Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Perempuan Papua: Miras Itu Mesin Pembunuh dan Mesin Uang
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Perempuan Papua: Miras Itu Mesin Pembunuh dan Mesin Uang

Perempuan Papua: Miras Itu Mesin Pembunuh dan Mesin Uang

admin
Last updated: February 19, 2020 00:22
By
admin
Byadmin
Follow:
380 Views
6 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Minuman Beralkohol atau sering disebut Minuman Keras (Miras) berdampak buruk sekali untuk kehidupan orang asli Papua di tanah Papua. Karena menghancurkan keluarga, menimbulkan KDRT, seks bebas dan lakalantas akibat dari miras.

Iklan Nirmeke

Hal tersebut dikatakan Iche Murib, aktivis Perempuan Papua ketika menangapi aksi demo Forum Pemuda-Pemudi kabupaten Jayapura bersama Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) kota Jayapura beberapa waktu lalu di kantor bupati Jayapura. Selasa, (18/2/2020)

Dampak negatif yang sangat nampak yaitu Miras dapat merusak kesehatan sel-sel saraf mereka yang mengkonsumsi Miras tersebut, terutama generasi muda Papua di tanah Papua.

“perempuan Papua melihat Miras secara utuh itu, kita tidak pernah melahirkan anak-anak mati karena Miras, itu sangat menyedihkan. Bagaimana kita sudah melahirkan, merawat kemudian membesarkan dan menyekolahkan, belum selesai terjadi hal-hal seperti diatas dan itu sesuatu yang tidak terpuji,” kata Iche.

Iche juga menegaskan, bahwa Miras bukan budaya dan kebiasaan orang Papua, sehingga perempuan Papua berharap untuk generasi muda Papua bahwa menutup toko Miras itu bukan solusi, tapi bagaimana kesadaran daripada generasi muda Papua itu sendiri untuk tidak mengkonsumsi Miras.

Nonton Juga: Miras Bukan Budaya Orang Papua. Mati karena Miras sangat menyedihkan bagi Perempuan Papua

“dan bagi yang belum rasa itu jangan coba-coba rasa, karena satu kali rasa itu ingin terus mencoba. Kalau kamu (orang Papua) semua mati ini, negeri ini mau kasih siapa? Tanah, hutan, gunung dengan kekayaan yang melimpah ini,” kata Iche.

Ia menambahkan, semoga ada kesadaran dari generasi muda Papua sekarang untuk tidak mengkonsumsi Miras karena kita tau sendiri situasi Papua sekarang seperti apa. Dan kami ingin tegaskan bahwa Miras itu mesin pembunuh dan mesin uang untuk para pengusaha.

Sementara itu Anias Lengka, ketua Solidaritas Anti Miras dan Narkoba (SAMN) kota Jayapura, menambahkan justru para pejabat Papua juga ikut terlibat membunuh saudara-saudarinya melalui izin usaha Minol yang diberikan kepada para pengusaha, padahal para pejabat ini sudah tahu bahwa Minol menjadi ancaman bagi orang Papua.

“Papua ada Otsus, dimana kepala daerah dari Gubernur, Ketua DPR Papua, Ketua MRP, bupati dan wakil bupati serta wali kota semua orang asli Papua, tapi mereka tidak berani berbicara soal penyelamatan orang asli Papua dari peredaran Miras di seluruh tanah Papua,” kata Lengka. (*)

 

Editor : Aguz Pabika

 

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Kios Haknisik milik David Hubi, jual kopi Aluama asli Hubulama Wamena
Next Article Wacana Pembangunan Mako Brimob di Wamena Kembali Muncul. Ada apa?
1 Comment 1 Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Dorong Anak Muda Kembali ke Kebun, Dinas Koperasi Papua Pegunungan Jamin Pasar Kopi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
10 hours ago
APELCAMI Soroti Minimnya Penyerapan Tenaga Kerja Lokal di Mimika
Papua Tengah Tanah Papua
10 hours ago
Dinas Koperasi dan UKM Papua Pegunungan Tegaskan Komitmen Bersama Penggiat dan Petani Kopi
Ekonomi & Bisnis Papua Pegunungan Tanah Papua
16 hours ago
MRP Papua Pegunungan Soroti Dugaan Tertutupnya Pengelolaan Dana Otsus, Desak Evaluasi Kabag Keuangan
MRP Papua Pegunungan Papua Pegunungan
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?