Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Ini fakta yang disembunyikan dan narasi yang sedang dibangun Indonesia
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Ini fakta yang disembunyikan dan narasi yang sedang dibangun Indonesia

Ini fakta yang disembunyikan dan narasi yang sedang dibangun Indonesia

admin
Last updated: June 29, 2022 02:25
By
admin
Byadmin
Follow:
433 Views
7 years ago
Share
SHARE

Jayapura, nirmeke.com – Fakta-fakta yang disembunyikan dan Narasi yang sedang dibangun Indonesia:

Iklan Nirmeke
  1. Menuduh Mahasiswa Papua di Surabaya mencabut Bendera Merah Putih di depan Asrama. Dibesar-besarkan lewat media.
  2. Menutupi dan tidak mau memproses hukum TNI, Polisi dan Warga (Ormas) yang meneriaki kata-kata Monyet kepada Mahasiswa. Padahal terang-terangan beredar di Video yang direkam penghuni asrama Mahasiswa Papua dan semua orang menontonnya.
  3. Polisi ikut serta mendampingi masa Ormas lakukan aksi depan Asrama (sebagaimana biasanya) dan membiarkan mereka meneriakkan yel-yel “usir Papua”.
  4. Media tidak mengungkit siapa penyebar Hoax yang membuat Ormas datang mengepung Asrama Kamasan Papua.
  5. Polrestabes menangkap dua warga pengantar makanan ke Asrama Kamasan. Juga menolak Advokat Kontras yang diberi wewenang untuk negosiasi dengan aparat kepolisian.
  6. Di rekaman video maupun pengakuan penghuni Asrama, terlihat dan terdengar penghuni asrama meminta aparat kepolisian untuk negosiasi (bicara baik-baik) duduk persoalannya. Tetapi aparat TNI dan Polisi tidak mau mengubrisnya, dan justru mencaci maki mahasiswa dengan kata-kata “monyet”.
  7. Densus 88 atau Brimob dikerahkan dan penembakan gas air mata dilakukan secara brutal (persis menyerang teroris). Ditemukan selongsongan peluruh tajam. Padahal Mahasiswa sudah angkat tangan agar berbicara baik-baik.
  8. Ada upaya kekerasan saat digiring keluar dari Asrama Kamasan.
  9. Kapolrestabes dalam wawancara TV mengatakan penghuni asrama Papua memiliki Bom Molotov dan ditemukan senjata tajam, sehingga gas air mata dan penindakan tegas dilakukan. Padahal ini Mahasiswa Papua tidak memiliki apapun Bom Molotov dan senjata tajam. Mereka hanya punya peralatan studi.
  10. Polisi dan semua petinggi Jakarta membangun Narasi baru dengan mengalihkan kesalahan kepada penyebar berita hoax. Padahal di video jelas-jelas membuktikan teriakan-teriakan monyet yang membuat aksi protes spontan di seluruh Papua.
  11. Narasi itu dibangun melalui Televisi. Dan hampir semua media berita TV ikut membangun narasi pembenaran kejahatan di Surabaya, sambil menyalahkan rakyat Papua. Tidak mampu menyentuh substansi masalah.
  12. Media TV juga mengundang orang-orang Papua penjilat penguasa Jakarta seperti Lenis Kogoya untuk mewakili Papua bicara di media. Padahal dia bukan apa-apanya orang Papua. Dia bukan kepala Suku Papua. Dia tidak mewakili siapapun di Papua.
  13. Hampir semua TV tidak mewawancarai warga yang lakukan protes di lapangan tetapi lebih memilih nara sumber dari Polisi dan elit-elit penguasa yang menyampaikan situasi diluar dari yang sebenarnya terjadi.

*Tulis Victor Yeimo Jubir Internasional KNPB Pusat di halaman akun facebooknya, Kamis, (22/8/2019)

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Umur itu pendek di Papua. Sementara penderitaan itu panjang
Next Article GempaR-Papua: Papua bukan tanah kosong: Tutup Mata, dan Lawan (Balik)!
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

KNPB Yahukimo Sebut Penangkapan Aktivis Kemanusiaan Cederai Hukum, Kone Kobak Akhirnya Dibebaskan
Tanah Papua
5 days ago
Mahasiswa Papua Demo soal Kasus Dogiyai di Kementerian HAM
Berita Foto Nasional Papua Tengah Polhukam
2 weeks ago
Mahasiswa Papua di Makassar Aksi 63 Tahun Aneksasi, Dihadang Aparat dan Ormas di Monumen Mandala
Polhukam Tanah Papua
3 weeks ago
Komisi C DPRK Jayawijaya Soroti Krisis Layanan Kesehatan, Pendidikan, hingga Masalah Sosial dalam Rekomendasi LKPJ
Papua Pegunungan Tanah Papua
3 weeks ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?