Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Warga Hamadi: 20 Tahun Otsus Berjalan Gagal Sejahtera OAP di Kota Jayapura
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Warga Hamadi: 20 Tahun Otsus Berjalan Gagal Sejahtera OAP di Kota Jayapura

Warga Hamadi: 20 Tahun Otsus Berjalan Gagal Sejahtera OAP di Kota Jayapura

admin
Last updated: September 22, 2020 13:48
By
admin
Byadmin
Follow:
675 Views
6 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Mengamati Pro-kontra keberlanjutan Otonomi Khusus (Otsus)Papua yang terjadi dikalangan Masyarakat Orang Asli Papua (OAP) membuat Pansus Otonomi Khusus DPR Papua tak tinggal diam,tetapi terus melakukan upaya upaya agar dapat menetralisir persoalan yang dampaknya dapat merugikan negara maupun masyarakat Papua.

Iklan Nirmeke

Untuk itu Minggu 20/9/2020 Ketua Pansus Otonomi Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua Thomas Sondegau,ST melakukan Rapat Dengar Pendapat(RDP) di Kelurahan Hamadi Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura, Hal ini bertujuan untuk mendengar langsung dari Masyarakat (OAP) terkait Keberlangsungan Otonomi Khusus selama 20 tahun bagi Papua apakah dirasakan atau tidak manfaatnya bagi Rakyat asli papua yang hidup di kota Jayapura,” Kata Thomas.

Pertemuan RDP yang dilakukan Ketua Pansus Otsus DPR Papua ini walaupun dilakukan secara sederhana tetapi mendapat antusias yang begitu baik dari Ratusan Warga OAP yang bermukim di kelurahan Hamadi Distrik Jayapura Selatan,Kota Jayapura.

Thomas dalam arahannya selaku Ketua Pansus Otsus di DPRP mengharapkan agar semua komponen rakyat Papua dapat memberikan pendapat terhadap implementasi Otsus selama 20 tahun berjalan di tanah Papua sesuai ketentuan pasal 77 UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otsus Papua.

“Seluruh rakyat Orang Asli Papua di 28 kabupaten/kota provinsi Papua dan 13 kabupaten/kota provinsi Papua Barat dapat memberikan pendapat terhadap implementasi Otsus selama 20 tahun karena sudah jelas usul perubahan UU Otsus dilakukan oleh rakyat Papua,” ungkapnya.

Sodegau menambahkan bahwa RDP sangat penting dimana agar orang asli Papua dapat memberikan pendapat tentang Otsus jilid 2 agar masyarakat bisa memutuskan keinginan mereka kedepan seperti apa.

Dirinya juga menambahkan Lembaga akademisi di tanah Papua juga akan dilibatkan dalam evaluasi Otsus terutama di empat bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi rakyat, Infrastruktur dan juga tidak terlepas dari pelanggaran HAM, sebelum Otsus dan selama Otsus 20 tahun di tanah Papua di bidang Sipol maupun Ekosop di tanah Papua semua akan di evaluasi.

“Yang lebih penting evaluasi kinerja pimpinan dan anggota MRP dari diri kita sendiri barulah kita keluar mengevaluasi siapa saja Lembaga-lembaga yang menerima dana Otsus seperti apa memberikan pertanggungjawaban kepada rakyat Papua,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat George Tanati warga Hamadi selaku orang tua yang mengikuti kegiatan RDP ini berpendapat bahwa Otonomi untuk Papua bukan hal yang baru karena sejak jaman Belanda Papua sudah diberikan Otonomi dimana saat itu Papua menjadi Provinsi ke 17 dari Nederland Newgunia dan saat itu Pemerintah kerajaan Belanda memberikan semuanya kepada OAP serba kecukupan.

“Hal ini berbanding terbalik dengan Otonomi Khusus yang di berikan pemerinta Indonesia bagi Provinsi Papua saat ini,”tegas Tanati dalam RDP bersama Ketua Pansus Otsus DPRP.

Lihat Video: Otonomi Khusus (Otsus) Membawa Malapetaka Bagi Orang Papua

“Bahwa Otonomi Khusus saat ini merupakan Kekuasaan, bukan otonomi dimana semua akses di tutup oleh Pemerintah tidak diberikan secara luas bagi OAP seperti apa makna dari terjemahan Undang undang nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Papua dimana semua kewenangan diatur oleh daerah,” katanya.

Lanjutnya, dan yang menjadi kewenangan Pemerintah pusat hanyalah Pertahanan Keamanan, Keuangan, Kerjasama luar negri dan Keagamaan.”

Diluar dari ke empat bidang tersebut di atas menjadi kewenangan Pemerintah daerah baik penerimaan CPNS, Partai Politik, Bupati Walikota dan bidang lainya semua diatur oleh pemerintah daerah, tetapi kewenangan itu selama 20 tahun Otsus berjalan tidak diberikan oleh pemerintah pusat kepada OAP malahan dibenturkan dengan Undang undang lainnya dengan menakut nakuti Pejabat OAP di daerah agar tidak terfokus kepada Undang-undang Otonomi Khusus Papua,”Ungkap George Tanati selaku Tokoh masyarakat OAP di kelurahan Hamadi Kota Jayapura.

Dari beberapa Pendapat Warga Hamadi yang disampaikan kepada ketua Pansus Otsus DPRP bahwa selama 20 tahun Otsus berjalan tidak ada dampak yang dirasakan oleh OAP di Kota Jayapura di 4 bidang utama.(*)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kajian Otsus dan RDP Jangan Membuat Rakyat Papua Marah
Next Article Pemkab Jayapura Diminta Perhatikan Kerajinan Tangan Mama-Mama Papua
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Warga ditembak, Senator Lis Tabuni: Negara harusnya jadi pelindung
Headline Polhukam Tanah Papua
22 hours ago
Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
3 days ago
APELCAMI Soroti Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Mimika
Papua Tengah Tanah Papua
3 days ago
Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi
Ekonomi & Bisnis Kabar Daerah Papua Pegunungan Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?