masyarakat sudah membuat surat kepada Bupati, DPRD, Kapolres dan Dandim, Batalion serta beberapa denominasi gereja bersepakt menolak pembangunan Korem di tanah adat.

“Saya tidak mau barang ini (Makorem), disaya punya rumah disini tidak ada masalah, jadi jangan bawah datang barang itu kesini hanya di kota saja jangan di kampung saya,” tegasnya.

Tanah adalah mama kami, sehingga dengan tawaran apapun dirinya dan masyarakat tidak akan menjual mama kami (tanah), dan dengan tegas tolak pembangunan Makorem di wilayah Omarekma.

Pada Jumat siang pukul 13.00 tanggal 8 Oktober 2020, masyarakat dan kepala suku berkumpul di tempat lokasi pembangunan Makorem, dimana rombongan TNI Kodim 1702 Jayawijaya dengan persenjataan lengkap datang ke lokasi tanah keramat Wulupaga, milik masyarakat adat yang di permasalahkan.

Dilokasi masyarakat, dan pemuda sempat beradu mulut, dengan pihak pengukur Tanah dari TNI Kodim 1702, karena kepala suku dan masyarakat adat tidak pernah melepaskan tanah mereka kepada TNI guna membangun Makorem sehingga masyarakat minta audiens dengan pihak TNI di Koramil distrik Asologaima.

Audiensi akan di lakukan pada hari Senin 12 October 2020 di distrik Kimbim. Masyarakat juga meminta solidaritas dari semua orang asli Papua karena bicara nasib orang Papua kedepan. (*)

Laporan warga

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Pemda Diminta Perhatikan Keluhan Empat Asrama Jayawijaya di Jayapura
Next Article Yopi Murib, Ketua Pengprov PGSI Papua 2020-2024
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
8 hours ago
Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
APELCAMI Soroti Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Mimika
Papua Tengah Tanah Papua
2 days ago
Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
2 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?