Adil Untuk PerubahanAdil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Tulis judul berita...
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
Reading: Catatan seputar aksi demo rakyat Papua mengecam perkusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa
Share
Notification
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
  • Headline
  • Tanah Papua
  • Kesehatan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Artikel
  • Cerpen Papua
  • Pariwisata
  • Editorial
Tulis judul berita...
  • Tanah Papua
    • Papua Pegunungan
    • Papua Tengah
  • Kabar Daerah
    • Polhukam
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Perempuan & Anak
    • Ekonomi & Bisnis
    • Infrastruktur
    • Lingkungan
    • Olaraga
  • Jendela Papua
    • Kuliner
    • Lensa
    • Pariwisata
    • Travel
    • Seni & Budaya
  • Pena Papua
    • Catatan Aktivis Papua
    • Sastra
    • Cerpen Papua
    • Artikel
    • Siaran Pers
    • Berita Foto
  • Editorial
  • Kerjasama
    • MRP Papua Pegunungan
    • Pemkab Lanny Jaya
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved.
Adil Untuk Perubahan > Catatan seputar aksi demo rakyat Papua mengecam perkusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa

Catatan seputar aksi demo rakyat Papua mengecam perkusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Jawa

admin
Last updated: August 20, 2019 09:14
By
admin
Byadmin
Follow:
437 Views
7 years ago
Share
SHARE

Iklan Nirmeke

*BEBERAPA CATATAN SEPUTAR AKSI DEMO DAMAI RAKYAT PAPUA MENGECAM PERSEKUSI DAN RASISME TERHADAP MAHASISWA PAPUA DI JAWA*

*A. Fakta Aspirasi*

1. Rakyat Papua yang ikut aksi hampir semua menginginkan Referendum sebagai solusi terakhir pasca Otsus  berakhir tahun 2021. Bapak Gubernur, Ketua MRP, Ketua DPRP, dan seluruh jajaran MRP, DPRP dan OPD sdh dengar aspirasi tsb. Termasuk Calon Ketua DPRP terpilih Laorenzus Kadepa dan Johnny Banua Rouw. Gubernur Papua bahkan menyatakan pasca Otsus Berakhir 2021 Jakarta Akan Dengar Suara Rakyat Papua, karena tugasnya sebagai Wakil Pemerintah Pusat sudah mendorong Otsus Plus tapi gagal. (Beliau dorong Otsus Plus 2013 silam tapi tidak diterima Jakarta).

2. Ketika Gubernur bicara pembangunan, Ketua KNPI salah sebut yel-yel pembuka ditentang massa dengan protes. Menunjukkan masa aksi muak dengan retorika kosong pembangunan yang justru bias pendatang dan hanya menjadi dalil memarjinalkan OAP secara sistematis dan terstruktur.

3. Gubernur Papua harus dengar aspirasi Rakyat Papua yang tidak menginginkan Otsus Plus pasca 2021. Gubernur Papua harus catat dengan bangga karena didukung jadi presiden West Papua jika berhasil memerdekakan Papua Barat.

4. Semua harus tahu dan sadar bahwa perilaku rasis, diskriminatif dan intimidatif merupakan karakter utama penjajah yang paling menonjol dalam sejarah penjajahan di dunia. Sehingga Pernyataan jubir Internasional KNPB merupakan suatu realitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesatuan dan persatuan rakyat Papua seperti yang ditunjukkan kemarin saat aksi demo damai itu dibutuhkan juga dalam perjuangan menuntut kemerdekaan bangsa dan rakyat Papua khususnya dalam mendukung penentuan nasib sendiri dalam beberapa tahun ke depan.

*B. Yang Perlu Diwaspadai Rakyat Papua*

1. Jakarta menekan/mengancam, meneror bahkan membunuh salah satu baik Gubernur Papua/Papua Barat, Ketua DPR/PB, Ketua MRP PB untuk menyetujui revisi Otsus 2021; atau menyetujui Otsus Plus sebagai langkah akhir terpaksa. Rakyat perlu siap dan kompak melumpuhkan aktivitas pemerintahan di tanah Papua dengan mogok sipil nasional.

2. Gubernur Lukas Enembe atau Dominggus Mandacan bisa ditunjuk jadi menteri apapun tiba-tiba. Sebab kasus serupa pernah dilakukan Megawati kepada gubernur Fredy Numberi untuk memadamkan aspirasi kemerdekaan Papua pada tahun 2000an yang dengannya Theys Eluay dibunuh, BK diturunkan dari seluruh tanah Papua dan berbagai gejolak terjadi namun sesaat saja, lalu muncul pemekaran di seluruh tanah Papua bagaikan jamur yg tumbuh di musim hujan. Ingat, hanya dalam rentang waktu 2001-2008 sekitar 1 Provinsi dan puluhan kabupaten pemekaran dibentuk Indonesia untuk menghancurkan nasionalisme rakyat Papua dan itu sudah terbukti efektif.

3. Penguasa dan militer Indonesia menggunakan prinsip “kill the leader to broken struggle” dalam menghadapi tuntutan kemerdekaan rakyat Papua. Maka rakyat Papua perlu menjaga dan melindungi para pemimpin politiknya seperti: Victor Yeimo, Agus Kossay, Markus Haluk, Ones Suhun, Basoka Logo, Forkorus Yaboisembut, Sem Awom, termasuk Lukas Enembe dan Dominggus Mandacan. Rakyat Papua harus memastikan mereka bisa makan, minum dan pergerakan mereka aman dari pantauan setan-setan kolonial Indonesia yang siang malam tidak bisa tidur untuk jaga piring makannya di tanah ini.

4. Kelanjutan dari point ke 3 di aras di point ini, rakyat Papua harus mulai komitmen dan mulai tentukan sikap politik apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya  aktivis Papua merdeka, Gubernur dst meninggal secara tidak wajar. Rakyat Papua mesti siap melumpuhkan aktivitas pemerintahan diseluruh tanah Papua dan Papua Barat dan menuntut referendum yang demokratis dan adil atau menuntut pengakuan kedaulatan yang dirampas pada 1 Desember 1969.

Catatan ini merupakan rangkuman pandangan kritis menyikapi pasang surutnya aspirasi kemerdekaan Papua Barat sejak 1970 an hingga akhir dekade lalu. Semoga dengan ini, rakyat Papua dpt memahami bahwa sudah saatnya ambil sikap, sebelum terlambat karena 2025-2030 merupakan periode kehancuran besar kuantitas rakyat Papua sesuai prediksi banyak pihak.

Prof. Jepang yang tidak disebutkan namanya oleh seorang dokter spesialis Di salah satu RS terbesar di Jayapura mengatakan bahwa “profesor memprediksi populasi OAP akan punah sebelum 2030 yakni 2025. Prediksi ini hanya terpaut 5 tahun dari prediksi Prof. Jim Elmsly bahwa 2030 Populasi OAP bakal punah hingga tersisa sekitar 25%.

Semoga dengan catatan ini, semakin menambah wawasan kebangsaan kita yang berada dilimit akhir resistensi ini.

Hanya satu solusi bagi bangsa ini, yakni merdeka. Sebab hal itu merupakan suatu nubuatan dari Tuhan untuk bangsa ini.

Teruskan…

*Penulis: Crew Demo Damai 19 Agustus 2019. Tinggal di Hollandia Binnen.*

Related

Gabung Channel Whatsapp

Dapatkan berita terbaru dari Nirmeke.com di Whatsapp kamu
Klik disini untuk bergabung
Dengan anda klik untuk gabung ke channel kami , Anda menyetujui Persyaratan Penggunaan kami dan mengakui praktik data dalam Kebijakan Privasi kami. Anda dapat berhenti mengikuti kapan saja.
Previous Article Rintihan hati seorang perempuan Papua, Berdiri diatas (Rasisme) Hinaan
Next Article Mahasiswa Papua: Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri
Leave a Comment Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terhubung Dengan Media Sosial Kami

1.4kFollowersLike
100FollowersFollow
100FollowersFollow
1kSubscribersSubscribe
300FollowersFollow

Lihat Topik Berita Lain Dari Nirmeke

Ads Sponsored by
Ad image

Berita Hangat

Tak Terbukti Bersalah, Hakim Bebaskan Terdakwa Kasus Nakes Anggruk 2025
Polhukam Tanah Papua
1 day ago
Mahasiswa Papua di Gorontalo Demo, Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak
Nasional Pendidikan Tanah Papua
2 days ago
Ini 4 Poin Tuntutan Demo di Wamena Hari Ini
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Sempat Ricuh di DPR Papua Pegunungan, Aspirasi Massa Akhirnya Diterima Pimpinan DPRP
Papua Pegunungan Polhukam Tanah Papua
3 days ago
Adil Untuk PerubahanAdil Untuk Perubahan
Follow US
© 2025 Nirmeke. Design by Team IT Nirmeke. All Rights Reserved. Develop By Loteng Kreatif.
  • Tentang kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Iklan
  • Jasa Buat Website
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?